300 Relawan Turun ke Waduk Malahayu, Kebersihan Jadi ‘Modal Utama’ Dongkrak Wisata Brebes

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ratusan pelajar di Kecamatan Banjarhajo beramai-ramai mendatangi Waduk Malahayu dengan membawa peralatan sederhana membersihkan sampah di kawasan wisata tersebut, Sabtu (1/7/26). Foto : Istimewa

Ratusan pelajar di Kecamatan Banjarhajo beramai-ramai mendatangi Waduk Malahayu dengan membawa peralatan sederhana membersihkan sampah di kawasan wisata tersebut, Sabtu (1/7/26). Foto : Istimewa

BREBES, KANALPLUS.ID – Sekitar 300 relawan turun langsung memunguti sampah di kawasan Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Aksi ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan bagian dari upaya menjaga wajah destinasi wisata yang baru kembali dibuka agar tidak kehilangan daya tarik akibat persoalan kebersihan.

Waduk Malahayu yang sejak 2 Juni 2026 kembali dibuka untuk wisatawan kini memasuki fase penting. Setelah akses pengunjung kembali normal, perhatian masyarakat bergeser pada satu persoalan mendasar, yakni menjaga kawasan wisata tetap bersih.

Karena itulah Komunitas Peduli Sungai (KPS) Masyarakat Jaga Kali (Masjaka) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Geger Halang menggerakkan sekitar 300 orang untuk membersihkan kawasan waduk.

Peserta berasal dari pelajar SD, SMP, MTs, SMA se-Kecamatan Banjarharjo, warga Desa Malahayu, hingga berbagai unsur masyarakat.

Ketua KPS Masjaka Mahfudin mengatakan aksi tersebut telah dirancang sejak beberapa bulan lalu sebagai tindak lanjut setelah gerbang wisata dibuka kembali.

Baca Juga :  Jatibarang Jadi Pilot Project Pengawasan Dana Desa di Brebes, Warga Diminta Awasi Penggunaan Anggaran

“Setelah gerbang akses masuk pengunjung dibuka pada 2 Juni lalu, kami bersepakat kegiatan berikutnya adalah bersih-bersih Waduk Malahayu. Kebersihan menjadi salah satu daya tarik utama objek wisata sehingga harus dijaga bersama,” katanya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Mahfudin, menjaga kebersihan kawasan wisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Karena itu, komunitas lingkungan, Pokdarwis, masyarakat hingga kalangan pelajar diajak terlibat langsung agar tumbuh rasa memiliki terhadap Waduk Malahayu.

Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, pihaknya telah menyiapkan program Jumat Bersih yang akan dilaksanakan rutin bersama organisasi perangkat daerah serta Unit Pengelola Bendungan Malahayu.

“Kami ingin budaya menjaga kebersihan ini terus berjalan sehingga kawasan waduk tetap terawat,” ujarnya.

Selain menjadi rangkaian Hari Sungai yang diperingati pada 27 Juli lalu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Brebes.

Baca Juga :  Batik Salem Naik Kelas, Brebes Bidik Pasar Nasional Lewat Jogja Fashion Week 2026

Sementara itu, anggota Pokdarwis Geger Halang Masrawit mengatakan kebersihan menjadi syarat utama agar Waduk Malahayu mampu bersaing dengan destinasi wisata lain.

Ia berharap pengunjung ikut menjaga kawasan wisata dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, serta menjaga kelestarian ekosistem waduk.

“Kami ingin Waduk Malahayu tetap bersih, hijau, dan lestari. Kalau lingkungannya terjaga, masyarakat akan semakin nyaman berwisata dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” terangnya.

Dukungan juga datang dari pengunjung asal Kecamatan Tanjung, Dedi. Menurutnya, keterlibatan ratusan pelajar menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran lingkungan.

“Bersih-bersih waduk ini sangat bagus. Pelestarian waduk harus dimulai dari lingkungan yang bersih. Semoga Waduk Malahayu tetap menjadi destinasi wisata yang indah dan membanggakan masyarakat Brebes,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisata Guci Tegal Belum Pulih, Okupansi Hotel Baru Sekitar 30 Persen
5.000 Pemancing Serbu Kota Pekalongan Fishing Championship 2026 di Spot Slamaran
Domba Batur Didandani, Jadi Bintang Dadakan di Tengah Dieng Culture Festival 2026
13 Tempat di Dunia yang Sudah Didatangi Manusia Selama Ribuan Tahun dan Kini Jadi Destinasi Wisata
Batang Ubah Arah Pariwisata, Lima Destinasi Disulap Jadi Wisata Healing hingga Wellness Tourism
Dari Sawah Terendam Rob Jadi Wisata Dayung Kano, Kini Selalu Diserbu Pemburu Sunset
Di Saat Keluhan Tukang Parkir Ramai di Medsos, Ada Jalan 3 Kilometer di Pekalongan yang Justru Bebas Parkir
Wisata Kabupaten Pekalongan di Ujung Tanduk, Kunjungan Anjlok 50 Persen hingga Sejumlah Destinasi Gulung Tikar

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:31 WIB

5.000 Pemancing Serbu Kota Pekalongan Fishing Championship 2026 di Spot Slamaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Domba Batur Didandani, Jadi Bintang Dadakan di Tengah Dieng Culture Festival 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:49 WIB

13 Tempat di Dunia yang Sudah Didatangi Manusia Selama Ribuan Tahun dan Kini Jadi Destinasi Wisata

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:35 WIB

300 Relawan Turun ke Waduk Malahayu, Kebersihan Jadi ‘Modal Utama’ Dongkrak Wisata Brebes

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:22 WIB

Batang Ubah Arah Pariwisata, Lima Destinasi Disulap Jadi Wisata Healing hingga Wellness Tourism

Berita Terbaru

Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita mengungkap pihaknya hampir setiap hari menerima laporan aktivitas keuangan ilegal mulai dar scam hingga pinjol, Rabu (16/9/26).

Kota Pekalongan

OJK Tegal Akui Laporan Scam dan Pinjol Hampir Tiap Hari

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:02 WIB