Kemenag Dorong Guru Madrasah Jadi PPPK, Layani Lebih dari 18 Juta Siswa di Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno

JAKARTA, KANALPLUS.ID – Kementerian Agama terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru madrasah, termasuk melalui usulan pengangkatan guru madrasah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, saat menghadiri Silaturahmi Madrasah Muhammadiyah yang digelar Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara daring, Rabu (3/6/2026).

Menurut Amin, guru merupakan aktor utama dalam transformasi pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan.

“Kementerian Agama saat ini terus mengawal berbagai kebijakan terkait guru, termasuk pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) serta usulan pengangkatan guru madrasah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” ujarnya.

Ia menegaskan, kualitas pendidikan madrasah tidak akan lepas dari peran guru yang profesional dan sejahtera.

Pendidikan Islam Layani Lebih dari 18 Juta Peserta Didik

Dalam paparannya, Amin mengungkapkan besarnya peran pendidikan Islam dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama tahun 2026, saat ini terdapat 87.576 madrasah, 42.369 pondok pesantren, dan 932 perguruan tinggi keagamaan Islam yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Balita di Talun Pekalongan Meninggal Usai Dipatuk Ular Weling Saat Tidur

Lembaga pendidikan Islam tersebut melayani sebanyak 18.033.393 peserta didik dengan dukungan 2.282.800 tenaga pendidik serta 135.885 tenaga kependidikan dan pengawas.

Menurut Amin, angka tersebut menunjukkan bahwa madrasah dan pesantren merupakan kekuatan besar dalam sistem pendidikan nasional.

“Besarnya ekosistem pendidikan Islam menunjukkan bahwa madrasah dan pesantren merupakan kekuatan penting dalam pembangunan pendidikan nasional. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama menjaga kualitas, relevansi, dan daya saingnya,” katanya.

Kemenag Perkuat Mutu Madrasah

Selain memperjuangkan kesejahteraan guru, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam juga terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui konsep “Pendidikan Berdampak”.

Konsep tersebut diarahkan agar lulusan madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan daya saing yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia kerja.

Hingga 2025, sebanyak 56.197 madrasah telah terakreditasi dan ribuan madrasah lainnya terus didorong untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Arah Baru Pendidikan Islam

Dalam kesempatan tersebut, Amin juga memperkenalkan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang kini menjadi salah satu arus baru dalam pendidikan Islam.

Baca Juga :  Belasan Siswi SMKN di Pemalang Jadi Korban Foto Telanjang AI

Kurikulum tersebut dibangun atas lima fondasi utama, yakni cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, sikap toleran, kepedulian sosial, serta kesehatan jiwa yang baik.

Muhammadiyah Dinilai Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Pada kesempatan itu, Amin Suyitno juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang selama ini dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia menilai ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah, termasuk Madrasah Muhammadiyah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, telah memberikan kontribusi nyata dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan madrasah yang unggul, berkemajuan, serta mampu melahirkan generasi Indonesia yang beriman, berilmu, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

 

Penulis : Sindung

Editor : Sindung Perkasa

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?
Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Kamis, 17 September 2026 - 06:10 WIB

10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru