WAKATOBI, KANALPLUS.ID – Potensi besar Wakatobi sebagai kawasan maritim kelas dunia dinilai belum sepenuhnya didukung oleh keberadaan pusat pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi masyarakat pesisir. Karena itu, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi didorong berkembang menjadi universitas dengan keunggulan di bidang kelautan dan kemaritiman.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kampus ITBM Wakatobi, Jumat (17/7/2026).
Menurut Fajar, Wakatobi memiliki modal besar untuk menjadi laboratorium maritim yang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di sektor kelautan.
“Saya mendorong ITBM Wakatobi menjadi Centre of Excellence di bidang kelautan dan kemaritiman. Wakatobi adalah laboratorium maritim dunia. Dari kampus ini harus lahir riset dan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat pesisir, memperkuat ekonomi maritim, sekaligus membuka kolaborasi riset nasional maupun internasional,” ujarnya.
Fajar menilai pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas nasional yang terus didorong pemerintah. Karena itu, akses pendidikan tinggi di wilayah kepulauan harus terus diperluas agar generasi muda tidak harus meninggalkan daerah hanya untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Ia mengatakan, pembangunan kampus baru ITBM merupakan langkah awal memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Wakatobi sekaligus membuka peluang lahirnya tenaga profesional yang memahami karakteristik wilayah kepulauan.
Selain mencetak lulusan, perguruan tinggi juga diharapkan mampu menjadi pusat riset yang memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya laut, pemberdayaan nelayan, pengembangan ekonomi biru, hingga pelestarian lingkungan pesisir.
Fajar mengapresiasi dukungan masyarakat dan tokoh adat yang menghibahkan sekitar dua hektare lahan untuk pembangunan kampus. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan pendidikan di daerah.
Ia juga memastikan berbagai aspirasi mengenai penguatan kelembagaan kampus, peningkatan sarana pendidikan, hingga akses beasiswa akan dikomunikasikan kepada kementerian terkait sesuai kewenangannya.
Rektor ITBM Wakatobi Arusani mengatakan pembangunan kampus menjadi bagian dari proses transformasi menuju universitas yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Wakatobi.
“Kami ingin ITBM Wakatobi berkembang menjadi kampus unggul yang menghasilkan sumber daya manusia, riset, dan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kepulauan,” katanya.
Bupati Wakatobi Haliana menilai keberadaan kampus tersebut akan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat sekaligus mengurangi ketergantungan mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menyatakan siap mendukung pengembangan ITBM agar mampu menjadi pusat pendidikan dan riset maritim di Indonesia Timur.
Apabila transformasi tersebut berjalan sesuai rencana, ITBM Wakatobi diharapkan tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga pusat lahirnya inovasi yang mampu mendukung pembangunan ekonomi maritim, memperkuat daya saing daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD










