KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Momen libur panjang Hari Buruh yang bertepatan dengan akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, terutama menuju daerah wisata. Stasiun Pekalongan mencatat lonjakan arus kedatangan penumpang selama periode 1–3 Mei 2026.
Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 4 Semarang, total pelanggan yang dilayani mencapai 10.824 orang. Dari jumlah tersebut, kedatangan penumpang sedikit lebih tinggi dibanding keberangkatan, yakni 5.318 pelanggan tiba dan 5.506 pelanggan berangkat.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebut puncak arus kedatangan terjadi di awal periode libur, tepatnya Jumat (1/5), dengan 2.403 pelanggan tiba di Pekalongan. Kondisi ini mengindikasikan tingginya minat masyarakat menjadikan wilayah Pantura sebagai tujuan perjalanan.
“Lonjakan sudah terlihat sejak hari pertama libur panjang, terutama pada arus kedatangan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima kanalplus.id, Minggu (3/5/2026).
Sementara itu, puncak arus keberangkatan terjadi pada Minggu 3 Mei 2026 dengan 1.990 penumpang meninggalkan Pekalongan, menandai berakhirnya masa libur bagi sebagian masyarakat.
Tingginya angka kedatangan ini tak lepas dari peran kereta api sebagai moda transportasi yang dinilai praktis dan nyaman. Sejumlah layanan favorit seperti KA Kaligung, KA Airlangga, hingga KA Joglosemarkerto menjadi pilihan utama masyarakat.
Selain itu, akses kereta api dinilai strategis dalam menghubungkan berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah, mulai dari kawasan pesisir utara hingga kota-kota budaya seperti Solo dan Yogyakarta.
KAI mencatat, selama periode ini pihaknya mengoperasikan rata-rata 34 perjalanan kereta api jarak jauh per hari, dengan kapasitas mencapai lebih dari 21 ribu tempat duduk. Ketersediaan ini menjadi faktor penting dalam mengakomodasi lonjakan penumpang.
Lonjakan mobilitas ini juga berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kedatangan ribuan penumpang ke Pekalongan dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner, penginapan, dan destinasi wisata.
“Kami melihat ini bukan hanya soal mobilitas, tapi juga kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata,” tambah Luqman.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









