Enam Bulan Pacabanjir Bandang di Pemalang, Desa Penakir Bangkit dan Kembali Hijau

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bantuan yang digalang PDM Muhammadiyah diserahkan kepada korban bencana banjir di Desa Panakir, Selasa (14/7/26).

Bantuan yang digalang PDM Muhammadiyah diserahkan kepada korban bencana banjir di Desa Panakir, Selasa (14/7/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Enam bulan setelah diterjang banjir bandang yang memorakporandakan permukiman warga, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Rumah-rumah yang sempat hanyut kini telah berganti dengan hunian baru, lahan pertanian kembali digarap, sementara upaya penyediaan air bersih terus dikebut.

Bencana yang terjadi pada dini hari 23 Januari 2026 itu menjadi salah satu musibah terparah yang pernah dialami desa di lereng Gunung Slamet tersebut. Luapan Sungai Gintung akibat hujan berintensitas tinggi menghanyutkan 13 rumah, merenggut satu korban jiwa, serta memaksa ribuan warga mengungsi.

Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, mengatakan masyarakat sudah memasuki fase pemulihan. Warga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah saat ini kita sudah masuk tahapan pemulihan. Sebagian besar warga sudah bisa bekerja kembali dan lahan pertanian yang sebelumnya terdampak juga sudah mulai ditanami lagi,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :  KPK Sita Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

Menurut Agus, persoalan tempat tinggal yang sempat menjadi kekhawatiran utama pascabencana kini telah teratasi. Seluruh warga yang rumahnya hanyut maupun mengalami kerusakan berat sudah mendapatkan hunian melalui berbagai program bantuan.

“Alhamdulillah 13 rumah yang hilang maupun rusak berat sudah terkondisikan. Seluruh penerima manfaat sudah bisa menempati rumah bantuan yang berasal dari BPBD maupun bantuan Muhammadiyah,” katanya.

Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai Pemerintah Kabupaten Pemalang, BPBD, organisasi kemanusiaan, relawan hingga para donatur yang terus mendampingi warga sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan.

Meski demikian, satu pekerjaan rumah masih terus diselesaikan, yakni penyediaan air bersih.

Agus menjelaskan, Dusun Sarangan dan Dusun Sawangan selama ini belum memiliki sumber mata air sendiri sehingga kebutuhan air bergantung pada pasokan dari Desa Kedawung, Kabupaten Tegal.

Baca Juga :  Polisi dan BPBD Kota Pekalongan Evakuasi Jasad Tanpa Identitas Dari Areal Tambak

Saat ini jaringan pipa utama sudah berhasil tersambung menuju Desa Penakir. Namun, proses penyambungan hingga ke rumah-rumah warga masih berlangsung sehingga distribusi air belum sepenuhnya normal.

Selama masa transisi tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat masih dipenuhi melalui armada mobil tangki yang dipinjamkan BPBD Kabupaten Pemalang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Muhammadiyah, para relawan, dan seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Penakir bangkit setelah bencana. Bantuan tersebut sangat berarti bagi warga kami,” tutur Agus.

Ia berharap proses rehabilitasi dapat terus berlanjut hingga seluruh kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi. Dengan begitu, warga Desa Penakir dapat sepenuhnya meninggalkan masa-masa sulit akibat banjir bandang dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Kamis, 3 September 2026 - 10:07 WIB

Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB