Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Master plan Gringsing dipersiapkan sebagai kota baru sebagai penyangga sedang dipersiapkan oleh pemerintah, Senin (7/9/26). Foto Ilustasi AI

Master plan Gringsing dipersiapkan sebagai kota baru sebagai penyangga sedang dipersiapkan oleh pemerintah, Senin (7/9/26). Foto Ilustasi AI

KANAL BATANG – Gringsing, wilayah di sisi timur Kabupaten Batang, disiapkan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan baru untuk menopang perkembangan industri di daerah tersebut.

Rencana itu disiapkan seiring semakin berkembangnya aktivitas industri, terutama di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Gringsing diproyeksikan tidak hanya menjadi kawasan permukiman, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas perkotaan.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan konsep kota baru Gringsing mencakup pembangunan ruang terbuka hijau (RTH), pasar, terminal, serta sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.

“Untuk kawasan Kota Baru, kawasan Gringsing, untuk membangun RTH, terus kemudian juga pasar, kemudian terminal, dan lain sebagainya. Intinya adalah kita menargetkan ke depan Gringsing ini menjadi Kota Baru,” kata Faiz, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, pengembangan Gringsing tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat terkait pengembangan kawasan industri di Batang. Kawasan tersebut diposisikan sebagai salah satu kawasan penyangga yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas industri.

Baca Juga :  Penataan Ruang Hijau, Puluhan Kios di Batang Dibersihkan

Pemkab Batang kini tengah menyiapkan perencanaan kawasan yang akan menjadi dasar pembangunan kota baru tersebut.

Faiz menyebut pengembangan kota baru di Batang juga sejalan dengan arah pembangunan nasional. Batang masuk dalam daftar wilayah yang diproyeksikan sebagai bagian dari pengembangan 50 kota baru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Di RPJMN itu ada 50 kota baru, itu termasuk Batang yang juga masuk sembilan kota prioritas yang ingin dibuat oleh Presiden,” ujarnya.

Pemerintah daerah kemudian menyusun master plan kawasan dan mengusulkannya kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan kebutuhan pembangunan sekaligus membagi peran antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kita mem-follow up itu dan kita sudah berikan master plan-nya. Nanti mana yang bisa di-support oleh pusat, mana yang akan dilakukan oleh Pemda,” terang Faiz.

Baca Juga :  Dulu Dipandang Sebelah Mata, Sepak Bola Putri Batang Kini Lahirkan Kiper Terbaik dan Pemain Timnas

Respon pemerintah pusat, lanjut dia, cukup positif. Pemkab Batang diminta melengkapi sejumlah dokumen teknis sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.

“Responnya baik dan kita diminta untuk segera menyiapkan DED-nya, kemudian RPIK-nya, kemudian sampai master plan-nya,” jelasnya.

Dokumen tersebut nantinya menjadi pijakan untuk menentukan proyek yang dapat dikerjakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Namun, realisasi kota baru Gringsing masih menunggu penguatan regulasi di tingkat pemerintah pusat. Pemkab Batang berharap klausul mengenai kawasan perkotaan baru dapat masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi payung pengembangan kawasan.

Jika regulasi tersebut rampung, pembangunan kota baru Gringsing ditargetkan selesai paling lambat pada 2029.

“Tetapi pada prinsipnya, ketika nanti klausul pasal kawasan perkotaan baru nanti sudah muncul di Perpres, insyaAllah mereka akan selesaikan di Kabupaten Batang ini maksimal tahun 2029,” tukas Faiz.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru