93 Ribu KK di Tujuh Kecamatan di Pemalang Terdampak Kekeringan, Dropping Air Tembus 100 Ribu Liter per Hari

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Warga mengantre dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Pemalang, Minggu (12/7/26).

Warga mengantre dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Pemalang, Minggu (12/7/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Pemalang terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mencatat sekitar 93 ribu kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan terdampak kekeringan dan berpotensi mengalami kesulitan memperoleh air bersih hingga Oktober mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status darurat kekeringan setelah hujan tidak lagi turun dalam sepekan terakhir.

Bersama PMI, Perumda Air Minum Tirta Mulia dan berbagai komunitas relawan, BPBD kini melakukan dropping air secara masif ke wilayah-wilayah terdampak.

“Setiap hari BPBD, kemudian PMI, PDAM, juga para relawan sudah masif memberikan dropping air kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Agus kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini berlangsung sejak Juli hingga Oktober. Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

Ia menyebut kondisi tahun 2026 lebih berat dibandingkan musim kemarau pada 2024 maupun 2025.

“Tahun 2026 ini musim keringnya lebih panjang dan lebih kering daripada tahun 2024 dan 2025,” ujarnya.

Baca Juga :  KPK Segel Dua Rumah di Pemalang Usai OTT Bupati, Salah Satunya Diduga Milik Kontraktor Kerabat Kepala Daerah

Adapun tujuh kecamatan yang menjadi daerah langganan kekeringan meliputi Pulosari, Belik, Watukumpul, Bodeh, Bantarbolang, Randudongkal dan sebagian wilayah Kecamatan Moga. Sebagian besar kawasan tersebut berada di daerah perbukitan yang hingga kini masih mengandalkan tampungan air hujan.

Saat musim kemarau berkepanjangan, lanjut dia, cadangan air di tandon warga habis sehingga kebutuhan sehari-hari hanya dapat dipenuhi melalui distribusi air bersih.

“Yang sangat dibutuhkan saat ini air. Tandon warga sudah tidak bisa diisi karena kekeringan sehingga harus kita fasilitasi dengan dropping air,” jelas Agus.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD menyalurkan sekitar 60 ribu liter air bersih setiap hari. Distribusi tersebut diperkuat PMI sekitar 20 ribu liter dan Perumda Air Minum sekitar 20 ribu liter, sehingga total pasokan yang dikirim ke daerah terdampak mendekati 100 ribu liter per hari.

Meski tujuh kecamatan masuk kategori rawan kekeringan, saat ini distribusi air masih diprioritaskan ke Kecamatan Pulosari dan Belik karena kebutuhan masyarakat di dua wilayah tersebut dinilai paling mendesak.

Baca Juga :  Enam Bulan Pacabanjir Bandang di Pemalang, Desa Penakir Bangkit dan Kembali Hijau

Agus menjelaskan, wilayah Pulosari hingga kini belum dapat terlayani jaringan air perpipaan karena kondisi topografi yang berada di kawasan pegunungan. Selain itu, dampak banjir bandang beberapa waktu lalu juga mengubah kondisi lahan sehingga semakin menyulitkan penyediaan sumber air.

Sementara itu, di lapangan warga masih bergantung pada bantuan air maupun membeli air tangki secara mandiri. Seperti yang dialami warga Desa Pulosari yang telah merasakan krisis air selama sekitar dua bulan terakhir.

Sebagian warga harus membeli satu tangki air seharga sekitar Rp250 ribu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika bantuan belum datang.

Selain BPBD, berbagai organisasi kemanusiaan juga ikut membantu penanganan kekeringan. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Pemalang kembali menggelar program dropping air bersih yang telah rutin dilakukan selama lima tahun terakhir.

Pada musim kemarau tahun lalu, organisasi tersebut berhasil menyalurkan sekitar 1 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak dan menargetkan jumlah serupa pada tahun ini.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru