Sop Iga Pondok Makan Mas Pri, Andalan Kuliner Pagi hingga Siang di Jalan Veteran Pekalongan

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sop iga menjadi menu andalan di Pondok Makan Mas Pri karena selain rasanya nikmat juga harganya terjangkau.

Sop iga menjadi menu andalan di Pondok Makan Mas Pri karena selain rasanya nikmat juga harganya terjangkau.

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Kuah bening yang hangat, aroma rempah yang menguar, serta potongan iga sapi yang tersaji dalam mangkuk menjadi daya tarik utama Pondok Makan Mas Pri di Jalan Veteran, tepat di depan eks Kantor Kelurahan Kraton Kidul, Kota Pekalongan.

Warung makan ini menjadikan sop iga sebagai menu andalan yang banyak diburu pelanggan, terutama pegawai dan warga yang mencari menu sarapan maupun makan siang. Selain sop iga, Pondok Mas Pri juga menyediakan sop ayam, tongseng, sayur asem, pecak panggang serta beragam menu sop lainnya.

Darmawan (43), pemilik Pondok Makan Mas Pri, mengatakan usaha tersebut berawal dari racikan orang tuanya. Warung makan itu mulai dirintis keluarga pada 2019, sebelum kemudian ia melanjutkan pengelolaannya sejak 2020.

“Resepnya dari orang tua. Dulu memang langsung merintis sendiri, bukan sebelumnya kerja di restoran,” kata Darmawan kepada kanalplus.id saat datang berkunjung, Selasa (7/7/2026).

Menurut dia, sop iga dan sop ayam menjadi dua menu yang paling banyak diminati pelanggan. Cita rasa kuah yang segar dan harga yang dinilai terjangkau menjadi alasan pelanggan kembali datang.

Baca Juga :  Hasil Tes DNA Tak Identik, Kuasa Hukum Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan Ajukan Penangguhan Penahanan

“Biasanya pelanggan bilang enak dan segar. Mungkin juga karena harganya terjangkau,” ujarnya.

Dalam sehari, Pondok Makan Mas Pri mengolah sekitar 10 kilogram iga sapi. Sementara untuk menu sop ayam, kebutuhan bahan baku dapat mencapai sekitar enam ekor ayam setiap kali berjualan. Dari seluruh menu yang tersedia, warung tersebut mampu menjual antara 100 hingga 200 mangkuk dalam sehari.

Pondok Makan Mas Pri buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB. Namun, warung tersebut memilih libur pada tanggal-tanggal tua setiap bulan.

Dengan dibantu tiga karyawan, Darmawan melayani pelanggan yang sebagian besar datang dari kalangan pegawai maupun warga yang ingin menikmati sarapan dan makan siang. Ia menyebut perputaran penjualan dari seluruh menu dalam sehari berkisar Rp5 juta hingga Rp6 juta.

“Kebanyakan pembelinya pegawai, untuk makan pagi dan makan siang,” tuturnya.

Baca Juga :  Sempat Dikira Tutup, Lontong Tahu 'Dunia Lain' Pekalongan Ternyata Pindah ke Gang Sempit, Pelanggan Lama Banyak yang Kecele

Meski dikenal sebagai usaha kuliner lokal, Pondok Makan Mas Pri kini telah memiliki cabang di wilayah Noyontaan. Cabang tersebut dikelola oleh keluarga, sedangkan lokasi di Jalan Veteran tetap menjadi pusat usaha.

Salah satu pelanggan, Muhammad Slamet (35) mengaku selalu menyempatkan mampir dan memesan sop iga paling tidak dua kali dalam sepekan. Selain alasan harganya yang terjangkau, juga menunya tergolong enak dirasakan.

“Ke sini bisa seminggu dua kali untuk makan siang. Terkadang saya sama teman atau mengajak anak dan istri,” ucapnya.

Tak jarang, ia kerap membeli sop iga di Pondok Makan Mas Pri untuk di bawa pulang kalau istri sedang tidak memasak, apalagi anak-anak menyukai rasa kuah kaldunya yang sangat kuat.

“Dagingnya empuk, kuahnya nikmat apalagi dalam kondisi panas,” terangnya.

Bagi pencinta sop dengan kuah hangat dan rasa rumahan, semangkuk sop iga di Pondok Makan Mas Pri seharga Rp13.500 bisa menjadi pilihan untuk mengisi pagi maupun siang hari di Kota Pekalongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Orang Indonesia Bukan Kebal Pedas, Otaknya yang Belajar Beradaptasi
Soto Semarang Mas Bagas di Jalan Jawa Kota Pekalongan, Pilihan untuk Sarapan atau Makan Siang
10 Negara dengan Kuliner Paling Royal Menggunakan Rempah, dari Maroko hingga Indonesia
Ada Gulai Kepala Manyung Warung Mbak Lisa di Ujung Timur Pantai Sigandu, Sudah 35 Tahun Tetap Diburu
Bakmi Jowo ‘Lontrong’ Pak Tasjadi, Legenda Kuliner Hayam Wuruk Pekalongan yang Bertahan 42 Tahun Berkat Ayam Kampung dan Kulit Kering
Mengenal Pecel Bu Murni di Alun-alun Kota Pekalongan, Bertahan Hampir Setengah Abad dengan Pelanggan Setianya
Sempat Dikira Tutup, Lontong Tahu ‘Dunia Lain’ Pekalongan Ternyata Pindah ke Gang Sempit, Pelanggan Lama Banyak yang Kecele
Bertahan 40 Tahun, Leker Bara Api di Pekalongan Masih Laris Meski Terancam Tak Punya Penerus

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 05:40 WIB

Orang Indonesia Bukan Kebal Pedas, Otaknya yang Belajar Beradaptasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Soto Semarang Mas Bagas di Jalan Jawa Kota Pekalongan, Pilihan untuk Sarapan atau Makan Siang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:40 WIB

10 Negara dengan Kuliner Paling Royal Menggunakan Rempah, dari Maroko hingga Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Ada Gulai Kepala Manyung Warung Mbak Lisa di Ujung Timur Pantai Sigandu, Sudah 35 Tahun Tetap Diburu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Bakmi Jowo ‘Lontrong’ Pak Tasjadi, Legenda Kuliner Hayam Wuruk Pekalongan yang Bertahan 42 Tahun Berkat Ayam Kampung dan Kulit Kering

Berita Terbaru