PEMALANG, KANALPLUS.ID – Enam bulan setelah diterjang banjir bandang yang memorakporandakan permukiman warga, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Rumah-rumah yang sempat hanyut kini telah berganti dengan hunian baru, lahan pertanian kembali digarap, sementara upaya penyediaan air bersih terus dikebut.
Bencana yang terjadi pada dini hari 23 Januari 2026 itu menjadi salah satu musibah terparah yang pernah dialami desa di lereng Gunung Slamet tersebut. Luapan Sungai Gintung akibat hujan berintensitas tinggi menghanyutkan 13 rumah, merenggut satu korban jiwa, serta memaksa ribuan warga mengungsi.
Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, mengatakan masyarakat sudah memasuki fase pemulihan. Warga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah saat ini kita sudah masuk tahapan pemulihan. Sebagian besar warga sudah bisa bekerja kembali dan lahan pertanian yang sebelumnya terdampak juga sudah mulai ditanami lagi,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Agus, persoalan tempat tinggal yang sempat menjadi kekhawatiran utama pascabencana kini telah teratasi. Seluruh warga yang rumahnya hanyut maupun mengalami kerusakan berat sudah mendapatkan hunian melalui berbagai program bantuan.
“Alhamdulillah 13 rumah yang hilang maupun rusak berat sudah terkondisikan. Seluruh penerima manfaat sudah bisa menempati rumah bantuan yang berasal dari BPBD maupun bantuan Muhammadiyah,” katanya.
Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai Pemerintah Kabupaten Pemalang, BPBD, organisasi kemanusiaan, relawan hingga para donatur yang terus mendampingi warga sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan.
Meski demikian, satu pekerjaan rumah masih terus diselesaikan, yakni penyediaan air bersih.
Agus menjelaskan, Dusun Sarangan dan Dusun Sawangan selama ini belum memiliki sumber mata air sendiri sehingga kebutuhan air bergantung pada pasokan dari Desa Kedawung, Kabupaten Tegal.
Saat ini jaringan pipa utama sudah berhasil tersambung menuju Desa Penakir. Namun, proses penyambungan hingga ke rumah-rumah warga masih berlangsung sehingga distribusi air belum sepenuhnya normal.
Selama masa transisi tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat masih dipenuhi melalui armada mobil tangki yang dipinjamkan BPBD Kabupaten Pemalang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Muhammadiyah, para relawan, dan seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Penakir bangkit setelah bencana. Bantuan tersebut sangat berarti bagi warga kami,” tutur Agus.
Ia berharap proses rehabilitasi dapat terus berlanjut hingga seluruh kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi. Dengan begitu, warga Desa Penakir dapat sepenuhnya meninggalkan masa-masa sulit akibat banjir bandang dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













