Wabup Batang Minta Sekolah Awasi Ketat Menu MBG, Selisih Harga Bisa Jadi Temuan Korupsi

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Bupati Batang Suyono meminta sekolah turut mengawasi dan mengecek kualitas menu MBG sebelum diberikan siswa karena berpotensi korupsi kalau nilainya tidak layak dan hak menolak bila memang tidak sesuai, Rabu (6/5/26).

Wakil Bupati Batang Suyono meminta sekolah turut mengawasi dan mengecek kualitas menu MBG sebelum diberikan siswa karena berpotensi korupsi kalau nilainya tidak layak dan hak menolak bila memang tidak sesuai, Rabu (6/5/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Wakil Bupati Batang, Suyono, meminta pihak sekolah aktif mengawasi kualitas dan kelayakan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya kontrol di tingkat penerima manfaat untuk mencegah penyimpangan, termasuk potensi korupsi.

Menurutnya, sekolah tidak boleh langsung menerima makanan tanpa pengecekan. Setiap paket makanan harus dipastikan layak konsumsi dan sesuai standar gizi yang ditetapkan.

“Sekolah harus membuka dan mengecek makanan yang datang. Layak atau tidak, sehat atau tidak, itu harus dipastikan,” tegas Suyono di ruang kerjanya, Rabu (6/5/26).

Ia bahkan menyinggung potensi penyimpangan anggaran jika nilai makanan yang disajikan tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Baca Juga :  Teknologi Roasting Tembikar Dikenalkan ke Petani Kopi Batang Tingkatkan Nilai Jual

“Kalau seharusnya nilainya Rp8.000 tapi yang diberikan hanya Rp5.000 atau Rp6.000, itu bisa masuk kategori korupsi. Kalau dikalikan ribuan paket dalam setahun, nilainya besar dan bisa jadi temuan,” jelasnya.

Suyono mengingatkan bahwa program MBG merupakan program strategis negara yang harus dijaga integritasnya. Ia tidak ingin program yang bertujuan mulia justru tercoreng oleh praktik tidak bertanggung jawab.

“Jangan sampai program mulia ini malah dirusak oleh penyaji yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dari operasional SPPG. Menurutnya, seluruh pengelola wajib berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup agar tidak menimbulkan masalah baru.

Baca Juga :  BDC Safari Beach Jateng Salurkan CSR Kambing Kurban di Tiga Desa Penyangga

“Pengelolaan limbah harus jelas dan bekerja sama dengan dinas terkait. Kalau tidak, itu bisa jadi beban bagi pemerintah daerah,” tandasnya.

Suyono juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada puluhan SPPG di Kabupaten Batang, meski belum semuanya beroperasi dan menjangkau seluruh sasaran penerima manfaat. Pemerintah pun masih membuka peluang penambahan titik layanan ke depan, termasuk untuk menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan wilayah terpencil.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB