BPS Batang Siapkan 825 Petugas Sensus Ekonomi, Terlambat Masuk Pelatihan Langsung Dicoret

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Suasana Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS Kabupaten Batang di Hotel Parkside Kota Pekalongan, Selasa (9/6/26). Foto : Istimewa

Suasana Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS Kabupaten Batang di Hotel Parkside Kota Pekalongan, Selasa (9/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menerapkan disiplin ketat dalam menyiapkan ratusan petugas Sensus Ekonomi 2026. Bahkan, calon petugas yang terlambat mengikuti pelatihan dipastikan langsung diganti dengan peserta cadangan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya BPS memastikan kualitas pendataan ekonomi yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Batang, Heni Djumadi, menegaskan sejak proses seleksi hingga pelatihan seluruh peserta diwajibkan menjauhi tiga ‘penyakit’ yang kerap mengganggu kualitas kerja petugas lapangan, yakni Kurang Disiplin (Kudis), Kurang Rapi (Kurap) dan Kurang Teliti (Kutil).

“Jadi sejak awal tes wawancara sampai sekarang saya selalu mengingatkan agar menghindari Kudis, Kurap dan Kutil. Kalau ada yang terlambat masuk pelatihan, langsung saya ganti,” tegas Heni saat membuka pelatihan di Hotel Parkside Mandarin Kota Pekalongan, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga :  DPUPR Batang Tegas Tolak Izin Bangunan yang Abaikan Ruang Terbuka Hijau

Menurutnya, langkah tegas tersebut diambil karena BPS telah menyiapkan calon petugas cadangan yang siap menggantikan kapan saja apabila ada peserta yang tidak memenuhi standar kedisiplinan.

Sebanyak 825 calon petugas mengikuti pelatihan yang digelar serentak mulai 31 Mei hingga 11 Juni 2026. Mereka akan bertugas mendata berbagai aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung dari pintu ke pintu.

Pelatihan tersebar di empat lokasi, yakni Hotel Parkside Mandarin, Hotel Namira, Hotel Sendang Sari dan Hotel Kiyana, dengan materi yang diberikan oleh instruktur berpengalaman agar seluruh petugas memiliki pemahaman dan standar kerja yang sama.

Heni menjelaskan, keseragaman metode pendataan menjadi kunci agar data Sensus Ekonomi 2026 yang dihasilkan akurat dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.

Baca Juga :  Nelayan hingga Ponpes Jadi Sasaran, 31 Hewan Kurban dari PLTU Batang Disebar ke 25 Titik

Salah satu peserta pelatihan, Fatika, mengaku sengaja kembali mendaftar sebagai calon petugas karena ingin mengembangkan pengalaman yang diperolehnya saat bertugas pada Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.

Menurutnya, pelatihan tatap muka menjadi pelengkap materi yang sebelumnya dipelajari secara daring sehingga lebih siap menghadapi kondisi di lapangan.

“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari petugas Sensus Ekonomi 2026 karena secara kemanfaatan dapat membantu pemerintah mengetahui gambaran perekonomian di Kabupaten Batang,” ujarnya.

Pelatihan pembekalan tersebut juga dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Bapperida, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DPMPTSP, Disnaker, Disperindag, Dispermades, serta Polres Batang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Buruh Pabrik, Penjual Cilok hingga ART Jadi Sasaran KPR Subsidi di Batang
PUDAM Batang Siapkan 1.200 Sambungan Air Baru, Pasokan Air Diklaim Aman Meski Musim Kemarau
Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara
Rehabilitasi Irigasi di Batang Baru Penuhi Separuh Kebutuhan, DPUPR Ajukan Bantuan Rp60 Miliar ke Pusat
Revitalisasi Berjalan Lambat, Sekolah Rusak Berat di Batang Diperkirakan Baru Tuntas 10-12 Tahun Lagi
Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107 Juta, Jemaah Justru Diminta Lunasi Rp18 Juta
Didemo Warga, Legalitas Rumah Kos 30 Kamar di Batang Dipersoalkan
Dana Desa di Batang Terpangkas untuk Angsur KDMP Meski Belum Beroperasi, Kini Sisa Rp285 Juta
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:22 WIB

Tak Hanya Buruh Pabrik, Penjual Cilok hingga ART Jadi Sasaran KPR Subsidi di Batang

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:12 WIB

Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:14 WIB

Rehabilitasi Irigasi di Batang Baru Penuhi Separuh Kebutuhan, DPUPR Ajukan Bantuan Rp60 Miliar ke Pusat

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:29 WIB

Revitalisasi Berjalan Lambat, Sekolah Rusak Berat di Batang Diperkirakan Baru Tuntas 10-12 Tahun Lagi

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:50 WIB

Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107 Juta, Jemaah Justru Diminta Lunasi Rp18 Juta

Berita Terbaru