Empat Kecamatan di Batang Belum Punya Kantong Parkir Resmi, Setoran Retribusi Masih Tertahan di Angka 26 Persen

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Batang disebut Dishub belum memiliki kantong parkir resmi sehingga mempengaruhi capaian target PAD, Senin (22/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Batang disebut Dishub belum memiliki kantong parkir resmi sehingga mempengaruhi capaian target PAD, Senin (22/6/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Target hampir Rp1 miliar dari sektor parkir tepi jalan umum tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Batang. Hingga pertengahan 2026, realisasi pendapatan retribusi parkir baru mencapai 26,05 persen, jauh di bawah target yang semestinya sudah menembus 40 persen pada triwulan kedua.

Di balik rendahnya capaian tersebut, terdapat persoalan mendasar yang selama ini luput dari perhatian. Dari 15 kecamatan di Kabupaten Batang, masih ada empat wilayah yang belum memiliki titik parkir tepi jalan umum yang bisa dikelola secara resmi.

Keempat kecamatan itu adalah Reban, Wonotunggal, Pecalungan, dan Kandeman.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang, Landriyono, mengatakan kondisi tersebut membuat potensi retribusi parkir di empat wilayah itu belum bisa digarap untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Yang belum bisa diambil potensinya ada empat kecamatan, yaitu Reban, Wonotunggal, Pecalungan, dan Kandeman. Di wilayah tersebut belum ada titik-titik parkir tepi jalan umum yang bisa dikelola,” katanya, Senin (22/6/2026).

Baca Juga :  Kenaikan Pertamax Berpotensi Ubah Pola Konsumsi Warga Batang, Disperindagkop Pantau Dampak ke Pasar dan Distribusi

Menurutnya, minimnya aktivitas jalan yang memenuhi syarat sebagai lokasi parkir tepi jalan umum menjadi kendala utama. Di sejumlah wilayah, keramaian memang ada, tetapi tidak berada di ruas jalan yang menjadi kewenangan Dishub.

Pecalungan menjadi salah satu contohnya. Aktivitas kendaraan lebih banyak terpusat di area pasar tradisional. Namun lokasi tersebut tidak masuk kategori parkir tepi jalan umum sehingga pengelolaannya berada di bawah kewenangan instansi lain.

“Kalau di Pecalungan, yang ada parkir pasar tradisional dan itu dikelola Disperindagkop, bukan Dishub,” jelasnya.

Saat ini Dishub Batang mengandalkan 213 titik parkir resmi yang telah memiliki Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan para juru parkir. Meski demikian, jumlah titik tersebut belum otomatis berbanding lurus dengan jumlah petugas yang bertugas di lapangan.

Baca Juga :  Dugaan Praktik Prostitusi dan WNA Tak Berdokumen Mengemuka dalam Audiensi Warga dengan Pengelola KEK Industropolis Batang

Satu titik parkir bisa dijaga satu orang atau bahkan lebih, tergantung kondisi dan tingkat aktivitas kendaraan di lokasi tersebut.

Dengan target pendapatan parkir tahun 2026 sebesar Rp967 juta, Dishub kini menghadapi tantangan untuk memaksimalkan titik yang sudah ada sembari mencari potensi baru yang layak dikelola.

Rendahnya realisasi hingga pertengahan tahun menjadi sinyal bahwa optimalisasi pengelolaan parkir tidak lagi sekadar soal menambah juru parkir, tetapi juga menyangkut pemetaan wilayah, pengawasan setoran, hingga upaya menekan kebocoran pendapatan di lapangan.

“Target kami setahun Rp967 juta. Sampai saat ini baru tercapai 26,05 persen,” ujar Landriyono.

Di tengah keterbatasan potensi di sejumlah kecamatan, Dishub Batang kini mengandalkan evaluasi dan optimalisasi titik parkir yang sudah berjalan agar selisih target yang masih cukup lebar dapat dikejar pada semester kedua tahun ini.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Masalah Air Bersih di KITB Mulai Dicarikan Solusi, 5.000 Rumah di Daerah Penyangga Bakal Nikmati Pasokan Baru
Program MBG Bisa Jadi Pasar Baru UMKM Batang, Investor Mulai Melirik Potensi Daerah
Setelah Sehari Dicari, ABK KM Timbul Barokah Ditemukan Meninggal di Bawah Kolong TPI Batang
Trotoar Baru Alun-Alun Bandar Ditarget Rampung Lebih Cepat, Pemkab Batang Siapkan Kawasan Kuliner Terpadu
ABK KM Timbul Barokah Diduga Terjatuh ke Sungai di Dermaga TPI Batang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Giant Sea Wall Pantura Masih Dimatangkan, Pemerintah Petakan Dampak bagi Nelayan hingga Kabel Internet Bawah Laut
Sawah Pesisir Batang yang Terendam Rob Disulap Jadi Lahan Padi, Ikan Nila, dan Rumput Laut
Rob Rendam 400 Hektare Sawah di Batang, Pemkab Kembangkan Padi Bio Salin untuk Pulihkan Produktivitas

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 09:35 WIB

Empat Kecamatan di Batang Belum Punya Kantong Parkir Resmi, Setoran Retribusi Masih Tertahan di Angka 26 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:49 WIB

Masalah Air Bersih di KITB Mulai Dicarikan Solusi, 5.000 Rumah di Daerah Penyangga Bakal Nikmati Pasokan Baru

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Program MBG Bisa Jadi Pasar Baru UMKM Batang, Investor Mulai Melirik Potensi Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Setelah Sehari Dicari, ABK KM Timbul Barokah Ditemukan Meninggal di Bawah Kolong TPI Batang

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:25 WIB

Trotoar Baru Alun-Alun Bandar Ditarget Rampung Lebih Cepat, Pemkab Batang Siapkan Kawasan Kuliner Terpadu

Berita Terbaru