Angka Putus Sekolah Tinggi, Bupati Singgung Lemahnya Pengawasan Kades di Batang

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 09:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyiapkan strategi reward berupa bantuan intensif keuangan bagi desa yang tingkat angka putus sekolah terendah, Senin (4/5/26).

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyiapkan strategi reward berupa bantuan intensif keuangan bagi desa yang tingkat angka putus sekolah terendah, Senin (4/5/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melontarkan sindiran kepada seluruh kepala desa (kades) menyusul tingginya angka anak putus sekolah di wilayahnya. Berdasarkan data Dapodik per 27 April 2026, total 3.096 anak di Kabupaten Batang tercatat drop out (DO), terdiri dari 551 siswa SD, 1.400 siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK.

Angka tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Faiz menegaskan, persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah individu semata, melainkan tanggung jawab bersama hingga ke level desa.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kepala desa harus ikut mengawasi. Jangan sampai ada anak di wilayahnya yang putus sekolah tanpa diketahui,” tegas Faiz usai upacara Hardiknas di halaman Kantor Bupati Batang, Senin (4/5/2026).

Baca Juga :  Polisi Arahkan Truk Besar Masuk Tol untuk Kurangi Risiko Kecelakaan di Pantura

Menurutnya, tingginya angka DO menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan sosial dan pemerintahan. Ia menyebut faktor ekonomi keluarga, kondisi psikologis pelajar, hingga lemahnya kontrol menjadi penyebab utama.

“Faktor ekonomi memang ada, tapi bukan satu-satunya. Ada juga faktor lingkungan, motivasi anak, hingga pengawasan dari kita sebagai pemerintah,” ujarnya.

Sebagai respons, Pemkab Batang tidak hanya mengandalkan pendekatan bantuan pendidikan, tetapi juga menerapkan strategi berbasis tekanan dan insentif kepada pemerintah desa.

Salah satu langkah tegas yang diambil adalah melibatkan langsung para kades dalam menekan angka putus sekolah. Faiz bahkan menyiapkan skema ‘reward and punishment’ berbasis kinerja desa.

“Kita akan beri reward berupa bantuan keuangan bagi desa dengan angka putus sekolah paling rendah. Ini jadi ukuran kinerja juga,” tandasnya.

Baca Juga :  Beraksi Diam-diam, Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Belik Akhirnya Terbongkar Setelah Dipergoki Ibu Angkat

Di sisi lain, pemerintah juga membuka akses pendidikan kesetaraan secara masif melalui program Paket C gratis. Tahun ini, sebanyak 2.000 anak ditargetkan bisa kembali mendapatkan pendidikan melalui jalur tersebut.

“Yang sudah terlanjur putus sekolah, kita tarik kembali lewat Paket C. Ini gratis dan kita siapkan kuota besar,” jelas Faiz.

Langkah berlapis ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Batang tidak lagi mentoleransi tingginya angka putus sekolah. Kades sebagai ujung tombak di lapangan diminta aktif melakukan pendataan, pendekatan keluarga, hingga memastikan anak-anak tetap berada di bangku pendidikan.

Dengan kombinasi intervensi langsung dan tekanan kepada aparatur desa, Pemkab Batang menargetkan penurunan signifikan angka putus sekolah dalam waktu dekat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru