Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi hingga 2029, Target Pangkas Kesenjangan Mutu Pendidikan

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 10:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemerintah mulai bangun 500 SNT yang tersebar di 37 lokasi di 2026 dan 20 lokasi di 2027, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

Pemerintah mulai bangun 500 SNT yang tersebar di 37 lokasi di 2026 dan 20 lokasi di 2027, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

JAKARTA, KANALPLUS.ID– Pemerintah mulai menjalankan strategi baru untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah melalui pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) hingga 2029. Program ini tidak hanya menghadirkan sekolah baru, tetapi juga dirancang sebagai pusat peningkatan kualitas pendidikan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Pada tahap awal tahun 2026, 37 lokasi telah ditetapkan sebagai calon pembangunan SNT. Sebanyak 17 sekolah ditargetkan mulai menerima peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya mulai dibangun tahun ini dan dijadwalkan beroperasi pada 2027.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, Program SNT merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan anak-anak di berbagai daerah memiliki akses yang sama terhadap layanan pendidikan berkualitas tanpa harus berpindah ke kota-kota besar.

SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta murid secara optimal, serta menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Saat Guru Madrasah di Pelosok Jadi Penjaga Asa Pendidikan Tanpa Kepastian Status

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SNT menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan. Integrasi tidak hanya dilakukan pada bangunan sekolah, tetapi juga mencakup proses pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pembinaan karakter, pemanfaatan fasilitas bersama, hingga sistem penjaminan mutu.

Kemendikdasmen menargetkan sekolah-sekolah tersebut menjadi pusat berbagi praktik baik bagi sekolah lain, sehingga peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dirasakan oleh siswa yang belajar di SNT.

“Keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya, melainkan juga diukur dari semakin banyaknya guru yang berkembang keprofesioannya, meningkatnya sekolah yang saling berkolaborasi, dan bertumbuhnya mutu pendidikan di wilayah tersebut,” tegas Abdul Mu’ti.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto menjelaskan setiap SNT akan dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk mendukung proses belajar mengajar.

Fasilitas tersebut antara lain smart classroom, laboratorium terpadu, perpustakaan digital, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, sarana olahraga, hingga layanan transportasi antar-jemput bagi siswa dalam wilayah kabupaten.

Menurut Gogot, setiap sekolah juga akan memiliki karakter unggulan yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.

Baca Juga :  Bukan Soal Modal, Ini yang Dinilai Jadi Titik Lemah Koperasi Indonesia dan Kini Didorong Masuk UU

“Nantinya setiap SNT memiliki kekhasan sesuai potensi daerah masing-masing. Pendekatan pembelajaran berbasis STEAMS dipadukan dengan pembelajaran mendalam yang didukung digitalisasi pembelajaran dan pengayaan tingkat global,” ujarnya.

Artinya, sekolah di daerah pertanian dapat mengembangkan kurikulum berbasis agrikultur, sementara daerah pesisir dapat memperkuat bidang perikanan. Daerah lain juga bisa mengembangkan keunggulan seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), maupun sektor potensial lainnya.

Untuk penerimaan peserta didik baru, Kemendikdasmen memastikan seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan, inklusif, adil, dan akuntabel.

Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dijadwalkan berlangsung pada 21–24 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi pada 3 Agustus 2026, sedangkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai 10 Agustus 2026.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengakses informasi melalui kanal resmi Kemendikdasmen maupun pemerintah daerah. Masyarakat diminta mewaspadai pihak-pihak yang mengaku dapat meloloskan calon siswa dengan imbalan tertentu.

Melalui pembangunan 500 SNT hingga 2029, pemerintah berharap kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dapat ditekan, sekaligus menciptakan pusat-pusat pendidikan unggulan baru yang mampu mencetak sumber daya manusia berdaya saing global tanpa meninggalkan potensi lokal masing-masing daerah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar
Muktamar XVI Dibuka di Unimus, Tapak Suci Susun Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia
Bukan Diserbu Impor, Kemenperin Sebut Turunnya Order Ekspor Jadi Pemicu Ancaman PHK 1.500 Buruh Garmen Jateng

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB