Rp115,9 Miliar Anggaran Batang Tak Terserap, DPRD Pertanyakan Efektivitas Belanja di Tengah Banyaknya Kebutuhan Warga

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang yang membahas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda sekaligus menyoroti SILPA di tahun anggaran 2025 yang tembus Rp115,9 miliar, Senin (15/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang yang membahas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda sekaligus menyoroti SILPA di tahun anggaran 2025 yang tembus Rp115,9 miliar, Senin (15/6/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah masih banyaknya kebutuhan infrastruktur desa, irigasi, bantuan sosial hingga permodalan UMKM, Pemerintah Kabupaten Batang justru menyisakan anggaran belanja yang tidak terserap mencapai Rp115,9 miliar pada Tahun Anggaran 2025.

Fakta tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang yang membahas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Senin (15/6/2026).

Di satu sisi, DPRD mengapresiasi keberhasilan pemerintah daerah melampaui target pendapatan. Realisasi pendapatan mencapai Rp2,035 triliun atau 103,96 persen dari target perubahan APBD sebesar Rp1,957 triliun, sehingga terdapat surplus sekitar Rp77,43 miliar.

Namun di sisi lain, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan pemerintah dalam membelanjakan anggaran yang telah disusun.

Dari total anggaran belanja dan transfer sebesar Rp2,097 triliun, realisasinya hanya mencapai Rp1,981 triliun atau 94,47 persen. Artinya masih terdapat anggaran sebesar Rp115,9 miliar yang tidak digunakan hingga akhir tahun.

Ketua DPRD Batang Suudi mengatakan capaian pendapatan memang menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah, tetapi rendahnya penyerapan anggaran tetap menjadi perhatian serius fraksi-fraksi di DPRD.

Salah satu sorotan paling tajam datang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB). Melalui pemandangan umum yang dibacakan Kukuh F. Rhomadhon, fraksi tersebut mempertanyakan besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun 2025 yang mencapai Rp196,33 miliar.

Baca Juga :  Dana Desa di Batang Terpangkas untuk Angsur KDMP Meski Belum Beroperasi, Kini Sisa Rp285 Juta

Menurut F-PKB, besarnya SILPA dan anggaran yang tidak terserap mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap kualitas perencanaan dan koordinasi antar organisasi perangkat daerah.

Fraksi itu menilai masih banyak kebutuhan masyarakat yang seharusnya dapat dipenuhi menggunakan anggaran tersebut, mulai dari perbaikan jalan desa yang rusak, pembangunan saluran irigasi, bantuan sosial hingga dukungan permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Sorotan tersebut mendapat tanggapan langsung dari Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Ia menegaskan kritik DPRD merupakan bagian dari mekanisme evaluasi antara eksekutif dan legislatif.

“Apa yang disampaikan fraksi merupakan bagian dari aspirasi masyarakat dan akan menjadi evaluasi untuk penganggaran berikutnya,” ujarnya.

Terkait besarnya SILPA dan anggaran yang tidak terserap, Faiz menjelaskan pemerintah daerah sengaja mengambil langkah antisipatif menghadapi dinamika fiskal tahun berikutnya.

Menurutnya, Kabupaten Batang dipastikan menghadapi pengurangan anggaran pada tahun 2026 yang nilainya hampir mencapai Rp240 miliar sehingga diperlukan strategi pengelolaan keuangan yang lebih berhati-hati.

Baca Juga :  Pabrik Bermunculan di Brebes, Pelatihan Gratis Disiapkan agar Warga Tak Jadi Penonton

“Salah satu pertimbangannya adalah adanya kepastian pengurangan anggaran hampir Rp240 miliar pada tahun 2026, sehingga sebagian merupakan proses antisipasi. Penjelasan lebih rinci akan kami sampaikan dalam jawaban resmi pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi,” jelasnya.

Selain membahas APBD, Bupati juga menyinggung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

Ia meminta seluruh proses penerimaan siswa baru dijalankan secara transparan tanpa praktik titipan maupun intervensi dari pihak mana pun.

“Saya minta proses rekrutmen dilakukan dengan transparan dan tidak ada intervensi ataupun titipan apa pun. Orang tua tinggal mengikuti mekanisme yang sudah disiapkan,” tegas Faiz.

Pemerintah daerah juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuka desk bantuan bagi masyarakat yang mengalami kendala saat melakukan pendaftaran secara daring.

Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 selanjutnya akan memasuki tahapan jawaban resmi pemerintah daerah terhadap seluruh catatan fraksi sebelum dibahas lebih mendalam di DPRD. Namun, besarnya anggaran yang mengendap di tengah banyaknya kebutuhan masyarakat dipastikan menjadi salah satu isu yang akan terus mendapat perhatian dalam proses tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar
Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan
Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Berita Terbaru

Petugas bersama warga berada di lokasi kejadian perempuan yang meninggal dunia setelah tertemper KA Jayabaya di jalur rel wilayah Sragi, Kabupaten Pekalongan, Senin (2/11/2026) dini hari. (Foto: dok istimewa/AI)

Peristiwa

Nenek di Pekalongan Tewas Tertemper KA Jayabaya

Senin, 2 Nov 2026 - 10:24 WIB