PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Aksi tawuran yang diduga telah direncanakan melalui media sosial berhasil digagalkan sebelum sempat pecah di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/6/2026) malam.
Sebanyak 11 remaja diamankan petugas Polsek Wiradesa setelah laporan warga mengungkap adanya pergerakan sekelompok anak muda yang diduga akan melakukan bentrokan di kawasan tersebut.
Kapolsek Wiradesa, Iptu Maman Sugiarto, mengatakan informasi dari masyarakat diterima sekitar pukul 22.30 WIB. Polisi kemudian bergerak cepat bersama warga menuju lokasi yang dicurigai menjadi titik kumpul para remaja.
“Sebelum terjadi bentrokan, petugas berhasil mengamankan 11 remaja yang diduga akan terlibat tawuran sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Iptu Maman.
Hasil pendataan menunjukkan, 10 remaja datang ke wilayah Pekuncen dengan mengendarai empat sepeda motor. Mereka diduga memenuhi tantangan tawuran yang disampaikan melalui media sosial oleh seorang remaja berinisial AOS (17), warga setempat.
Namun, saat polisi tiba di lokasi, sejumlah remaja lain yang diduga ikut dalam rencana tersebut memilih melarikan diri sehingga tidak berhasil diamankan.
Selain mengamankan para remaja, polisi juga menyita empat sepeda motor yang digunakan menuju lokasi. Yang mengejutkan, salah satu remaja kedapatan membawa sebuah palu yang diduga dipersiapkan sebagai alat untuk menyerang saat tawuran berlangsung.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa aksi yang direncanakan tidak sekadar adu fisik biasa, tetapi berpotensi menimbulkan korban apabila tidak lebih dulu digagalkan.
Meski demikian, polisi memilih pendekatan pembinaan karena seluruh remaja yang diamankan masih berstatus pelajar dan belum terjadi bentrokan maupun adanya korban.
Polsek Wiradesa akan memanggil orang tua masing-masing remaja serta melibatkan pemerintah desa atau kelurahan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memberikan pembinaan bersama.
“Kami juga mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama penggunaan media sosial yang kerap menjadi pemicu terjadinya tawuran,” kata Iptu Maman.
Saat ini, kesebelas remaja tersebut masih menjalani pendataan dan pembinaan di Mapolsek Wiradesa. Setelah proses selesai, mereka akan diserahkan kembali kepada orang tua dengan harapan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









