Dana Desa di Batang Terpangkas untuk Angsur KDMP Meski Belum Beroperasi, Kini Sisa Rp285 Juta

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 09:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tahun ini Dana Desa yang sebelumnya rata-rata mencapai Rp1 miliar kini menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar Rp285 juta sampai Rp350 juta setelah dipotong untuk mengangsur biaya pembangunan KDMP seperti diungkapkan oleh Kepala Dispermades Kabupaten Batang, Senin (27/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Tahun ini Dana Desa yang sebelumnya rata-rata mencapai Rp1 miliar kini menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar Rp285 juta sampai Rp350 juta setelah dipotong untuk mengangsur biaya pembangunan KDMP seperti diungkapkan oleh Kepala Dispermades Kabupaten Batang, Senin (27/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Pemerintah desa di Kabupaten Batang harus menerima kenyataan pahit pada tahun ini. Dana Desa yang sebelumnya rata-rata mencapai Rp1 miliar kini menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar Rp285 juta sampai Rp350 juta setelah dipotong untuk mengangsur biaya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang, Akhmad Handy Hakim, mengatakan besaran pemotongan Dana Desa mencapai Rp500 juta hingga Rp600 juta untuk setiap desa. Pemotongan tersebut dilakukan langsung dari alokasi Dana Desa yang diterima pemerintah desa.

“Karena untuk KDMP sudah dipotong. Dana Desa itu untuk pengangsuran. Tahun ini pemotongannya sampai Rp500 juta sampai Rp600 juta,” kata Handy kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Baca Juga :  Anggaran Dipangkas, TPST Sentul Batang Tetap Dikebut Dengan Resiko Kapasitas Menyusut

Menurutnya, kondisi itu membuat kemampuan fiskal desa turun tajam karena dana yang benar-benar diterima desa kini hanya berkisar Rp285 juta hingga Rp350 juta.

“Yang tadinya sampai Rp1 miliar, sekarang tinggal Rp285 juta sampai Rp350 juta saja yang diterima desa,” ujarnya.

Handy menyebut informasi yang diterima pihaknya, skema pengangsuran tersebut diperkirakan berlangsung hingga enam tahun ke depan. Artinya, pemotongan Dana Desa masih akan membebani anggaran desa dalam beberapa tahun mendatang.

Hal yang menjadi perhatian Dispermades, kata dia, pemotongan tetap diberlakukan kepada seluruh desa meskipun pembangunan fisik KDMP di sejumlah lokasi belum dimulai.

“Langsung dipotong semua. Kami juga sempat mempertanyakan, kalau bangunannya belum terbangun apakah tetap dipotong. Ternyata tetap dipotong juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tangis Bocah di Batang Pecah Setelah Tubuhnya Disambar Api, Dugaan Perundungan Jadi Sorotan

Dispermades sendiri tidak terlibat dalam proses pembangunan fisik KDMP. Handy menegaskan instansinya hanya menangani urusan aset dan penyediaan lahan, sedangkan pembangunan dilakukan oleh pihak pelaksana.

“Saya kurang tahu teknis pembangunannya, karena kami tidak membangun. Yang membangun teman-teman TNI,” jelasnya.

Di sisi lain, hingga kini aset bangunan KDMP juga belum diserahkan kepada pemerintah desa. Menurut Handy, proses serah terima masih tertunda karena belum ada kesepahaman antara para kepala desa dengan pihak terkait mengenai mekanisme dan substansi penyerahan aset.

“Penyerahan belum ada karena masih belum ada kesepahaman terkait substansi penyerahan itu. Kades-kades juga masih belum sepakat,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru