Domba Batur Didandani, Jadi Bintang Dadakan di Tengah Dieng Culture Festival 2026

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Puluhan domba khas Batur meramaikan Dieng Culture Festival 2026 yang didandani oleh pemiliknya mampu menarik wisatawan, Sabtu (29/8/26). Foto: Istimewa

Puluhan domba khas Batur meramaikan Dieng Culture Festival 2026 yang didandani oleh pemiliknya mampu menarik wisatawan, Sabtu (29/8/26). Foto: Istimewa

KANAL WISATA — Bukan hanya panggung pertunjukan dan tradisi budaya yang menarik perhatian wisatawan di Dieng Culture Festival (DCF) 2026. Puluhan domba Batur justru menjadi bintang dadakan setelah tampil dengan pakaian dan aksesori warna-warni di tengah keramaian festival.

Domba-domba berukuran kecil yang sudah didandani itu membuat sejumlah pengunjung berhenti untuk melihat lebih dekat. Bahkan, wisatawan diperbolehkan menggendong dan berfoto bersama karena domba Batur dikenal memiliki karakter yang jinak.

“Dombanya lucu, unik, apalagi didandani seperti ini. Anak-anak juga pasti senang melihatnya,” kata Rahmatul Aufa, wisatawan asal Pekanbaru, Sabtu (29/8/2026).

Penampilan menggemaskan tersebut merupakan bagian dari Festival dan Kontes Domba Batur yang digelar dalam rangkaian DCF 2026.

Di balik tubuhnya yang terlihat lucu saat berada di arena festival, domba Batur sebenarnya merupakan salah satu ternak unggulan Kabupaten Banjarnegara. Domba ini berkembang di kawasan Kecamatan Batur, dataran tinggi Dieng, dan dikenal memiliki tubuh besar serta bulu yang lebat.

Baca Juga :  10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Peternak domba Batur, Sutopo, mengatakan ukuran tubuh menjadi salah satu keunggulan ternak tersebut.

“Domba Batur ini bulunya tebal dan badannya besar. Kalau sudah dewasa, bobotnya bisa mencapai sekitar 120 kilogram,” ujarnya.

Karakteristik tersebut membuat domba Batur memiliki nilai ekonomi bagi peternak. Selain dikembangkan sebagai ternak potong, domba dengan kualitas tertentu juga dipelihara oleh penghobi dan diikutkan dalam berbagai kontes.

Bagi peternak, kontes bukan sekadar ajang mencari juara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kualitas domba Batur kepada masyarakat yang lebih luas.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Firman Sapta Aji mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan domba Batur sebagai salah satu potensi peternakan khas daerah.

“Domba Batur merupakan salah satu potensi unggulan Banjarnegara. Kami ingin masyarakat semakin mengenal bahwa ada ternak khas dari dataran tinggi Dieng yang memiliki keunikan dan nilai ekonomi,” katanya.

Baca Juga :  PLTA Garung Unit 2 Berhasil Black Start, Disiapkan untuk Pulihkan Listrik Saat Sistem Padam

Populasi domba Batur di Kecamatan Batur saat ini diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu ekor. Pengembangan populasi terus dilakukan dengan tetap mempertahankan karakteristik yang menjadi ciri khas domba Batur.

Festival dalam rangkaian DCF 2026 menjadi salah satu cara membawa domba Batur keluar dari kandang peternak dan mempertemukannya langsung dengan wisatawan.

Domba yang biasanya hanya dilihat di lingkungan peternakan kini menjadi bagian dari atraksi festival. Pengunjung tidak hanya dapat melihat dari dekat, tetapi juga berinteraksi dan mengabadikan momen bersama ternak tersebut.

Kehadiran domba Batur sekaligus memperlihatkan bahwa DCF tidak hanya menjadi panggung bagi seni dan tradisi masyarakat Dieng. Potensi peternakan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga juga ikut diperkenalkan kepada wisatawan.

Bagi Banjarnegara, domba Batur bukan sekadar ternak. Di balik bulu tebal dan tubuh besarnya, ada potensi ekonomi sekaligus identitas peternakan yang tumbuh dari kawasan dataran tinggi Dieng.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia
Wisata Guci Tegal Belum Pulih, Okupansi Hotel Baru Sekitar 30 Persen
5.000 Pemancing Serbu Kota Pekalongan Fishing Championship 2026 di Spot Slamaran
13 Tempat di Dunia yang Sudah Didatangi Manusia Selama Ribuan Tahun dan Kini Jadi Destinasi Wisata
300 Relawan Turun ke Waduk Malahayu, Kebersihan Jadi ‘Modal Utama’ Dongkrak Wisata Brebes
Batang Ubah Arah Pariwisata, Lima Destinasi Disulap Jadi Wisata Healing hingga Wellness Tourism
Dari Sawah Terendam Rob Jadi Wisata Dayung Kano, Kini Selalu Diserbu Pemburu Sunset
Di Saat Keluhan Tukang Parkir Ramai di Medsos, Ada Jalan 3 Kilometer di Pekalongan yang Justru Bebas Parkir

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 09:19 WIB

Wisata Guci Tegal Belum Pulih, Okupansi Hotel Baru Sekitar 30 Persen

Minggu, 6 September 2026 - 11:31 WIB

5.000 Pemancing Serbu Kota Pekalongan Fishing Championship 2026 di Spot Slamaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Domba Batur Didandani, Jadi Bintang Dadakan di Tengah Dieng Culture Festival 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:49 WIB

13 Tempat di Dunia yang Sudah Didatangi Manusia Selama Ribuan Tahun dan Kini Jadi Destinasi Wisata

Berita Terbaru