PEMALANG, KANALPLUS.ID – Musibah banjir bandang yang menerjang Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, awal 2026 sempat membuat Ahmad Nur Faizin kehilangan tempat tinggal. Namun, enam bulan kemudian, ia akhirnya bisa kembali menempati rumah layak huni berkat bantuan yang dihimpun Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang bersama LAZISMU setempat.
Komitmen mendampingi penyintas bencana itu ditandai dengan penyerahan simbolis kunci rumah kepada Ahmad Nur Faizin di Desa Penakir, Minggu 12 Juli 2026. Meski rumah tersebut telah ditempati sejak sebelum Iduladha, seremoni dilakukan sebagai bentuk peneguhan bahwa proses pemulihan korban bencana tidak berhenti pada penanganan darurat.
Ketua PDM Pemalang, Sapto Suhendro, mengatakan bantuan rumah merupakan wujud kepedulian warga Muhammadiyah terhadap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
“Alhamdulillah hari ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah bersama LAZISMU Pemalang, MDMC, dan Ortom melaksanakan serah terima kunci rumah hunian di Desa Penakir. Selain rumah, kami juga menyalurkan bantuan air bersih dan RendangMu sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang terdampak musibah,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Rumah permanen tersebut dibangun dari awal dengan anggaran sekitar Rp60 juta. Proses pembangunan dimulai pada April 2026 dan berhasil diselesaikan pada Mei 2026 sehingga dapat segera dihuni oleh keluarga penerima manfaat.
Tak hanya membangun rumah, Muhammadiyah dan LAZISMU juga memberikan berbagai bantuan lain berupa perlengkapan rumah tangga, kebutuhan konsumsi, distribusi air bersih, hingga RendangMu untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan pascabencana.
Sapto mengapresiasi partisipasi warga Muhammadiyah di Kabupaten Pemalang yang telah bergotong royong menghimpun donasi sehingga bantuan dapat diwujudkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Pemalang, yang telah ikut berpartisipasi. Semoga musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Bagi Ahmad Nur Faizin, rumah tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan harapan baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.
“Alhamdulillah, terima kasih sekali kepada LAZISMU yang sudah memberikan bantuan rumah kepada kami. Sangat membantu, karena kalau tidak ada bantuan ini mungkin kami juga bingung harus tinggal di mana,” ungkapnya.
Penyerahan simbolis rumah turut dihadiri Kepala Desa Penakir Agus, jajaran PDM Pemalang, LAZISMU, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta organisasi otonom Muhammadiyah.
Melalui bantuan tersebut, Muhammadiyah Pemalang berharap proses pemulihan warga terdampak banjir tidak hanya berhenti pada bantuan tanggap darurat, tetapi juga mampu mengembalikan rasa aman dan harapan bagi keluarga penyintas untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












