Bupati Batang Siapkan Penertiban PKL di Area Publik, Alun-alun dan Trotoar Harus Steril dari Aktivitas Berdagang

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Foto ilustrasi AI di mana trotoar kota dipenuhi aktivitas pedagang kaki lima yang menumpuk menyebabkan pejalan kaki tidak bisa menikmati kenyamanan, Kamis (11/6/26). Foto : Istimewa

Foto ilustrasi AI di mana trotoar kota dipenuhi aktivitas pedagang kaki lima yang menumpuk menyebabkan pejalan kaki tidak bisa menikmati kenyamanan, Kamis (11/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang memastikan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pusat kota akan terus dilakukan. Alun-alun, trotoar, hingga jalur pedestrian ditegaskan harus kembali berfungsi sebagai ruang publik, bukan lagi lokasi berjualan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan yang menekankan bahwa kebijakan penataan bukan berarti melarang masyarakat mencari nafkah. Namun, aktivitas ekonomi harus berlangsung di lokasi yang memang diperuntukkan sebagai area perdagangan.

Menurut Faiz, keberadaan PKL yang memanfaatkan fasilitas umum selama ini berpotensi mengurangi kenyamanan masyarakat sekaligus menurunkan daya tarik Kota Batang sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi.

“Kalau lingkungan bersih, orang akan nyaman datang ke Batang untuk berwisata, berbelanja maupun menikmati kuliner. Itu yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat pelantikan pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Batang periode 2026-2031 di Aula Kantor Bupati, Rabu (11/6/2026).

Baca Juga :  Orang Tua Murid Bisa Tunda Belanja Seragam Sekolah, Pemkab Batang Siapkan Gratis untuk Ribuan Siswa Baru

Pemkab Batang pun menyiapkan langkah relokasi sebagai solusi. Kawasan Asrama Polri direncanakan dialihfungsikan menjadi pusat kuliner atau food court untuk menampung para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Alun-alun Batang. Sementara penghuni asrama akan dipindahkan ke kawasan Gondang.

Menurut Faiz, penataan tersebut bertujuan mengembalikan fungsi alun-alun sebagai ruang terbuka yang dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Area publik harus benar-benar menjadi milik semua orang, tempat bermain, beraktivitas, dan berkumpul, bukan dikuasai untuk kepentingan tertentu,” tegasnya.

Ia juga menyoroti persoalan keadilan dalam pemanfaatan ruang publik. Jika sebagian pedagang diberi keleluasaan menempati kawasan tersebut, maka akan muncul pertanyaan mengapa pedagang lain tidak memperoleh kesempatan yang sama.

Baca Juga :  Antisipasi ISPA, Ratusan Warga di Sekitar PLTU Batang Diperiksa Kesehatan

“Kalau satu orang boleh berjualan di situ, dasar hukumnya apa? Lalu bagaimana dengan warga lain yang juga ingin berjualan? Itu justru tidak adil karena area publik tidak boleh dipetak-petak untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Selain penataan fisik, Bupati mengaitkan pembangunan daerah dengan budaya hidup bersih yang mencakup lingkungan, pola pikir, hingga integritas dalam menjalankan tata kelola pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.

Melalui penertiban ini, Pemkab Batang ingin mengubah wajah pusat kota menjadi lebih tertata sekaligus menciptakan ruang publik yang nyaman tanpa menghilangkan kesempatan masyarakat untuk berusaha. Tantangannya kini adalah memastikan proses relokasi berjalan efektif sehingga penataan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar mampu menghadirkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan hak publik atas ruang kota yang tertib dan bersih.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Desa Sekitar Lokasi Kunjungan Prabowo di Batang Dapat Kupon Makan Siang Gratis hingga Undian Sepeda Listrik
Tak Hanya Buruh Pabrik, Penjual Cilok hingga ART Jadi Sasaran KPR Subsidi di Batang
PUDAM Batang Siapkan 1.200 Sambungan Air Baru, Pasokan Air Diklaim Aman Meski Musim Kemarau
Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara
Rehabilitasi Irigasi di Batang Baru Penuhi Separuh Kebutuhan, DPUPR Ajukan Bantuan Rp60 Miliar ke Pusat
Revitalisasi Berjalan Lambat, Sekolah Rusak Berat di Batang Diperkirakan Baru Tuntas 10-12 Tahun Lagi
Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107 Juta, Jemaah Justru Diminta Lunasi Rp18 Juta
Didemo Warga, Legalitas Rumah Kos 30 Kamar di Batang Dipersoalkan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:44 WIB

Warga Desa Sekitar Lokasi Kunjungan Prabowo di Batang Dapat Kupon Makan Siang Gratis hingga Undian Sepeda Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:22 WIB

Tak Hanya Buruh Pabrik, Penjual Cilok hingga ART Jadi Sasaran KPR Subsidi di Batang

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:43 WIB

PUDAM Batang Siapkan 1.200 Sambungan Air Baru, Pasokan Air Diklaim Aman Meski Musim Kemarau

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:12 WIB

Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:14 WIB

Rehabilitasi Irigasi di Batang Baru Penuhi Separuh Kebutuhan, DPUPR Ajukan Bantuan Rp60 Miliar ke Pusat

Berita Terbaru

Ratusan atlet muda dari 15 klub bulutangkis se Kabupaten Brebes bakal baradu tangkas teplok bulu di GOR Karangbirahi demi Kejurda PBSI Brebes 2026, Jumat (31/7/26). Foto : Istimewa

Olahraga

280 Atlet Muda Berebut Tiket Kejurkab PBSI Brebes

Jumat, 31 Jul 2026 - 16:12 WIB