Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penyidik KPK meminjam ruangan di lantai dua Mapolres Pekalongan untuk memeriksa tujuh saksi yang dimintai keterangannya mulai dari pejabat penting Pemkab Pekalongan hingga swasta dan pihak di luar pemerintahan, Jumat (19/6/26).

Penyidik KPK meminjam ruangan di lantai dua Mapolres Pekalongan untuk memeriksa tujuh saksi yang dimintai keterangannya mulai dari pejabat penting Pemkab Pekalongan hingga swasta dan pihak di luar pemerintahan, Jumat (19/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara yang menyeret mantan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terus bergerak menelusuri berbagai pihak yang diduga mengetahui proses pengelolaan aset. Salah satu yang dimintai keterangan adalah Notaris sekaligus PPAT Farah Diba, yang selama ini dikenal menangani berbagai urusan pertanahan milik mantan orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut.

Usai menjalani pemeriksaan, Farah Diba tidak banyak memberikan penjelasan mengenai materi pertanyaan penyidik. Namun, ia membenarkan bahwa dirinya dimintai keterangan terkait sejumlah aset yang menjadi bagian dari proses penyidikan KPK.

“Ditanya soal aset,” ujarnya singkat kepada wartawan yang mencegat, Jumat (19/6/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai lokasi aset yang dimaksud, Farah menjelaskan bahwa pembahasan penyidik berkaitan dengan total 39 aset yang sebelumnya menjadi perhatian KPK.

Baca Juga :  PPP Jateng Genjot Konsolidasi Akar Rumput, Muscab Serentak Jadi Start Mesin Politik Pemilu

“Yang tujuh tidak termasuk, hanya yang 32 disita,” katanya tanpa memberikan rincian lebih jauh mengenai lokasi maupun status masing-masing aset.

Pernyataan tersebut sekaligus menguatkan bahwa notaris yang berkantor di wilayah Sragi itu memang memiliki peran dalam pengurusan berbagai aset milik Fadia Arafiq. Meski demikian, Farah memilih tidak membuka detail proses maupun dokumen yang menjadi materi pemeriksaan karena masih merupakan bagian dari penyidikan yang sedang berjalan.

Sikap irit bicara itu membuat proses pemeriksaan notaris tersebut justru memunculkan perhatian tersendiri. Di tengah rangkaian pemeriksaan sejumlah pejabat dan pihak swasta di Pekalongan, keterlibatan seorang notaris dinilai penting karena berkaitan dengan administrasi dan legalitas kepemilikan aset.

Baca Juga :  Dua Saksi Meringankan di Perkara Gacon Sebut Terdakwa Beri Tempat Tinggal dan Pekerjaan

KPK sendiri sebelumnya diketahui telah menyita puluhan aset yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut. Dari total 39 aset yang sempat menjadi perhatian penyidik, sebanyak 32 di antaranya telah disita, sementara tujuh aset lainnya disebut tidak termasuk dalam objek penyitaan.

Hingga kini, penyidik KPK masih menggali ketetangan sejumlah saksi mulai dari pejabat tinggi hingga pihak swasta dan pihak di luar pemerintahan.

Kemudian juga belum ada penjelasan resmi mengenai substansi pemeriksaan terhadap Farah Diba maupun hubungan spesifik setiap aset dengan perkara yang tengah ditangani. Namun pemeriksaan terhadap notaris kepercayaan mantan bupati tersebut memperlihatkan bahwa penelusuran aliran aset dan dokumen kepemilikan masih menjadi salah satu fokus penting dalam proses penyidikan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB