Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Warga Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kabupaten Pekalongan antre mengisi jeriken dengan air bersih bantuan Propam Polri, Senin (21/9/2026). Foto: Istimewa & AI

Warga Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kabupaten Pekalongan antre mengisi jeriken dengan air bersih bantuan Propam Polri, Senin (21/9/2026). Foto: Istimewa & AI

KANAL PEKALONGAN — Deretan jeriken dan ember berjajar di pinggir jalan Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Warga sejak pagi menunggu dengan sabar kedatangan truk tangki yang membawa air bersih.

Bantuan itu menjadi penolong bagi sekitar 260 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Debit air sumur warga menurun sehingga kebutuhan sehari-hari semakin sulit dipenuhi.

Sebanyak 18.000 liter air bersih kemudian didistribusikan kepada warga menggunakan empat truk tangki. Tiga truk masing-masing membawa 4.000 liter, sedangkan satu truk lainnya berkapasitas 6.000 liter.

Bantuan air bersih tersebut disalurkan jajaran Divisi Propam Polda Jawa Tengah dan Propam Polres Pekalongan dalam rangka peringatan HUT ke-24 Propam Polri.

Panit VI Unit Hartib Subbidprovos Bidpropam Polda Jateng, Ipda Chamim, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan.

Baca Juga :  Abrasi Terus Menggerus Pantai Pekalongan, Ribuan Mangrove Ditanam Jadi Benteng Alami

“Di momen peringatan HUT Propam ke-24 ini, kami tidak sekadar menjalankan fungsi pengawasan internal, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat dengan bantuan air bersih,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Adapun distribusi air dilakukan di sejumlah titik permukiman yang mengalami kekeringan, antara lain kawasan Gang Kadus Bantul, Mushola Al-Mudakirin, SD Negeri 3 Kesesi, hingga Dukuh Karangmulyo.

Sementara itu Kasipropam Polres Pekalongan Iptu Edi Santoso menambahkan pihaknya sengaja berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan bantuan sampai kepada warga yang mengalami kesulitan air.

“Fokus utama kami adalah memastikan setiap rumah tangga yang membutuhkan mendapatkan jatah air bersih yang cukup,” katanya.

Baca Juga :  Bocah 7 Tahun Tewas Tertemper Kereta Api di Pekalongan

Bagi warga Dukuh Bantul, persoalan kekurangan air bukan hal baru. Kepala Dusun Bantul, Khumaedi, menyebut wilayahnya hampir setiap tahun menghadapi persoalan kesulitan air bersih ketika musim kemarau datang.

“Adanya bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat. Khususnya di Dukuh Bantul ini yang tiap tahunnya selalu kekurangan air,” terangnya.

Menurut Khumaedi, kondisi tersebut terjadi lantaran debit air sumur warga ikut menyusut saat musim kemarau.

“Jadi debit air yang ada di sumur jauh berkurang sehingga bantuan ini sangat ditunggu warga,” tuturnya.

Khumaedi berharap bantuan serupa dapat kembali diberikan jika kondisi kekeringan masih terus berlangsung.

“Semoga bantuan air bersih tidak sekali saja karena kemarau masih berlangsung dan debit air sumur belum juga kembali normal,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi
Aksi Viral Karnaval Pekalongan Bikin Heboh, Lurah Simbangkulon Akui Pemerintah Kecolongan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB