BPI, UNDIP dan Pemkab Batang Teken Komitmen Pemulihan Ekosistem Pesisir

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penandatanganan MoU oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Rektor Undip Suharnomo, Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia Naofumi Yasuda, Senin (26/10/26). Foto: dik istimewa

Penandatanganan MoU oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Rektor Undip Suharnomo, Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia Naofumi Yasuda, Senin (26/10/26). Foto: dik istimewa

KANAL BATANG — Material sisa pembakaran batu bara kini menjalani peran baru di perairan Batang seperti menjadi rumah bagi ikan dan media pemulihan terumbu karang. Melalui pengembangan Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR), PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Pemerintah Kabupaten Batang menunjukkan bahwa riset, industri dan kebijakan daerah dapat bertemu dalam satu solusi nyata.

AFA dan APR merupakan habitat buatan yang dikembangkan dari Fly Ash and Bottom Ash (FABA) PLTU Batang. AFA berfungsi menyediakan dan memperluas ruang hidup ikan, sementara APR mendukung pemulihan habitat dasar laut serta pertumbuhan terumbu karang.

Pendekatan ini sekaligus menerapkan prinsip ekonomi sirkular, dengan tetap mengedepankan kajian ilmiah, pengelolaan bertanggung jawab, dan pemantauan berkala.

Kolaborasi BPI dan UNDIP telah menghasilkan pemasangan 4 unit AFA dan 8 unit APR selama periode 2020–2025. Pada 2026, program diperluas melalui penambahan 12 unit AFA dan 10 unit APR.

Hasil pemantauan UNDIP pada 2025 di salah satu unit APR di Karang Sebapang mencatat kehadiran 19 spesies ikan karang dengan total 208 individu. Angka tersebut menjadi indikasi awal bahwa habitat buatan mampu mendukung kehidupan biota laut.

Namun, pihak-pihak yang terlibat menegaskan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada jumlah unit yang dipasang. Pemantauan terhadap pertumbuhan karang, keanekaragaman hayati, dan fungsi habitat ikan akan terus dilakukan agar evaluasi dilandasi data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Libur Sekolah Berakhir, 101 Ribu Penumpang Padati Stasiun Pekalongan: Jakarta hingga Surabaya Jadi Tujuan Favorit

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menilai kolaborasi pemerintah, akademisi dan dunia usaha sebagai kunci mengubah temuan penelitian menjadi solusi pembangunan daerah.

“Hasil penelitian harus diwujudkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Batang, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, hilirisasi riset tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi. Keberhasilannya juga ditentukan oleh penerapan di lapangan, manfaat bagi lingkungan, serta keberlanjutannya bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Batang juga berencana mengembangkan area implementasi AFA-APR sebagai destinasi eduwisata. Langkah ini diharapkan membuat masyarakat lebih dekat dengan isu konservasi laut, sekaligus membuka ruang edukasi berbasis pengalaman di pesisir Batang.

Bupati Batang menekankan bahwa nelayan dan masyarakat pesisir juga perlu dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan, pemeliharaan dan pemantauan program. Dengan pelibatan tersebut, manfaat ekologis dan ekonomi diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo menyebut kolaborasi dengan BPI sebagai wujud komitmen kampus untuk menghadirkan riset yang menjawab kebutuhan nyata.

“UNDIP mengapresiasi kerja sama dengan PT Bhimasena Power Indonesia dalam pengembangan dan hilirisasi riset AFA dan APR,” katanya.

Ia menyebut kolaborasi ini merupakan wujud komitmen UNDIP untuk terus bergerak bersama dunia industri dan menjawab kebutuhan industri di Kabupaten Batang melalui riset, inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  Klinik Mediska Pekalongan Layani Masyarakat Umum dan Pasien BPJS

Sementara itu, Chief Operating Officer BPI, Naofumi Yasuda, menegaskan bahwa pengembangan AFA dan APR merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus dukungan terhadap pengelolaan lingkungan dan pelestarian ekosistem pesisir.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi di Batang, kami senantiasa membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya bahwa hasil terbaik dapat dicapai ketika semua pihak bekerja bersama sebagai satu tim,” terang Naofumi Yasuda.

BPI juga berupaya memenuhi komitmen pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dokumen AMDAL, termasuk Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL). Upaya tersebut mencakup perlindungan ekosistem pesisir serta pemantauan kondisi lingkungan dan keanekaragaman hayati bersama mitra berkompetensi ilmiah.

Program ini tidak berhenti pada pembangunan habitat buatan. BPI bersama pemerintah dan pemangku kepentingan juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat pesisir, antara lain pelatihan perawatan dan perbaikan mesin kapal, bantuan 11 unit mesin kapal untuk 11 kelompok nelayan, jaminan kesehatan bagi 149 nelayan, bedah rumah bagi tiga keluarga nelayan di Roban Timur, pemasangan listrik gratis, serta penanaman mangrove di pesisir Batang.

Melalui pendekatan ini, AFA dan APR tidak hanya berfungsi sebagai struktur di dasar laut. Keduanya menjadi simbol upaya mengubah material sisa menjadi ruang hidup baru bagi biota laut, sekaligus mengubah riset menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat pesisir Batang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Perpanjang Diskon Tiket hingga 50 Persen bagi Veteran LVRI Hingga Tiga Tahun
Persiapan Hadapi Cuaca Ekstrim, KAI Daop 4 Semarang Cek Dapsus di Pekalongan
Stasiun Pekalongan Layani Lebih dari 1 Juta Penumpang hingga Kuartal III 2026
KA Argo Bromo Anggrek Bakal Kembali Berhenti di Pekalongan Mulai November 2026
Mulai 1 Oktober, KA Muria Layani 12 Perjalanan Semarang-Pekalongan-Jakarta
KAI Perketat Pengamanan Jalur KA Saat Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian Maulid di Pekalongan
Harpelnas 2026, Adira Finance Banjarnegara Tebar Promo hingga Cashback Rp1 Juta
KAI Tambah Kapasitas, 11.545 Penumpang Dilayani Stasiun Pekalongan di Tengah Dampak Erupsi Krakatau

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPI, UNDIP dan Pemkab Batang Teken Komitmen Pemulihan Ekosistem Pesisir

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

KAI Perpanjang Diskon Tiket hingga 50 Persen bagi Veteran LVRI Hingga Tiga Tahun

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Persiapan Hadapi Cuaca Ekstrim, KAI Daop 4 Semarang Cek Dapsus di Pekalongan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Stasiun Pekalongan Layani Lebih dari 1 Juta Penumpang hingga Kuartal III 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 07:26 WIB

KA Argo Bromo Anggrek Bakal Kembali Berhenti di Pekalongan Mulai November 2026

Berita Terbaru