KANAL PERISTIWA — Bara dari sisa pembakaran ranting yang diduga belum sepenuhnya padam kembali memicu kebakaran sebuah gudang kayu di Gembong Timur, Gang Mawar III, RT 003/RW 002, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (21/9/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan tumpukan kayu di dalam gudang dan menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB ketika seseorang membakar ranting dan sampah lainnya menggunakan drum kosong di sekitar gudang.
Setelah selesai membakar sampah, orang tersebut meninggalkan lokasi untuk memperbaiki talang air. Sebelum pergi, dia mengaku telah memastikan api dan asap pembakaran sudah padam.
Namun, diduga masih terdapat sisa ranting yang menyimpan bara. Sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pukul 11.30 WIB, dia mendapat telepon dari warga yang mengabarkan bahwa gudang kayu milik korban terbakar.
Api dengan cepat membesar dan melahap material kayu yang berada di dalam gudang. Kondisi angin yang cukup kencang turut membuat kobaran api lebih cepat menyebar.
Petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran Kabupaten Pekalongan kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman. Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses menuju sumber air cukup sulit, ditambah kondisi angin yang kencang.
Sekitar pukul 12.59 WIB, kobaran api dilaporkan merembet ke gudang sarang burung walet yang berada di sekitar lokasi.
Personel gabungan pemadam kebakaran dari kota dan Kabupaten Pekalongan dikerahkan ke lokasi. Personil tambahan dari BPBD dan PMI setempat juga berjibaku membantu petugas di lapangan.
Kobaran api baru bisa dipadamkan setelah empat jam kemudian atau tepatnya sekitar pukul 14.30 WIB.
Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Suwarti membenarkan peristiwa kebakaran berulang tersebut dan mengingatkan masyarakat tidak sembrono membakar sampah lalu ditinggal begitu saja.
“Jadi sebaiknya hindari membakar sampah sembarangan apalagi sampai ditinggal tanpa memastikan tidak ada lagi sisa pembakaran yang berpotensi menyulut api kembali,” tegasnya.
Menurut Suwarti, berdasarkan keterangan awal dan kondisi di lokasi, kebakaran diduga dipicu sisa bara pembakaran ranting yang kembali menyala dan kemudian merembet ke material kayu.
“Meski demikian, kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












