Panitia Karnaval di Pekalongan Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Viral Picu Kontroversi

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Perwakilan panitia Ziyad Azizi memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf setelah karnaval memicu kontroversi tersebar luas di media sosial, Senin (14/9/26).

Perwakilan panitia Ziyad Azizi memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf setelah karnaval memicu kontroversi tersebar luas di media sosial, Senin (14/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Panitia Simbangkulon Night Carnival (SKNC) 2026, membenarkan adanya aksi teatrikal yang belakangan viral di media sosial karena dinilai menyerupai ritual satanik.

Aksi tersebut merupakan bagian dari karnaval yang berlangsung Kamis malam, 10 September 2026, di Jalan Raya Kertijayan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, dalam rangkaian khitanan massal ke-61 yang rutin digelar masyarakat Simbangkulon.

Perwakilan Panitia Simbangkulon Gang 1 atau Sim One, Ziyad Azizi, mengatakan pihaknya membenarkan bahwa penampilan tersebut memang terjadi dalam rangkaian karnaval.

Baca Juga :  Tiang Jaringan WiFi Roboh Timpa Rel, Perjalanan Kereta di Pekalongan Sempat Lumpuh

Namun, dia mengaku panitia tidak mengetahui secara detail konsep penampilan yang kemudian memicu kontroversi.

“Kami dari perwakilan panitia membenarkan adanya karnaval atau SKNC 2026 yang dilaksanakan Kamis malam kemarin,” kata Ziyad kepada wartawan, Senin (14/9/2026).

“Terkait dengan kejadian yang berlangsung, panitia tidak mengetahui secara detail, tapi mengiyakan kejadian itu terjadi pada malam kontes SKNC 2026,” lanjutnya.

Atas munculnya polemik tersebut, panitia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Kami dari panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas khilaf atau kekurangan kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pekalongan Masih Berjalan

Ziyad menegaskan SKNC merupakan bagian dari kegiatan khitanan massal ke-61 yang diselenggarakan masyarakat Simbangkulon.

Kontroversi muncul setelah video salah satu penampilan peserta beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat aksi teatrikal dengan kostum dan simbol tertentu serta adegan penyembelihan kambing yang oleh sebagian masyarakat dikaitkan dengan ritual satanik.

Namun, pihak tim kreatif peserta menyatakan penampilan tersebut tidak dimaksudkan sebagai ritual satanik melainkan diniatkan sebagai hiburan semata.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB