Tangis Orang Tua Iringi Pembinaan Pelajar Konvoi Viral di Pekalongan

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sejumlah siswa yang terlibat dalam aksi konvoi yang belakangan viral bersimpuh dan meminta maaf kepada orang tua masing-masing, Rabu (20/5/26).

Sejumlah siswa yang terlibat dalam aksi konvoi yang belakangan viral bersimpuh dan meminta maaf kepada orang tua masing-masing, Rabu (20/5/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID -Puluhan pelajar yang terlibat aksi konvoi viral di wilayah Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, akhirnya duduk tertunduk di hadapan orang tua dan jajaran kepolisian saat mengikuti pembinaan di salah satu SMP di Wiradesa, Rabu (20/5/2026).

Di ruang pembinaan itu, suasana berubah haru ketika Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf berbicara tentang perjuangan orang tua yang bekerja keras demi pendidikan anak-anak mereka.

“Tidak ada orang tua yang ingin anaknya susah. Orang tua sudah berjuang mencari nafkah agar anaknya bisa sekolah dan punya masa depan yang baik,” ujar Kapolres di hadapan para siswa.

Sebanyak 22 pelajar diketahui terlibat dalam aksi konvoi usai ujian sekolah yang sempat viral di media sosial dan dikeluhkan masyarakat karena dianggap membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga :  Revitalisasi Berjalan Lambat, Sekolah Rusak Berat di Batang Diperkirakan Baru Tuntas 10-12 Tahun Lagi

Alih-alih langsung memberikan sanksi keras, Polres Pekalongan memilih langkah pembinaan dengan menghadirkan siswa bersama orang tua dan pihak sekolah. Pendekatan itu dilakukan agar para pelajar memahami dampak dari tindakan mereka, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi keluarga sendiri.

Kapolres menegaskan aksi konvoi bukan sekadar euforia kelulusan, melainkan dapat memicu kecelakaan hingga konflik di jalan raya.

“Saya tanya, apa manfaat dari kegiatan kalian itu? Kalau ibu kalian sendiri ada di jalan lalu merasa takut atau terganggu, bagaimana perasaan kalian?” katanya.

Sejumlah siswa tampak tak mampu menahan rasa bersalah. Perwakilan pelajar kemudian menyampaikan permohonan maaf di hadapan orang tua, guru, dan polisi.

“Kami meminta maaf atas kejadian kemarin dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap salah satu siswa.

Baca Juga :  Sukirman Sentil Pemprov Jateng, Jembatan Garuda Merah Putih Baru Terwujud Setelah Bertahun-tahun Aspirasi 'Mentok'

Momen paling menyentuh terjadi saat salah satu orang tua meminta anak-anak mereka tetap dibina dan tidak dijauhi masyarakat akibat video yang sudah terlanjur viral.

“Anak-anak ini sebagian hanya ikut-ikutan. Kami berharap mereka tetap diarahkan agar bisa menjadi lebih baik,” ujar wali murid tersebut.

Pihak sekolah pun mengapresiasi langkah kepolisian yang mengedepankan pembinaan dibanding hukuman. Sekolah berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi para siswa agar lebih bijak dalam bertindak menjelang kelulusan.

Kapolres Pekalongan juga mengingatkan para pelajar lain untuk tidak melakukan konvoi di jalan raya. Menurutnya, masa depan anak-anak jauh lebih penting dibanding euforia sesaat yang berpotensi merugikan banyak pihak.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Berita Terbaru