BREBES, KANALPLUS.ID – Sekitar 300 relawan turun langsung memunguti sampah di kawasan Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Aksi ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan bagian dari upaya menjaga wajah destinasi wisata yang baru kembali dibuka agar tidak kehilangan daya tarik akibat persoalan kebersihan.
Waduk Malahayu yang sejak 2 Juni 2026 kembali dibuka untuk wisatawan kini memasuki fase penting. Setelah akses pengunjung kembali normal, perhatian masyarakat bergeser pada satu persoalan mendasar, yakni menjaga kawasan wisata tetap bersih.
Karena itulah Komunitas Peduli Sungai (KPS) Masyarakat Jaga Kali (Masjaka) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Geger Halang menggerakkan sekitar 300 orang untuk membersihkan kawasan waduk.
Peserta berasal dari pelajar SD, SMP, MTs, SMA se-Kecamatan Banjarharjo, warga Desa Malahayu, hingga berbagai unsur masyarakat.
Ketua KPS Masjaka Mahfudin mengatakan aksi tersebut telah dirancang sejak beberapa bulan lalu sebagai tindak lanjut setelah gerbang wisata dibuka kembali.
“Setelah gerbang akses masuk pengunjung dibuka pada 2 Juni lalu, kami bersepakat kegiatan berikutnya adalah bersih-bersih Waduk Malahayu. Kebersihan menjadi salah satu daya tarik utama objek wisata sehingga harus dijaga bersama,” katanya, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Mahfudin, menjaga kebersihan kawasan wisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Karena itu, komunitas lingkungan, Pokdarwis, masyarakat hingga kalangan pelajar diajak terlibat langsung agar tumbuh rasa memiliki terhadap Waduk Malahayu.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, pihaknya telah menyiapkan program Jumat Bersih yang akan dilaksanakan rutin bersama organisasi perangkat daerah serta Unit Pengelola Bendungan Malahayu.
“Kami ingin budaya menjaga kebersihan ini terus berjalan sehingga kawasan waduk tetap terawat,” ujarnya.
Selain menjadi rangkaian Hari Sungai yang diperingati pada 27 Juli lalu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Brebes.
Sementara itu, anggota Pokdarwis Geger Halang Masrawit mengatakan kebersihan menjadi syarat utama agar Waduk Malahayu mampu bersaing dengan destinasi wisata lain.
Ia berharap pengunjung ikut menjaga kawasan wisata dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, serta menjaga kelestarian ekosistem waduk.
“Kami ingin Waduk Malahayu tetap bersih, hijau, dan lestari. Kalau lingkungannya terjaga, masyarakat akan semakin nyaman berwisata dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” terangnya.
Dukungan juga datang dari pengunjung asal Kecamatan Tanjung, Dedi. Menurutnya, keterlibatan ratusan pelajar menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran lingkungan.
“Bersih-bersih waduk ini sangat bagus. Pelestarian waduk harus dimulai dari lingkungan yang bersih. Semoga Waduk Malahayu tetap menjadi destinasi wisata yang indah dan membanggakan masyarakat Brebes,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













