Sidang Kedua Kasus Gacon Berlangsung Hingga Tengah Malam, Kuasa Hukum Terdakwa Bantah Keterangan Saksi dari JPU

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 23:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lima saksi yang dihadirkan JPU di sidang lanjutan kasus dugaan penculikan Purwanto alias Gacon yang berujung penyiksaan dan penyekapan terdapat empat polisi aktif dan seorang pengacara disebut berada di lokasi kejadian, Senin (18/5/26).

Lima saksi yang dihadirkan JPU di sidang lanjutan kasus dugaan penculikan Purwanto alias Gacon yang berujung penyiksaan dan penyekapan terdapat empat polisi aktif dan seorang pengacara disebut berada di lokasi kejadian, Senin (18/5/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID –  Sidang lanjutan kasus dugaan penculikan, penyekapan dan kekerasan terhadap Purwanto alias Gacon, penjual martabak asal Kecamatan Kedungwuni, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Pekalongan, Senin (20/5/2026) malam.

Dalam persidangan kedua tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan lima saksi, terdiri dari empat anggota polisi dan seorang pengacara yang disebut berada di lokasi saat peristiwa dugaan penculikan terjadi.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ardhianti Prihastuti bersama hakim anggota Veni Wahyu Mustika Rini dan Rino Ardian Wigunadi berlangsung cukup alot. Persidangan dimulai pukul 18.20 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 22.20 WIB.

Sepanjang persidangan, terdakwa bersama tim kuasa hukumnya beberapa kali membantah keterangan para saksi yang dihadirkan JPU. Meski demikian, para saksi tetap bertahan pada keterangannya di hadapan majelis hakim.

Baca Juga :  Balon Udara Berpetasan Nyaris Ganggu Pasokan Listrik, Laporan Warga Selamatkan Jaringan SUTET di Pekalongan

Kuasa hukum terdakwa, Imam Maliki, menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam kesaksian yang disampaikan para saksi di persidangan.

“Kami melihat banyak kejanggalan, terutama terkait lima orang yang diduga turun dari mobil Xpander. Semua saksi mengaku tidak mengetahui empat orang tersebut. Artinya ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” kata Imam Maliki usai persidangan.

Menurutnya, bantahan yang disampaikan pihak terdakwa muncul karena sejumlah saksi dinilai tidak memberikan keterangan secara utuh.

“Banyak yang kami bantah. Karena menurut kami mereka sebenarnya saling mengenal, bahkan ada yang diduga teman kerja dari saksi lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Teriak 'Tembak' Saat Dikejar Polisi, Pelaku Curanmor di Pemalang Todongkan Pistol Mainan

Dalam sidang yang berlangsung hingga nyaris tengah malam itu, tim kuasa hukum terdakwa juga mengajukan video tandingan yang diputar di ruang sidang sebagai bagian dari pembelaan.

Majelis hakim kemudian meminta seluruh pihak menyepakati agar sidang berikutnya dimulai lebih awal mengingat agenda pemeriksaan saksi masih panjang. Dari total 18 saksi yang diajukan JPU, baru separuh yang diperiksa.

Sidang selanjutnya dijadwalkan kembali digelar pada Senin, 25 Mei 2026 mendatang dengan agenda melanjutkan pemeriksaan saksi dari penuntut umum.

“Dengan demikian sidang berikutnya ditunda satu minggu ke depan untuk agenda saksi dari penuntut umum. Sidang hari ini selesai dan ditutup,” tutup Ketua Majelis Hakim sembari mengetukkan palu sidang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB