Kepala SMPN 4 Randudongkal Bantah Ada Pengeroyokan, Klaim Tak Pernah Terima Laporan Perundungan

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Sekolah SMPN 4 Randudongkal Indah Palupi membantah adanya dugaan kasus perundungan maupun kekerasan atau pemgeroyokan di sekolahnya, Selasa (4/8/26).

Kepala Sekolah SMPN 4 Randudongkal Indah Palupi membantah adanya dugaan kasus perundungan maupun kekerasan atau pemgeroyokan di sekolahnya, Selasa (4/8/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Di tengah ramainya dugaan perundungan yang dikaitkan dengan meninggalnya siswa baru Ahmad Al Fian (14), pihak SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang membantah adanya peristiwa pengeroyokan maupun kekerasan fisik di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 4 Randudongkal Indah Palupi mengaku terkejut ketika mengetahui kabar tersebut ramai di media sosial.

Menurutnya, sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga korban tidak masuk sekolah karena sakit, tidak pernah ada laporan mengenai aksi perundungan ataupun pengeroyokan.

Baca Juga :  Serunya Jurnalis Mengajar di MPLS SMPN 1 Pekalongan Bekali Siswa Tangkal Hoaks

“Yang diberitakan ada pengeroyokan di sekolah itu tidak ada. Saya tidak pernah menerima laporan dari guru maupun siswa mengenai kejadian seperti itu,” katanya kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Indah mengakui memang sempat terjadi persoalan antarsiswa berupa saling menantang melalui WhatsApp pada 23 Juli.

Namun persoalan tersebut, kata dia, langsung ditangani guru BK dengan mempertemukan siswa-siswa yang terlibat.

Baca Juga :  OTT Bupati Pemalang Jadi Alarm Keras, Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan Dinilai DPRD Sebagai Krisis Tata Kelola

Ia mengatakan sekolah bahkan meminta sejumlah siswa mendatangi rumah korban pada 1 Agustus untuk meminta maaf agar persoalan tidak berlarut-larut.

Menurut Indah, saat guru BK mengunjungi rumah korban, Al Fian masih dapat berjalan dan berkomunikasi meski terlihat lebih banyak diam.

“Kami malah baru mengetahui kalau korban sempat muntah darah setelah korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak sekolah menyatakan siap mendukung seluruh proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.

Penulis : Achmad Udi

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru