Ribuan Jamaah Padati Haul Mbah Adipati Bojong, Gus Muwafik Ingatkan Pentingnya Berguru pada Ulama Bersanad

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gus Muwafik saat memberikan tausiyah di acara haul Mbah Adipati Bojong menyinggung tradisi haul bukan sekadar mengenang tokoh agama yang telah wafat, melainkan menjadi momentum memperkuat hubungan spiritual melalui doa sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

Gus Muwafik saat memberikan tausiyah di acara haul Mbah Adipati Bojong menyinggung tradisi haul bukan sekadar mengenang tokoh agama yang telah wafat, melainkan menjadi momentum memperkuat hubungan spiritual melalui doa sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

TEGAL, KANALPLUS.ID – Ribuan jamaah memadati kawasan Makam Mbah Adipati Bojong di Desa Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (20/7/2026), untuk mengikuti pengajian umum dalam rangka Haul Mbah Adipati Bojong dan Haul Umum Desa Sumbarang. Di hadapan sekitar 1.000 jamaah, dai kondang KH Muhammad Muwafik atau Gus Muwafik mengajak masyarakat menjaga tradisi menghormati ulama dan leluhur di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Dalam tausiyahnya, Gus Muwafik menegaskan bahwa tradisi haul bukan sekadar mengenang tokoh agama yang telah wafat, melainkan menjadi momentum memperkuat hubungan spiritual melalui doa sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu.

Ia juga mengingatkan pentingnya menimba ilmu agama kepada ulama yang memiliki sanad keilmuan yang jelas agar ajaran Islam yang diterima tetap terjaga keasliannya.

Selain itu, Gus Muwafik mengajak para orang tua untuk terus membimbing generasi muda dengan nilai-nilai agama, menghormati guru, serta menjaga adab sebagai bekal menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Baca Juga :  Kota Tegal Tambah Rumah Sakit Baru, Warga Pantura Barat Kini Punya Akses Lebih Dekat ke Dokter Spesialis

Pengajian turut menghadirkan KH Sayid Zulfikar As Syaibani dari Jawa Timur. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga hadir, di antaranya Camat Jatinegara M. Sugeng yang mewakili Bupati Tegal, Kapolsek Jatinegara IPTU Marsono, Danramil Jatinegara Letda Sartimin Eko P., Pengasuh Ponpes Al-Adalah Padasari KH Tasripin Salim, Kepala Desa Sumbarang Syarifah Fadlun, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Besarnya jumlah jamaah membuat aparat keamanan menerjunkan personel gabungan untuk mengatur jalannya kegiatan. Pengamanan dilakukan oleh anggota Polsek Jatinegara, Koramil, Banser, dan Linmas yang ditempatkan di area pengajian, akses keluar masuk jamaah, hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga :  PCNU Kota Pekalongan Sebut Model One Man One Vote Terlalu 'Brutal', Usul Pemilihan Ketum PBNU Diubah

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo mengatakan kehadiran aparat bertujuan memastikan masyarakat dapat mengikuti rangkaian pengajian dengan aman dan nyaman.

“Pengamanan dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk melalui sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Kapolsek Jatinegara IPTU Marsono menambahkan pola pengamanan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami bersinergi dengan Koramil, Banser, Linmas, dan panitia. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan jamaah dapat mengikuti pengajian hingga selesai dengan nyaman,” katanya.

Rangkaian Haul Mbah Adipati Bojong pun berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Tradisi tahunan tersebut kembali menjadi ajang silaturahmi masyarakat sekaligus ruang memperkuat nilai-nilai keagamaan melalui tausiyah yang disampaikan para ulama.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid-Masjid Tertua di Luar Arab Saudi, Seberapa Jauh Usianya Jika Dibandingkan dengan Sejarah Nusantara?
Festival Hadroh Al-Banjari dan Rebana Kembali Digelar, Tahun Ini Naik Level Jadi Wali Kota Pekalongan Cup
Beri Tausiyah Maulid dan Haul di Kota Pekalongan, Mbah Ubed Sentil Pejabat Korupsi Serta Singgung Tambang
KH Muhammad Saifuddin Amirin Sebut Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremoni, tapi Harus Diamalkan
Puluhan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Pekalongan, Maulid Akbar Habib Luthfi Digelar 20 September
Gerakan RRM Muncul di Tegal, Punya Relawan Rutin Bersihkan Masjid di 27 Daerah
Gereja Pertama di KEK Industropolis Batang Siap Dibangun, Begini Penjelasan Kemenag
Haul Dihadiri Ribuan Jemaah, Rizal Bawazier Sebut Potensi Bawang Jadi Wisata Religi di Batang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 06:10 WIB

Masjid-Masjid Tertua di Luar Arab Saudi, Seberapa Jauh Usianya Jika Dibandingkan dengan Sejarah Nusantara?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Festival Hadroh Al-Banjari dan Rebana Kembali Digelar, Tahun Ini Naik Level Jadi Wali Kota Pekalongan Cup

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Beri Tausiyah Maulid dan Haul di Kota Pekalongan, Mbah Ubed Sentil Pejabat Korupsi Serta Singgung Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:01 WIB

KH Muhammad Saifuddin Amirin Sebut Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremoni, tapi Harus Diamalkan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Puluhan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Pekalongan, Maulid Akbar Habib Luthfi Digelar 20 September

Berita Terbaru