PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Polisi mengungkap sejumlah fakta baru dalam kasus meninggalnya seorang perempuan berinisial SK (43), warga Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, yang ditemukan gantung diri di rumah kontrakannya di Desa Siwalan, Rabu (24/6/2026) dini hari.
Selain memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, petugas juga menemukan pesan singkat yang diduga ditulis korban kepada suaminya beberapa jam sebelum peristiwa terjadi.
Pesan tersebut berisi curahan hati mengenai kondisi ekonomi keluarga yang tengah dihadapi korban.
Kasi Humas Polres Pekalongan Ipda Warsito mengatakan, hasil pemeriksaan di lokasi kejadian maupun pemeriksaan medis tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana.
“Dari hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ataupun kekerasan pada tubuh korban. Selain bekas jeratan pada leher, tidak ada luka lain yang mengarah pada tindak kekerasan,” kata Ipda Warsito.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh suami korban. Berdasarkan keterangan saksi, pada Selasa malam sebelumnya korban masih berada di kamar kontrakan bersama suami dan anak-anaknya. Saat anggota keluarga lainnya tertidur sekitar pukul 22.00 WIB, korban diketahui masih menggunakan telepon genggam.
Namun sekitar pukul 03.00 WIB, suami korban terbangun dan mendapati istrinya sudah dalam kondisi tergantung di dalam kamar.
Suami korban sempat berusaha memberikan pertolongan dengan menurunkan tubuh korban. Akan tetapi korban sudah tidak menunjukkan respons.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada tetangga, keluarga, perangkat desa hingga diteruskan ke Polsek Sragi.
Petugas Polsek Sragi bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat petugas tiba, korban telah dipindahkan ke ruang tengah rumah dan ditutupi kain oleh keluarga.
Dari lokasi kejadian, polisi juga mengamankan alat yang digunakan korban.
Menurut Ipda Warsito, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental emosional dan sedang menghadapi persoalan ekonomi.
“Selain itu, petugas menemukan pesan singkat yang diduga ditulis korban kepada suaminya yang berisi curahan hati terkait kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan meminta keterangan sejumlah saksi, polisi menyimpulkan peristiwa tersebut merupakan kasus meninggal dunia yang tidak mengandung unsur tindak pidana.
Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan tersebut dan menyatakan tidak menghendaki dilakukannya autopsi terhadap jenazah korban.
Catatan redaksi: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, layanan kesehatan terdekat, atau hubungi orang yang dipercaya untuk mendapatkan dukungan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













