PEMALANG, KANALPLUS.ID – Di tengah ramainya dugaan perundungan yang dikaitkan dengan meninggalnya siswa baru Ahmad Al Fian (14), pihak SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang membantah adanya peristiwa pengeroyokan maupun kekerasan fisik di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 4 Randudongkal Indah Palupi mengaku terkejut ketika mengetahui kabar tersebut ramai di media sosial.
Menurutnya, sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga korban tidak masuk sekolah karena sakit, tidak pernah ada laporan mengenai aksi perundungan ataupun pengeroyokan.
“Yang diberitakan ada pengeroyokan di sekolah itu tidak ada. Saya tidak pernah menerima laporan dari guru maupun siswa mengenai kejadian seperti itu,” katanya kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Indah mengakui memang sempat terjadi persoalan antarsiswa berupa saling menantang melalui WhatsApp pada 23 Juli.
Namun persoalan tersebut, kata dia, langsung ditangani guru BK dengan mempertemukan siswa-siswa yang terlibat.
Ia mengatakan sekolah bahkan meminta sejumlah siswa mendatangi rumah korban pada 1 Agustus untuk meminta maaf agar persoalan tidak berlarut-larut.
Menurut Indah, saat guru BK mengunjungi rumah korban, Al Fian masih dapat berjalan dan berkomunikasi meski terlihat lebih banyak diam.
“Kami malah baru mengetahui kalau korban sempat muntah darah setelah korban meninggal dunia,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak sekolah menyatakan siap mendukung seluruh proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
Penulis : Achmad Udi
Editor : MAD













