Rizal Bawazier Kaget Jalan Sehat Perdana di Wuled Pekalongan Diserbu 2.000 Warga

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sebanyak 2000 warga mengikuti jalan sehat yang disokong penuh oleh Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil X Jawa Tengah Rizal Bawazier di Desa Wuled, Minggu (23/8/26). Foto: Istimewa

Sebanyak 2000 warga mengikuti jalan sehat yang disokong penuh oleh Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil X Jawa Tengah Rizal Bawazier di Desa Wuled, Minggu (23/8/26). Foto: Istimewa

KANAL PEKALONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil X Jawa Tengah, Rizal Bawazier, mengaku terkejut melihat antusiasme warga Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengikuti jalan sehat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar Pemerintah Desa Wuled itu diikuti sekitar 2.000 peserta, terdiri dari 1.500 orang dewasa dan 500 anak-anak.

Rizal yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai tingginya partisipasi warga menunjukkan olahraga bersama masih memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat.

“Terus terang saya sempat kaget karena banyak sekali yang berminat dan pesertanya juga banyak,” kata Rizal, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti jalan sehat menjadi cara positif bagi masyarakat untuk mengisi momen peringatan kemerdekaan.

Ia pun mendorong agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara perdana. Rizal berharap Pemerintah Desa Wuled dapat kembali menggelarnya tahun depan dengan konsep dan penyelenggaraan yang lebih baik.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pekalongan Masih Berjalan

“Tahun depan kita harus laksanakan lagi, karena ini bagus sekali,” ujarnya.

Rizal mengatakan kegiatan olahraga bersama tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.

Apalagi, antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana cukup tinggi. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai sekitar 2.000 orang menjadi tanda bahwa kegiatan serupa layak dipertahankan.

“Harapannya tetap menjaga sportivitas dan kebersamaan. Acara sebesar ini harus kita jaga ketenteramannya agar berjalan lancar,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi menjadi dua kategori. Anak-anak yang merupakan siswa kelas IV hingga VI SD menempuh rute sekitar 1,8 kilometer.

Sementara peserta dewasa, mulai dari pelajar SMP hingga masyarakat umum, menempuh rute sepanjang 5,6 kilometer.

Baca Juga :  Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah untuk peserta. Hadiah utama berupa uang tunai Rp5 juta, ditambah sejumlah doorprize seperti sepeda listrik, kulkas, mesin cuci, kipas angin, dan hadiah lainnya.

Rizal juga melihat kegiatan semacam ini memiliki manfaat lebih luas karena mampu menggerakkan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

Keramaian peserta membuat aktivitas pedagang dan UMKM di sekitar lokasi ikut meningkat. Kondisi tersebut dinilai menjadi nilai tambah dari kegiatan olahraga yang digelar pemerintah desa.

Bagi Rizal Bawazier, tingginya partisipasi warga pada kegiatan perdana tersebut menjadi alasan untuk terus mendorong kegiatan olahraga berbasis masyarakat.

Dari 2.000 warga yang turun ke jalan, Rizal melihat bukan sekadar ramainya sebuah acara, tetapi potensi kegiatan yang bisa dikembangkan menjadi agenda rutin sekaligus ruang untuk membangun kebersamaan warga.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB