Damkar Kota Pekalongan Ungkap Pernah Terima Laporan Kebakaran Palsu, Telepon Iseng Bisa Berujung Proses Hukum

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas Damkar Kota Pekalongan merespon panggilan bantuan kebakaran yang belakangan setelah didatangi sudah dalam keadaan padam dan sempat dianggap laporan iseng atau hoaks, namun tetap direspon ke lokasi, Minggu (9/8/26). Foto : Istimewa

Petugas Damkar Kota Pekalongan merespon panggilan bantuan kebakaran yang belakangan setelah didatangi sudah dalam keadaan padam dan sempat dianggap laporan iseng atau hoaks, namun tetap direspon ke lokasi, Minggu (9/8/26). Foto : Istimewa

KANAL KOTA – Laporan kebakaran yang masuk ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekalongan tak selalu berakhir dengan petugas melakukan pemadaman. Dalam sejumlah kasus, api ternyata sudah berhasil dipadamkan warga sebelum armada tiba di lokasi.

Kondisi itu terjadi dalam laporan kebakaran yang diterima Damkar Kota Pekalongan pada Minggu (9/8/2026) di mana petugas tetap mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran laporan, meski saat tiba api sudah tidak terlihat.

Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Satpol PP Damkarmat Kota Pekalongan, Ikoa Nuska, mengatakan laporan tersebut bukan hoaks. Kebakaran memang terjadi, tetapi skalanya kecil dan berhasil ditangani warga sekitar.

“Awalnya ada laporan masuk melalui telepon, tapi saat tiba di lokasi api memang sudah dipadamkan masyarakat. Skalanya kecil dan tidak terlalu meluas,” kata Ikoa menjelaskan.

Menurut dia, kebakaran terjadi di lahan kosong di belakang rumah warga. Api sendiri berasal dari pembakaran tumpukan daun dan bagian tanaman pisang yang mengering.

Ikoa menyebut pihaknya juga telah melakukan konfirmasi kepada lurah setempat. Dari hasil pengecekan, lurah membenarkan adanya kebakaran kecil di lokasi tersebut dan memastikan api telah dipadamkan warga.

“Sudah saya konfirmasi ke Pak Lurah dan Pak Lurah juga sudah di lokasi. Mengiyakan ada kebakaran sedikit, tidak sampai menyebar ke mana-mana dan sudah dipadamkan warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sop Iga Pondok Makan Mas Pri, Andalan Kuliner Pagi hingga Siang di Jalan Veteran Pekalongan

Kasus tersebut menunjukkan bahwa laporan yang tampak seperti laporan palsu belum tentu merupakan hoaks. Petugas tetap perlu melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Di sisi lain, Damkar Kota Pekalongan mengakui pernah menemukan adanya laporan yang tidak sesuai kondisi di lapangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pengalaman sejumlah regu, terdapat sedikitnya tiga kejadian laporan kebakaran yang diduga palsu atau tidak benar. Namun, kasus tersebut tidak terjadi setiap tahun.

Ikoa mengatakan pihaknya memiliki prosedur untuk memverifikasi laporan, terutama untuk memastikan kejadian benar-benar terjadi. Untuk laporan penyelamatan seperti evakuasi ular atau biawak, petugas biasanya meminta nomor kontak pelapor, lokasi melalui fitur berbagi lokasi serta foto atau video sebagai pendukung.

“Untuk laporan penyelamatan, kami pastikan kontak person yang bisa dihubungi, kemudian share lokasi melalui WhatsApp, dan mencoba meminta video atau foto. Itu benar-benar nyata,” terangnya.

Namun, mekanisme tersebut tidak selalu mudah diterapkan dalam laporan kebakaran. Situasi kebakaran yang memicu kepanikan membuat petugas harus bergerak cepat tanpa bisa menunggu seluruh bukti visual tersedia. Karena itu, koordinasi dengan perangkat wilayah menjadi bagian penting dari proses verifikasi.

Ikoa mengatakan petugas biasanya menghubungi pihak kelurahan untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran di wilayah yang dilaporkan.

“Kami selalu menghubungi pejabat terkait di wilayah, misalkan Pak Lurah, untuk memastikan benar tidak terjadi kebakaran di wilayahnya,” paparnya.

Baca Juga :  Jukir Viral di Pekalongan, Polisi Ingatkan Jangan Paksa Pengendara Bayar Parkir Tak Resmi

Menurut dia, setiap wilayah juga memiliki jejaring informasi yang membantu petugas melakukan pengecekan secara cepat. Jika ada laporan masuk, informasi tersebut dapat segera diteruskan kepada petugas atau regu di lapangan.

Damkar mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan layanan pemadam kebakaran sebagai sarana bercanda atau melakukan laporan palsu. Ikoa menegaskan bahwa laporan palsu bukan persoalan sepele. Jika ditemukan unsur kesengajaan dan memenuhi unsur pelanggaran hukum, pelapor dapat diproses lebih lanjut.

“Kalau terjadi seperti itu, kami bisa mengusut dan bisa mengajukan pengaduan. Kami bisa menuntut secara hukum,” ujarnya.

Ia menyebut laporan palsu dapat dikategorikan memiliki konsekuensi hukum. Karena itu, masyarakat diminta memastikan informasi sebelum menghubungi petugas. Jika melihat api atau asap yang diduga berasal dari kebakaran, warga juga dianjurkan segera berkoordinasi dengan pengurus lingkungan, mulai dari RT, RW hingga kelurahan, sembari melaporkan kejadian kepada petugas terkait.

“Yang pertama, masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya dan memastikan kejadian itu benar-benar terjadi. Kalau memang terjadi kebakaran, selayaknya dilaporkan kepada petugas,” kata Ikoa.

Ia menambahkan, koordinasi dengan penanggung jawab wilayah penting dilakukan agar informasi yang diterima petugas dapat segera diverifikasi dan penanganan bisa dilakukan secara tepat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerugian Kebakaran Rumah di Pekalongan Ditaksir Rp30 Juta
Kebakaran Rumah di Pekalongan Terjadi Saat Cucu Pemilik Rumah Sendirian
Rumah Terbakar Saat Penghuni Pergi, Keluarga Korban Sebut Diduga Korsleting Listrik
Api Padam dalam 30 Menit, 80 Persen Rumah Korban Kebakaran di Pekalongan Hangus
Rumah Dua Lantai di Pekalongan Terbakar, Korban Selamat
Tak Mau Kalah, Puluhan Lansia di Kota Pekalongan ini Gelar Upacara Bendera Sendiri di Hari Kemerdekaan
Mbah Ubed: NU Harus Tetap Jadi Penjaga Moral, Dinamika Jangan Keluar dari Khittah
Terungkap, Jukir yang Terlibat Keributan di Jalan Hayam Wuruk Bukan Nama dalam Surat Tugas Dishub
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Kerugian Kebakaran Rumah di Pekalongan Ditaksir Rp30 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Rumah Terbakar Saat Penghuni Pergi, Keluarga Korban Sebut Diduga Korsleting Listrik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Api Padam dalam 30 Menit, 80 Persen Rumah Korban Kebakaran di Pekalongan Hangus

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Rumah Dua Lantai di Pekalongan Terbakar, Korban Selamat

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Tak Mau Kalah, Puluhan Lansia di Kota Pekalongan ini Gelar Upacara Bendera Sendiri di Hari Kemerdekaan

Berita Terbaru

Petugas Damkar Kota Pekalongan usai melakukan pendinginan kebakaran rumah di Desa Karangjompo, Selasa (18/9/26).

Kota Pekalongan

Kerugian Kebakaran Rumah di Pekalongan Ditaksir Rp30 Juta

Selasa, 18 Agu 2026 - 13:34 WIB