BATANG, KANALPLUS.ID – Tradisi Sedekah Laut Roban Barat bukan sekadar ritual tahunan masyarakat nelayan di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Di balik prosesi larung sesaji dan pagelaran wayang kulit, tradisi ini menjadi ruang memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
Komitmen menjaga tradisi tersebut kembali diperlihatkan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Sedekah Laut Roban Barat yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Roban Barat, Kamis 9 Juli 2026.
Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap bulan Legeno dalam penanggalan Jawa itu merupakan ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan, keselamatan saat melaut, serta rezeki yang diperoleh selama setahun terakhir. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat solidaritas warga pesisir sekaligus melestarikan budaya yang diwariskan turun-temurun.
Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan wayang kulit pada siang hari, dilanjutkan selamatan sedekah bumi dan prosesi larung sesaji di laut sebagai simbol rasa syukur. Perayaan kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan dalang Ki Aditya Sabdo Anindhito dari Kabupaten Pekalongan.
Panitia penyelenggara, Eni Setiono, mengatakan tradisi Sedekah Laut memiliki makna penting bagi masyarakat Roban Barat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Alhamdulillah sampai saat ini kami masih bisa melaut dan melaksanakan tradisi Sedekah Laut setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Allah SWT. Kami berharap hubungan baik antara masyarakat, pemerintah, dan PT Bhimasena Power Indonesia terus terjalin melalui komunikasi dan kolaborasi yang saling mendukung,” ujarnya Selasa (14/7/2026).
Kepala Desa Kedungsegog, Rusbad, mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam mendukung kegiatan budaya masyarakat.
Menurutnya, dukungan tersebut membuat pelaksanaan Sedekah Laut dapat berlangsung meriah setiap tahun sekaligus memberikan manfaat bagi warga.
“Dukungan dari PT Bhimasena Power Indonesia sangat dirasakan masyarakat sehingga tradisi Sedekah Laut dapat terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan warga,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmudjo. Ia menilai Sedekah Laut menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan saat melaut sekaligus memohon keberkahan hasil tangkapan pada musim berikutnya.
“Kami berharap para nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah. Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk PT Bhimasena Power Indonesia, yang selama ini terus mendukung masyarakat nelayan,” ungkapnya.
General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan bahwa dukungan terhadap Sedekah Laut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasional PLTU Batang.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek operasional pembangkit, tetapi juga dari kuatnya kepercayaan dan kolaborasi bersama masyarakat.
“Tradisi Sedekah Laut mengandung nilai syukur, gotong royong, dan kebersamaan. Kami bangga dapat ikut berkontribusi menjaga warisan budaya ini agar tetap lestari,” ujarnya.
Aryamir menambahkan, BPI akan terus memperkuat berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pelestarian budaya lokal.
“Kami percaya keberlanjutan perusahaan berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













