PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Peristiwa memilukan terjadi sebuah rumah kos di Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Seorang ibu rumah tangga berinisial SSP (44) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di pintu kamar kos yang selama ini ditempatinya bersama sang suami.
Peristiwa tragis itu terjadi pada dini hari. Korban yang diketahui sedang mengandung empat bulan tersebut diduga mengalami tekanan batin setelah uang hasil jerih payahnya yang dipinjam sejumlah orang tak kunjung kembali.
Kepala Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Hadi Suwito, mengatakan korban merupakan warga Desa Depok yang selama ini tinggal di kos-kosan di Desa Siwalan untuk menjalankan usaha tempe keripik bersama suaminya.
“Korban dan suaminya sehari-hari membuat tempe keripik lalu dititipkan ke warung-warung. Mereka tinggal di kos di Desa Siwalan,” kata Hadi saat dihubungi kanalplus.id, Rabu (24/6/2026).
Menurut keterangan yang diterimanya dari pihak keluarga, hingga beberapa jam sebelum kejadian tidak terlihat tanda-tanda mencurigakan. Korban bahkan masih berkomunikasi melalui pesan WhatsApp dengan rekannya.
Namun sekitar pukul 03.00 WIB, suami korban terbangun dan mendapati istrinya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan kain berwarna hitam yang diikatkan pada pintu kamar.
“Suaminya mengabari saya menjelang subuh. Saat ditemukan, korban sudah dalam posisi tergantung di pintu kamar,” ujarnya.
Hadi menuturkan, berdasarkan cerita yang disampaikan suami korban, pada malam sebelum kejadian korban sempat berusaha menagih uang sekitar Rp3 juta kepada seseorang yang sebelumnya meminjam uang darinya. Namun uang tersebut belum juga berhasil diperoleh kembali.
Korban selama ini dikenal kerap meminjamkan uang kepada beberapa orang. Kondisi tersebut diduga membuat keuangan keluarga menjadi tertekan karena sebagian hasil usaha mereka belum kembali.
“Kalau permasalahan rumah tangga tidak ada. Tetapi memang korban punya uang yang kerap dipinjam oleh orang lain. Orang yang dipinjami juga kesulitan mengembalikan,” jelasnya.
Kabar meninggalnya korban semakin menyisakan kepedihan setelah diketahui ia tengah menanti kelahiran buah hati dari pernikahan keduanya yang baru berjalan sekitar satu tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, usia kandungannya telah memasuki empat bulan.
“Masih hamil sekitar empat bulan. Baru beberapa waktu lalu keluarga mengadakan syukuran kehamilan,” ungkap Hadi.
Jenazah korban sempat menjalani proses identifikasi oleh petugas kepolisian sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Depok untuk dimakamkan.
Disclaimer: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, layanan kesehatan terdekat, atau hubungi orang yang dipercaya untuk mendapatkan dukungan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













