KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Irjen Pol Agus Suryonugroho Pembina Bintang Automotif yang menjadi penyelenggara event otomotif Sprint Rally Rd.4 menyerahkan potongan tumpeng kepada Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat konferensi pers di KEK Indutropolis Batang, Jumat (11/9/26).

Irjen Pol Agus Suryonugroho Pembina Bintang Automotif yang menjadi penyelenggara event otomotif Sprint Rally Rd.4 menyerahkan potongan tumpeng kepada Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat konferensi pers di KEK Indutropolis Batang, Jumat (11/9/26).

KANAL BATANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan industri dan logistik. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tersebut mulai dilirik sebagai lokasi pengembangan sport tourism, salah satunya melalui rencana penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Rd.4 Bintang Automotif.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pengelola kawasan, Pemerintah Kabupaten Batang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kepolisian hingga pembina olahraga otomotif nasional.

Bagi pengelola KEK Industropolis Batang, pemanfaatan kawasan untuk kegiatan otomotif merupakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah masuk dalam bayangan ketika kawasan tersebut mulai dikembangkan.

Head of Departement Corporate Communication KEK Industropolis Batang Tanya Liwail Chmady, mengatakan kawasan yang dahulu merupakan area perkebunan karet itu kini memiliki karakter yang dinilai cocok untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism.

“Dulu kami ketika membuat masterplan kawasan ini, tidak pernah kepikiran area ini untuk menjadi area rally. Enggak akan kepikiran,” kata Liwail saat konferensi pers, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, perubahan fungsi kawasan dan pembangunan infrastruktur justru membuka potensi baru. Selain memiliki kawasan industri, KEK Industropolis Batang memiliki akses jalan, kawasan hijau, hingga pemandangan alam karena lokasinya berada di antara pegunungan dan laut.

Bahkan, kata dia, ada investor yang pernah melihat kawasan tersebut dan menilai lokasinya menarik untuk kegiatan bisnis karena berada di kawasan yang seolah bersandar pada gunung dan menghadap laut.

“Ketika kami kembangkan kawasan ini, view-nya sangat menarik. Jadi ketika industri berdiri dan kemudian komunitasnya di dalam kawasan semakin ramai, justru pariwisata menjadi satu hal yang penting,” ujarnya.

Liwail menjelaskan, status kawasan tersebut saat ini juga tidak hanya berkaitan dengan industri manufaktur. KEK Industropolis Batang mendapatkan status KEK logistik dan distribusi serta KEK pariwisata.

Hal tersebut membuka peluang bagi pengelola untuk mengembangkan aktivitas di luar sektor industri, termasuk kegiatan yang menggabungkan olahraga dan pariwisata.

“Potensinya tidak hanya untuk industri. View-nya menarik, beberapa area masih sangat green dan sangat mudah untuk dieksplor. Rasanya memang cocok untuk otomotif atau lebih umum lagi sport tourism,” katanya.

Ia berharap penyelenggaraan sprint rally di kawasan tersebut menjadi awal dari agenda yang lebih besar. Tidak hanya berhenti pada satu putaran kejuaraan, tetapi dapat berlanjut pada penyelenggaraan event berikutnya hingga berskala internasional.

“Kami berharap ini adalah acara pertama. Untuk acara-acara berikutnya, mungkin round 5, 6, 7, dan tahun-tahun berikutnya mungkin bisa sampai event internasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Batang Sediakan 28 Booth Kuliner UMKM, Pengunjung Cukup Scan QRIS untuk Makan Gratis

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, Syurya Deta Syafrie, mengatakan kehadiran sprint rally dapat memperkaya jenis sport tourism di Jawa Tengah.

Selama ini, kegiatan sport tourism di Jawa Tengah cukup banyak didominasi oleh event lari. Sejumlah event seperti Borobudur Marathon, Purwokerto Half Marathon, Slamet Trail Run hingga berbagai lomba lari di Batang telah menjadi bagian dari kalender olahraga dan wisata.

Karena itu, menurut Syurya, kehadiran kejuaraan sprint rally di Batang memberikan warna baru.

Jawa Tengah punya laut, pantai, pegunungan, perbukitan dan ini bisa dimanfaatkan maksimal untuk sport tourism,” terangnya.

Ia berharap sprint rally tidak sekadar menjadi pertandingan otomotif, tetapi berkembang menjadi agenda rutin yang mampu membawa nama Batang dan Jawa Tengah ke tingkat nasional hingga internasional.

“Kita berharap dengan adanya event-event di sprint rally ini benar-benar menambah kekayaan event di Jawa Tengah, khususnya untuk sport tourism,” ujarnya.

Menurut dia, semakin banyak event berskala nasional digelar di suatu daerah, semakin besar pula peluang munculnya aktivitas ekonomi ikutan.

Pelaku UMKM, kuliner, usaha oleh-oleh hingga sektor jasa dapat ikut mendapatkan manfaat dari kedatangan peserta dan penonton.

“Kita berharap ini tidak sekadar event saja, tapi nanti benar-benar menjadi kebanggaan. Tidak hanya berhenti di sini, tapi bisa berlanjut dan Kabupaten Batang semakin moncer, semakin namanya berkibar, dan benar-benar go nasional, go internasional,” katanya.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan melihat event sport tourism sebagai salah satu peluang untuk memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada triwulan II 2026 mencapai 8,39 persen. Angka tersebut, menurutnya, berada di atas target pemerintah pusat, rata-rata nasional dan rata-rata Jawa Tengah.

Pertumbuhan tersebut selama ini banyak ditopang oleh investasi, konsumsi, belanja pemerintah dan berbagai sektor produksi. Sementara sektor pariwisata disebut telah memberikan kontribusi sekitar 15-19 persen.

“Harapan kami dengan semakin banyak event-event di Kabupaten Batang, terutama di sektor sport tourism, komponen penunjang ekonomi dari sisi tourism bisa mencapai 20 sampai 25 persen,” beber Faiz.

Dengan meningkatnya kontribusi pariwisata, Pemkab Batang berharap pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun berikutnya tetap berada pada kisaran tinggi.

“Kita berharap pertumbuhan ekonomi year on year tahun depan bisa mencapai 8 sampai 9 persen,” harapnya.

Menurut Faiz, event seperti sprint rally bukan hanya persoalan olahraga atau hiburan. Kedatangan peserta, kru, penonton dan wisatawan dapat menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah.

Baca Juga :  Dari Panggung Teater, Siswa SD di Batang Belajar Percaya Diri dan Jujur Sejak Dini

Dukungan juga disampaikan Kapolres Batang Kombes Warsono. Menurutnya, penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally merupakan event nasional yang memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi otomotif.

Selain menjadi ruang pembinaan prestasi dan sportivitas, kegiatan tersebut dinilai memiliki efek terhadap perekonomian serta promosi daerah.

“Ini tidak hanya sekadar kompetisi otomotif, tapi merupakan event nasional yang memiliki nilai strategis, yang menjadi ruang pembinaan prestasi, menumbuhkan sportivitas, sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan promosi daerah,” urai Suwarno.

Terlebih, kegiatan digelar di kawasan industri yang menjadi salah satu wajah baru Kabupaten Batang.

Menurutnya, event tersebut dapat menjadi kesempatan memperkenalkan Batang dan Jawa Tengah sebagai daerah yang berkembang dan mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Namun Suwarno mengingatkan agar aspek keselamatan menjadi perhatian utama.

Pihak kepolisian, kata dia, siap mendukung pelaksanaan kegiatan bersama jajaran Polda Jawa Tengah. Pengamanan tidak hanya ditujukan kepada pembalap, tetapi juga masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan.

“Yang terpenting adalah kita utamakan keselamatan. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan yang tentunya akan membawa dampak buruk bagi kita semua,” paparnya.

Ia berharap event tersebut sekaligus menjadi sarana promosi KEK Industropolis Batang hingga Jawa Tengah ke tingkat nasional maupun global.

Sementara itu, Pembina Bintang Automotif, Agus Suryonugroho, juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi dalam penyelenggaraan sprint rally.

Ia mengatakan keselamatan tidak hanya menyangkut pembalap dan kendaraan yang berlomba, tetapi juga masyarakat yang datang sebagai penonton.

“Faktor keselamatan harus diperhatikan, bukan hanya reli-nya, tetapi termasuk masyarakat yang menonton,” tuturnya.

Agus yang memiliki pengalaman di bidang lalu lintas kepolisian tersebut juga mengingatkan panitia dan pihak terkait untuk memperhatikan seluruh aturan dan regulasi penyelenggaraan.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarpenyelenggara, aparat keamanan, pengelola kawasan dan pemerintah daerah harus terus dilakukan hingga kegiatan berlangsung.

Ia berharap event tersebut dapat menjadi momentum penting bagi perkembangan otomotif sekaligus promosi Batang dan KEK Industropolis.

“Semoga kegiatan sprint rally bukan hanya untuk Kabupaten Batang dan KITB, tetapi betul-betul membawa momentum yang luar biasa, khususnya di Jawa Tengah, Batang dan KITB,” pujinya.

Dengan dukungan lintas sektor tersebut, sprint rally di KEK Industropolis Batang kini tidak hanya dipandang sebagai agenda olahraga otomotif. Event tersebut diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi pengembangan sport tourism, promosi kawasan industri, sekaligus membuka peluang perputaran ekonomi baru bagi Kabupaten Batang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru