Soal Rekening dan Emas yang Disita KPK, Kuasa Hukum Fadia Arafiq: Banyak Berasal dari Bisnis Sebelum Menjabat

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Fadlila Diani Putri kuasa hukum Fadia Arafiq saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang tunggu Mapolres Pekalongan Kota, Rabu (17/6/26).

Fadlila Diani Putri kuasa hukum Fadia Arafiq saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang tunggu Mapolres Pekalongan Kota, Rabu (17/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Rangkaian pemeriksaan aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Pekalongan Kota terus mengarah pada penelusuran aset dan transaksi keuangan yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi pengadaan barang dan jasa yang menjerat mantan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Di tengah proses tersebut, kuasa hukum Fadia Arafiq dari LNP Nasution Partner, Fadlila Diani Putri, memberikan penjelasan mengenai temuan sejumlah rekening serta barang berharga yang sempat diamankan penyidik.

Menurut Fadlila, rekening yang menjadi perhatian penyidik bukan seluruhnya dibuka saat Fadia menjabat sebagai Bupati Pekalongan, melainkan sudah dimiliki jauh sebelumnya untuk mendukung berbagai aktivitas usaha.

“Sebenarnya sebelum menjabat, Ibu itu sudah banyak rekening. Karena transaksi bisnis Ibu seperti batik, daster, dan lain-lain memang sebelumnya sudah ada. Ibu juga sudah punya obligasi, punya saham, dan lain-lain sebelum menjabat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya

Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci jumlah rekening yang dimiliki kliennya karena pendampingan terkait administrasi aset ditangani tim kuasa hukum lain.

“Kalau berapanya saya kurang detail, karena saya mendampingi saja,” katanya.

Selain rekening, Fadlila juga menyinggung pemeriksaan terkait perhiasan emas yang sebelumnya ikut diamankan penyidik KPK.

Menurutnya, salah satu barang yang telah dikembalikan adalah kalung milik almarhum ayah Fadia Arafiq karena dinilai tidak berkaitan dengan perkara yang sedang disidik.

“Soal emas yang kami ketahui dan sudah dibalikan sama penyidik itu adalah kalung yang dipakai almarhum bapaknya Ibu. Jadi semua emas-emasan yang memang tidak terkait dengan kasus ini sudah dikembalikan,” jelasnya.

Baca Juga :  KPK Gali Status Tenaga Outsourcing di Pendopo Bupati, Mantan ART Fadia Arafiq Diperiksa

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela maraton pemeriksaan saksi yang berlangsung di Mapolres Pekalongan Kota. Dalam beberapa hari terakhir, penyidik KPK memeriksa ASN, pelaku usaha, pedagang emas online, pemilik lahan, pejabat BPJS Ketenagakerjaan, hingga mantan tenaga outsourcing yang pernah bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pendalaman dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta jasa outsourcing yang diduga melibatkan perusahaan keluarga mantan Bupati Pekalongan.

Penyidik juga terus menelusuri aliran dana, aset bergerak maupun tidak bergerak, serta transaksi keuangan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Meski demikian, Fadlila menegaskan pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan menyebut Fadia Arafiq bersikap kooperatif selama menjalani proses penyidikan.

“Selama penyidikan ini proses by process juga Ibu sangat kooperatif,” tandasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB