Dua Saksi Meringankan di Perkara Gacon Sebut Terdakwa Beri Tempat Tinggal dan Pekerjaan

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dua saksi meringankan terdakwa disumpah dalam sidang lanjutan perkara Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan, Rabu (1/7/26).

Dua saksi meringankan terdakwa disumpah dalam sidang lanjutan perkara Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan, Rabu (1/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Dua saksi meringankan yang dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara Purwanto alias Gacon di Pengadilan Negeri Pekalongan mengungkap sisi lain kehidupan terdakwa. Di hadapan majelis hakim, keduanya mengaku pernah berada dalam kondisi sulit sebelum akhirnya ditampung dan diberi pekerjaan oleh terdakwa.

Salah satu saksi, Liana Trisanti, mengaku telah tinggal bersama keluarganya di rumah terdakwa selama lebih dari enam tahun. Menurutnya, ia bersama suami dan anaknya memperoleh tempat tinggal setelah mengalami persoalan saat bekerja di luar daerah.

“Saya dulu sama anak saya pernah kerja di daerah Panjatan. Tidak boleh pegang HP, makan dibatasi, tidak boleh keluar rumah. Lalu saya ditolong Bapak dan Ibu, disuruh tinggal di sana bersama anak saya,” ungkap Liana di persidangan, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Setelah Pikir-pikir Ketua Lindu Aji Pekalongan Putuskan Banding atas Vonis 6 Bulan Kasus Gacon

Selain menyediakan tempat tinggal, Liana menyebut terdakwa juga menanggung kebutuhan hidup keluarganya, termasuk biaya pendidikan anaknya yang kini duduk di bangku SMK.

“Biaya sekolah, makan, semua ditanggung beliau,” katanya.

Kesaksian serupa disampaikan saksi lainnya, Warsito. Buruh harian lepas itu mengaku sebelum mengenal terdakwa dirinya kerap tidur di kawasan Nol Kilometer Pekalongan.

Ia bercerita dikenalkan kepada terdakwa oleh seorang tukang ojek yang biasa mangkal di kawasan tersebut. Sejak itu, ia diberi pekerjaan membantu di rumah sekaligus diminta tinggal di kediaman terdakwa.

“Daripada saya tidur di Nol Kilometer, saya disuruh tinggal di rumah Pak Dwi (terdakwa),” ujar Warsito.

Menurut Warsito, pekerjaan yang diberikan bukan pekerjaan tetap, melainkan membantu pekerjaan rumah secara sukarela.

“Saya bantu-bantu saja di rumah. Kan saya dikasih makan, jadi tidak enak kalau diam terus,” tuturnya.

Baca Juga :  Tangis Pecah di Sidang Gacon di Pekalongan, Saksi Meringankan Sebut Nasib 18 Orang dan Istri Hamil Anak Kembar Bergantung pada Terdakwa

Di hadapan majelis hakim, kedua saksi juga menggambarkan terdakwa sebagai pemilik bengkel las yang selama ini aktif melakukan kegiatan sosial. Mereka menyebut terdakwa kerap membantu korban banjir dan longsor, memberikan bantuan kepada warga kurang mampu, hingga mendukung pembangunan fasilitas umum.

Warsito juga mengungkapkan terdakwa merupakan Ketua Ormas Lindu Aji yang menurut sepengetahuannya bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Meski demikian, baik Liana maupun Warsito mengaku tidak mengetahui secara rinci aktivitas terdakwa pada malam hari maupun keterkaitannya dengan perkara yang sedang disidangkan.

Keterangan kedua saksi tersebut merupakan bagian dari pembelaan terdakwa dan akan dipertimbangkan majelis hakim bersama seluruh alat bukti serta fakta persidangan sebelum menjatuhkan putusan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Berita Terbaru