Santriwati Minta Dijemput, Orang Tua Mengaku Baru Tahu Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Terjadi Ponpes Padang Ati Pekalongan

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Orang tua santriwati menjemput anaknya lantaran khawatir setelah kabar penangkapan sekaligus penetapan tersangka pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati KH Abdul Khalim Fadlun oleh polisi menyebar luas, Jum'at (29/5/26).

Orang tua santriwati menjemput anaknya lantaran khawatir setelah kabar penangkapan sekaligus penetapan tersangka pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati KH Abdul Khalim Fadlun oleh polisi menyebar luas, Jum'at (29/5/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID — Sejumlah wali santri mulai menjemput anak-anak mereka dari Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati, Simbangkulon, Buaran, Kabupaten Pekalongan, menyusul mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret pimpinan pondok tersebut.

Salah satu wali santri, Umi Khafsah, warga Medono, Kota Pekalongan, mengaku anaknya sendiri yang meminta pulang setelah mengetahui banyak santri lain sudah lebih dulu dijemput keluarganya.

“Jadi anaknya sendiri yang memang minta dijemput,” ujar Umi Khafsah di lokasi saat polisi melakukan olah TKP, Jum’at (29/5/2026) sore.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul

Ia mengaku baru mengetahui adanya dugaan kasus tersebut belakangan ini. Selama kurang lebih tiga tahun mondok, putrinya tidak pernah bercerita secara langsung mengalami hal mencurigakan.

Menurutnya, sang anak hanya pernah mendengar cerita dari santri senior terkait keberadaan pengasuh pondok. Namun keluarga tidak mengetahui secara detail situasi yang sebenarnya terjadi di dalam pondok.

Umi Khafsah juga mengungkapkan putrinya tinggal sendirian di kamar tanpa teman lain selama berada di pondok. Selain itu, para santri juga tidak diperbolehkan memegang telepon genggam sehingga informasi yang berkembang di luar pondok tidak diketahui anaknya.

Baca Juga :  Komplotan Penipu Emas Tertangkap di Hotel Pekalongan, Polisi Sita Perhiasan dan Uang Tunai Ratusan Juta

“Dia tidak tahu apa-apa karena tidak boleh pegang handphone,” katanya.

Meski demikian, keluarga akhirnya memutuskan menjemput putrinya setelah kabar dugaan kasus kekerasan seksual ramai diperbincangkan dan banyak wali santri datang ke pondok untuk membawa pulang anak mereka.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Pelaku Pemeran Vidio Porno ‘Bandar Bergetar’ Ditetapkan Tersangka
Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul
Gara-gara Sebut Tetangga Kumpul Kebo, Ibu Rumah Tangga di Wiradesa Divonis Penjara
Ditabrak hingga Diserang Pecahan Botol, Pria di Batang Nekat Bacok Mantan Istri di Tengah Jalan
Tergiur Emas Murah di Facebook, Warga Gunungkidul Kehilangan Rp174 Juta, Tujuh Penipu Dibekuk Polisi di Batang
Mobilio Dicuri Saat Pemilik Terlelap, Polisi Ringkus Dua Pemuda dan Amankan Mobil Korban
Polisi Olah TKP Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Padang Ati, Fokus Cocokkan Lokasi dan Keterangan Saksi Korban
Polisi Kembangkan Kasus dan Kejar Bukti Baru Dugaan Kekerasan Seksual Melibatkan Pimpinan Ponpes Pedepokan Padang Ati Pekalongan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Pelaku Pemeran Vidio Porno ‘Bandar Bergetar’ Ditetapkan Tersangka

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:32 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:49 WIB

Gara-gara Sebut Tetangga Kumpul Kebo, Ibu Rumah Tangga di Wiradesa Divonis Penjara

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:01 WIB

Ditabrak hingga Diserang Pecahan Botol, Pria di Batang Nekat Bacok Mantan Istri di Tengah Jalan

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:49 WIB

Tergiur Emas Murah di Facebook, Warga Gunungkidul Kehilangan Rp174 Juta, Tujuh Penipu Dibekuk Polisi di Batang

Berita Terbaru