Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sektor produksi dan pertanian masih menjadi pekerjaan utama orang Indonesia yang porsinya hampri mencakup separuh penduduk. Foto: Ilustrasi AI

Sektor produksi dan pertanian masih menjadi pekerjaan utama orang Indonesia yang porsinya hampri mencakup separuh penduduk. Foto: Ilustrasi AI

KANAL EKONOMI – Jika membayangkan pekerjaan yang paling banyak dilakukan masyarakat Indonesia, petani mungkin menjadi salah satu profesi yang langsung muncul di pikiran. Namun, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan gambaran yang sedikit berbeda.

Kelompok pekerjaan yang paling banyak dijalani penduduk Indonesia justru adalah tenaga produksi, operator alat-alat angkutan, dan pekerja kasar.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, terdapat sekitar 146,54 juta penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, kelompok tenaga produksi, operator alat-alat angkutan dan pekerja kasar mencapai 44,04 juta orang atau 30,05 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.

Kelompok terbesar kedua adalah tenaga usaha pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan perburuan, dengan jumlah sekitar 39,85 juta orang atau 27,19 persen.

Sementara itu, tenaga usaha penjualan menempati posisi ketiga dengan sekitar 30,23 juta orang atau 20,63 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan masyarakat Indonesia masih berkaitan erat dengan aktivitas produksi, sektor primer, perdagangan, transportasi, dan pekerjaan lapangan.

8 kelompok pekerjaan terbesar

Berikut gambaran jenis pekerjaan utama penduduk Indonesia berdasarkan Sakernas Agustus 2025:

* Produksi, operator angkutan & pekerja kasar sebanyak 44,04 juta orang.

Pertanian, peternakan, kehutanan & perikanan sebanyak 39,85 juta orang.

* Penjualan sebanyak 30,23 juta orang.

* Profesional & teknisi sebanyak 10,99 juta orang.

* Jasa sebanyak 9,43 juta orang

* Tata usaha sebanyak 7,76 juta

* Lainnya sebanyak 2,50 juta

* Pimpinan & manajerial sebanyak 1,75 juta

Sumber: BPS, Sakernas Agustus 2025.

Jika disederhanakan, tiga kelompok pekerjaan terbesar saja sudah mencakup sekitar 114,1 juta pekerja, atau hampir 78 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.

BPS mencatat proporsi tenaga produksi, operator alat-alat angkutan dan pekerja kasar mencapai 30,05 persen. Berikutnya tenaga usaha pertanian mencapai 27,19 persen dan tenaga usaha penjualan 20,63 persen.

Mengapa pekerjaan produksi dan pekerja kasar menjadi yang terbesar?

Besarnya kelompok ini tidak berarti seluruh pekerjanya adalah buruh pabrik atau pekerja konstruksi.

Baca Juga :  Pesan Damai dari Iran Jadi Magnet Car Free Day Pemalang, Ratusan Warga Sambut Pesepeda Keliling Asia

Kategori tersebut merupakan kelompok pekerjaan yang cukup luas. Di dalamnya terdapat berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan proses produksi, pengoperasian alat angkutan maupun pekerjaan manual.

Termasuk di dalamnya berbagai pekerjaan operasional yang membutuhkan aktivitas fisik dan keterampilan teknis.

Besarnya kelompok ini juga menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar untuk kegiatan produksi dan pekerjaan operasional.

Pertanian masih menjadi sumber pekerjaan utama

Meskipun posisi pertama ditempati kelompok produksi dan pekerja kasar, sektor pertanian tetap menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Sebanyak 39,85 juta orang tercatat berada dalam kelompok tenaga usaha pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan perburuan.

Jumlah tersebut setara dengan 27,19 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.

Dengan kata lain, kira-kira 27 dari setiap 100 orang yang bekerja di Indonesia berada dalam kelompok pekerjaan yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, kehutanan atau perikanan.

Angka ini memperlihatkan bahwa meskipun Indonesia terus mengalami industrialisasi dan pertumbuhan sektor jasa, pekerjaan berbasis sumber daya alam masih mempunyai peran besar dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

Pedagang juga sangat banyak

Kelompok ketiga yang tidak kalah menarik adalah tenaga usaha penjualan.bBPS mencatat sekitar 30,23 juta orang berada dalam kelompok pekerjaan tersebut atau sekitar 20,63 persen dari seluruh pekerja.

Kelompok ini menggambarkan besarnya aktivitas perdagangan dalam perekonomian Indonesia.

Jika tiga kelompok terbesar digabung, jumlahnya mencapai sekitar, 44,04 juta + 39,85 juta + 30,23 juta = 114,12 juta pekerja.

Artinya, hampir 8 dari 10 pekerja Indonesia berada dalam tiga kelompok pekerjaan tersebut.

Pekerjaan profesional belum mendominasi

Di sisi lain, kelompok profesional, teknisi dan pekerjaan sejenis berjumlah sekitar 10,99 juta orang, atau sekitar 7,5 persen.

Kelompok ini mencakup berbagai pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan keahlian tertentu.

Proporsinya jauh lebih kecil dibandingkan pekerja produksi, pertanian dan penjualan.

Hal tersebut memberikan gambaran bahwa struktur tenaga kerja Indonesia masih didominasi pekerjaan operasional dan lapangan dibandingkan pekerjaan profesional berkeahlian tinggi.

Baca Juga :  Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya

Bagaimana dengan pegawai kantoran?

Kelompok tenaga tata usaha dan pekerjaan sejenis mencapai sekitar 7,76 juta orang, atau sekitar 5,3 persen.

Sementara kelompok pimpinan dan tenaga manajerial hanya sekitar 1,75 juta orang, atau sekitar 1,19 persen.

Dengan demikian, gambaran pekerja Indonesia sebenarnya jauh lebih luas daripada pegawai kantoran.

Jumlah pekerja yang aktivitasnya berlangsung di lapangan, tempat produksi, pertanian, perdagangan, transportasi maupun pekerjaan manual jauh lebih besar.

Mayoritas pekerja Indonesia masih bekerja di sektor informal

Data BPS juga menunjukkan sisi lain dari pasar kerja Indonesia. Pada Agustus 2025, sekitar 84,70 juta orang atau 57,80 persen penduduk bekerja berada dalam kegiatan informal. Sementara pekerja formal mencapai sekitar 61,84 juta orang atau 42,20 persen.

Ini berarti lebih dari separuh pekerja Indonesia masih berada dalam kegiatan ekonomi informal.

Kondisi tersebut membantu menjelaskan mengapa pekerjaan seperti perdagangan kecil, usaha mandiri, pekerjaan keluarga, pekerja bebas, serta berbagai pekerjaan lapangan tetap memiliki porsi besar dalam struktur ketenagakerjaan nasional.

Jadi, apa pekerjaan paling banyak dilakukan orang Indonesia?

Jika menggunakan klasifikasi jenis pekerjaan utama BPS, jawabannya adalah, Tenaga produksi, operator alat-alat angkutan dan pekerja kasar, dengan sekitar 44,04 juta orang.

Posisi berikutnya adalah tenaga usaha pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan perburuan dengan 39,85 juta orang, kemudian tenaga usaha penjualan dengan 30,23 juta orang.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa wajah dunia kerja Indonesia masih sangat kuat di sektor produksi, pertanian, perdagangan dan pekerjaan lapangan.

Sementara pekerjaan profesional, tata usaha dan manajerial jumlahnya relatif lebih kecil.

Data ini juga menunjukkan bahwa perubahan struktur ekonomi Indonesia belum otomatis membuat pekerjaan berbasis keahlian tinggi menjadi kelompok terbesar. Sebagian besar masyarakat masih menggantungkan penghasilan dari pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan produksi barang, distribusi, perdagangan, sumber daya alam dan aktivitas operasional sehari-hari.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya
Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional
BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah
Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal
Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang
Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya
Panen Raya Berlalu, BI Waspadai Daya Beli Petani Jateng Mulai Tertahan
Investasi Jateng Mulai Melambat, Sektor Konstruksi Ikut Terkoreksi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:51 WIB

Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:45 WIB

BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB