Penyidikan KPK Makin Meluas, Pejabat Strategis Kabupaten Pekalongan Bergantian Jalani Pemeriksaan

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Camat Kedungwuni Bambang usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Mapolres Pekalongan, Kamis (18/6/26).

Camat Kedungwuni Bambang usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Mapolres Pekalongan, Kamis (18/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Penyidikan dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq terus bergerak ke lingkaran birokrasi. Pada hari kedua pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berlangsung di Mapolres Pekalongan Kota, sejumlah pejabat penting Pemerintah Kabupaten Pekalongan bergantian memenuhi panggilan penyidik.

Sejak pagi, aktivitas di Mapolres Pekalongan Kota masih terlihat biasa namun menjelang siang, satu per satu aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat daerah datang untuk memberikan keterangan terkait perkara yang tengah diusut lembaga antirasuah tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran mantan ajudan Fadia Arafiq, Mega Purnamasari, yang tiba sekitar pukul 09.45 WIB mengenakan pakaian batik dan masker. Tak lama kemudian menyusul Zaki Mubarok, ASN yang bertugas di RSUD Kajen  juga memasuki area pemeriksaan.

Usai diperiksa selama beberapa jam, Mega meninggalkan gedung melalui pintu belakang sekitar pukul 12.10 WIB tanpa memberikan komentar kepada awak media yang telah menunggu.

Baca Juga :  Guru Pembina Ekstrakurikuler Cabuli 5 Murid Laki-laki di Pekalongan Divonis 6 Tahun Penjara

Memasuki tengah hari, giliran Camat Kedungwuni Bambang datang memenuhi panggilan penyidik. Kehadirannya disusul Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, yang langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai dua Mapolres Pekalongan Kota.

Berbeda dengan saksi lainnya yang memilih bungkam, Bambang mengakui dirinya kembali dimintai beberapa keterangan oleh penyidik KPK namun menolak mengungkap secara detail.

“Iya diperiksa. Pertanyaannya tidak terlalu banyak. Masih terkait outsourcing saat saya menjabat sebagai Kasatpol PP,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan materi yang digali penyidik tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya, namun lagi-lagi yang bersangkutan enggan membeberkan materi pertanyaan penyidik.

“Materi pertanyaannya masih sama dengan yang lalu. Kalau yang paling substansial, silakan tanya langsung ke penyidik,” katanya.

Masuknya nama camat aktif hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam daftar saksi menunjukkan penyidik masih terus menelusuri alur informasi dan peran sejumlah pihak yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi tersebut.

Baca Juga :  Sidang Putusan Praperadilan, Hakim PN Pekalongan Sebut Penetapan AHF Tersangka Didukung Lebih Dua Alat Bukti

Sementara itu sebelumnya Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi membenarkan bahwa Mapolres kembali digunakan sebagai lokasi pemeriksaan saksi oleh tim penyidik KPK.

Menurutnya, agenda pemeriksaan berlangsung selama tiga hari mulai dari 17-19 Juni 2026 dengan jumlah saksi yang dipanggil KPK lumayan banyak.

“Informasinya hari kedua ada 14 saksi yang diperiksa oleh KPK. Kemarin sudah ada 14 orang yang diperiksa, dan besok Jumat informasinya ada delapan orang,” ungkapnya.

Dengan masih berlanjutnya pemeriksaan terhadap puluhan saksi dari berbagai unsur pemerintahan, penyidikan kasus yang menyeret Bupati Pekalongan nonaktif tersebut diperkirakan masih akan terus berkembang. Kehadiran sejumlah pejabat strategis di hadapan penyidik menjadi sinyal bahwa KPK terus memperdalam konstruksi perkara sebelum melangkah ke tahapan hukum berikutnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB