PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan mulai mengarahkan fokus pada penyaluran dana zakat, infak dan sedekah melalui empat program prioritas yang menyasar masyarakat rentan, pelaku UMKM hingga peningkatan kesejahteraan guru.
Empat program tersebut dipaparkan dalam Rapat Evaluasi Kinerja Semester I Lazismu se-Kabupaten Pekalongan yang digelar di RM Kampoeng Damai, Karanganyar, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Drs. H. Riyanto, M.Pd., Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan M. Ali Sofyan, Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan Sutiknyo, serta seluruh kepala kantor layanan Lazismu se-Kabupaten Pekalongan.
Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, mengatakan empat program unggulan tersebut merupakan bagian dari Program Muharram Ceria, namun pelaksanaannya tidak hanya terbatas pada bulan Muharram.
“Kami rancang program ini untuk menjawab tantangan agar Lazismu benar-benar memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, bukan sekadar program yang sifatnya insidental,” kata Sutiknyo.
Ia menjelaskan, program pertama adalah bedah rumah milik Danali, seorang lansia sekaligus jamaah Muhammadiyah di Desa Paesan, Kecamatan Kedungwuni. Selain itu, Lazismu juga akan meluncurkan Program Mitra UMKM El Chicken sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program lainnya ialah beasiswa sarjana bagi guru, serta Program Peningkatan Kesejahteraan Guru melalui Peternakan Ayam Petelur Elba, yang diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi para tenaga pendidik.
“Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan sehingga program-program ini bisa berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan M. Ali Sofyan mengatakan salah satu program yang akan segera diluncurkan adalah UMKM El Chicken, yang digerakkan oleh Lazismu Kantor Layanan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan.
“El Chicken dimotori oleh Lazismu Kantor Layanan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan. Kami berharap masyarakat ikut berkunjung dan membantu pemasarannya agar usaha ini bisa berkembang,” terangnya.
Menurut Ali, keberhasilan program-program pemberdayaan tidak lepas dari tingginya kepercayaan masyarakat kepada Lazismu. Hingga semester pertama 2026, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah telah mencapai Rp24,6 miliar, mendekati target Rp26 miliar yang ditetapkan Lazismu Jawa Tengah.
“Tinggal enam bulan lagi apakah target itu bisa kita kejar. Setelah program Ramadan dan Iduladha selesai, capaian penghimpunan kita sudah menembus Rp24,6 miliar dan sementara menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Ali menegaskan, tingginya penghimpunan dana harus diimbangi dengan tata kelola yang profesional dan penyaluran yang tepat sasaran. Menurutnya, amil Lazismu memiliki tanggung jawab menghimpun, mengelola, mendistribusikan, hingga mempertanggungjawabkan dana zakat, infak, dan sedekah sesuai syariat, ketentuan perundang-undangan, serta aturan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Amil adalah jembatan antara para munfiq dengan mustahik. Karena itu seluruh proses harus akuntabel agar amanah masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerima,” tegasnya.
Ia berharap capaian penghimpunan yang telah diraih dapat dipertahankan, sekaligus diikuti dengan lahirnya lebih banyak program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













