BATANG, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang mulai mengubah arah pengembangan sektor pariwisata. Lima destinasi unggulan diproyeksikan menjadi wajah baru wisata Batang pada 2027 dengan konsep yang lebih berorientasi pada pengalaman wisatawan, mulai dari mangrove park, wisata healing, hingga wellness tourism.
Lima destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Pantai Sigandu, Bandar Ecopark, Agrowisata Pagilaran, Puncak Tombo, dan Curug Genting.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengatakan pengembangan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penataan kawasan, penguatan identitas destinasi, hingga penyelenggaraan event untuk menarik wisatawan.
“Kalau kami yang kami kelola, untuk revitalisasi itu kita ada Rp25 miliar. Untuk pembuatan event-nya, kita ada Rp5 miliar,” kata Ulul Azmi, Rabu (29/7/2026).
Secara total, Pemkab Batang menyiapkan anggaran Rp30 miliar. Sebanyak Rp25 miliar dialokasikan untuk revitalisasi destinasi wisata, sedangkan Rp5 miliar disiapkan untuk menggelar berbagai event sebagai daya tarik kunjungan.
Salah satu perubahan paling mencolok akan dilakukan di kawasan Sigandu. Area mangrove yang selama ini belum banyak dimanfaatkan akan disulap menjadi Mangrove Park lengkap dengan jalur pejalan kaki, panggung pandang ke arah laut, hingga pencahayaan malam agar tetap menarik dikunjungi setelah matahari terbenam.
Sementara Bandar Ecopark akan direvitalisasi dengan mempertahankan identitas air jernih yang telah dikenal sejak zaman Belanda. Perbaikan difokuskan pada kolam, wahana permainan, infrastruktur, serta penataan kawasan UMKM agar pengalaman pengunjung lebih nyaman.
Di kawasan Pagilaran, pemerintah lebih menitikberatkan pada penataan pintu masuk dan sentra UMKM. Menurut Ulul, keindahan hamparan kebun teh perlu didukung kawasan yang lebih rapi sehingga memberikan kesan positif sejak wisatawan pertama kali datang.
Konsep berbeda disiapkan untuk Puncak Tombo. Destinasi pegunungan itu akan dipromosikan sebagai lokasi menikmati matahari terbit dan terbenam dalam satu kawasan, dipadukan dengan potensi kopi, teh, hingga suasana pedesaan yang mendukung tren wisata healing.
Sedangkan Curug Genting dipersiapkan menjadi destinasi wellness tourism. Selain pembenahan ratusan anak tangga menuju air terjun, kawasan tersebut akan dilengkapi jogging track dengan memanfaatkan udara pegunungan yang masih bersih sebagai daya tarik utama.
Ulul menjelaskan, pengembangan lima destinasi itu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah. Penataan akses jalan akan didukung DPUPR, pengelolaan sampah melalui program TPS3R oleh Dinas Lingkungan Hidup, layanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, hingga promosi digital oleh Diskominfo.
Selain revitalisasi, Pemkab Batang juga menyiapkan kalender event di setiap destinasi agar kunjungan wisata tidak hanya meningkat saat libur panjang.
“Jadi Rp30 miliar itu memang jadi prioritas Bapak Bupati ke pariwisata,” ujar Ulul.
Melalui konsep baru tersebut, Pemkab Batang berharap lima destinasi prioritas tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













