PEMALANG, KANALPLUS.ID – Suara mesin truk tangki yang memasuki Dusun Dukuh Tumbu, Desa Pulosari, Kabupaten Pemalang, langsung mengundang warga berdatangan. Mereka membawa ember, jeriken hingga selang untuk mengisi tandon. Air bersih yang baru datang itu menjadi harapan di tengah kemarau panjang yang telah berlangsung sekitar dua bulan.
Pemandangan tersebut kembali terlihat saat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang menggelar dropping air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Koordinator Tim MDMC PDM Pemalang Dedi Kuntoro mengatakan, pada distribusi kali ini pihaknya menyalurkan 8.000 liter air bersih untuk warga di Dusun Dukuh Tumbu. Bantuan tersebut merupakan dropping kedua yang dilakukan pada musim kemarau tahun ini.
“Hari ini kami dropping air bersih sebanyak 8.000 liter. Ini sudah yang kedua kalinya pada tahun ini,” katanya kepada kanalplus.id, Minggu (12/7/2026).
Bagi MDMC, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi sosial sesaat. Selama lima tahun terakhir organisasi kemanusiaan Muhammadiyah itu rutin menggelar distribusi air bersih setiap musim kemarau di wilayah rawan kekeringan.
Bahkan pada musim kemarau tahun lalu, total bantuan yang berhasil disalurkan mencapai 1 juta liter air bersih.
“Tahun kemarin sudah sampai 1 juta liter. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa kembali memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Dedi.
Ia mengaku kondisi masyarakat di lapangan menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan air bersih. Setiap kali truk tangki tiba, warga langsung mengantre bahkan berebut untuk mendapatkan air.
“Ketika air datang, warga langsung berebut karena memang kebutuhannya sangat mendesak,” ungkapnya.
MDMC memfokuskan distribusi bantuan di dua kecamatan yang selama ini menjadi langganan kekeringan, yakni Kecamatan Pulosari dan Belik. Setelah menyelesaikan distribusi di Pulosari, bantuan akan dilanjutkan ke wilayah Belik.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga Oktober dengan puncak kekeringan pada Agustus hingga September. Menurutnya, kondisi tahun ini lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya.
“BPBD mencatat sekitar 93 ribu kepala keluarga di tujuh kecamatan terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD bersama PMI, Perumda Air Minum dan berbagai komunitas relawan mendistribusikan hampir 100 ribu liter air bersih setiap hari,” ungkapnya.
Meski bantuan terus berdatangan, kebutuhan air bersih masih sangat tinggi. Sebagian besar warga di wilayah pegunungan seperti Pulosari masih mengandalkan tampungan air hujan. Saat musim kemarau datang dan cadangan air habis, bantuan dari pemerintah maupun relawan menjadi satu-satunya sumber air bagi ribuan keluarga.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













