Pilih Lebak untuk Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wamen Fajar Soroti Warisan Multatuli dan Keadilan Sosial

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 12:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq

Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq

RANGKASBITUNG, KANALPLUS.ID — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Lebak bukan tanpa alasan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq sengaja memilih daerah yang identik dengan jejak sejarah Multatuli itu untuk menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang menjadi ruh Pancasila.

Fajar bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di Rangkasbitung, Senin (1/6/2026). Kehadirannya didampingi Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, jajaran pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda Kabupaten Lebak.

“Saya pilih di Kabupaten Lebak ini karena ada makna sejarah dan sangat terkait erat dengan spirit Pancasila, terutama sila kedua dan sila kelima,” ujar Wamen Fajar usai menjadi Inspektur Upacara pada Senin (1/6/2026).

Menurut Fajar, Kabupaten Lebak memiliki keterkaitan kuat dengan sosok Multatuli, penulis karya legendaris Max Havelaar yang mengkritik praktik ketidakadilan pada masa kolonial. Gagasan-gagasan yang lahir dari karya tersebut kemudian menginspirasi banyak tokoh bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan, keadilan, dan perlawanan terhadap penindasan.

Baca Juga :  Luput dari Pengawasan, Bocah 2 Tahun di Pekalongan Ditemukan Tewas di Kubangan Limbah

Nilai-nilai itu, kata dia, memiliki hubungan erat dengan sila kedua Pancasila tentang kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila kelima mengenai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya ingin menegaskan komitmen Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan sila kelima tersebut dalam konteks kebijakan negara yang lebih luas dan berpihak kepada rakyat,” ujar Fajar kepada awak media di Lebak.

Komitmen tersebut, lanjutnya, tidak hanya diwujudkan dalam simbol dan peringatan seremonial, tetapi juga melalui program-program nyata yang menyentuh masyarakat. Sehari sebelum upacara berlangsung, Fajar mengunjungi Sekolah Rakyat di Lebak yang dinilainya menjadi salah satu bentuk implementasi nilai keadilan sosial dalam bidang pendidikan.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lebak terhadap keberadaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih setara bagi kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu.

Fajar menegaskan bahwa kehadiran negara harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk melalui sektor pendidikan. Meski masih menghadapi berbagai tantangan, pemerintah terus berupaya memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan melalui sejumlah program prioritas.

Baca Juga :  Haedar Nashir: Jangan Sampai Pancasila Hanya Jadi Slogan, Kaya Retorika tapi Miskin Praktik

Program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, hingga berbagai kebijakan pendidikan inklusif disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, seluruh program yang dijalankan pemerintah pada akhirnya bertujuan menghadirkan keadilan yang merata dan memuliakan martabat setiap warga negara.

Semangat yang diwariskan Multatuli, lanjut Fajar, juga masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Ketertinggalan pendidikan dan kesenjangan sosial masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi bersama agar tidak menghambat masa depan bangsa.

“Karena itulah kami datang ke Kabupaten Lebak, bertemu dengan Pak Bupati, sekaligus memastikan program-program prioritas Presiden berjalan dengan baik di daerah ini,” kata Fajar.

Ia menegaskan, seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yakni mewujudkan keadilan sosial yang merata dan memanusiakan seluruh warga bangsa Indonesia.

Penulis : Sindung

Editor : Sindung Perkasa

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar
Muktamar XVI Dibuka di Unimus, Tapak Suci Susun Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia
Bukan Diserbu Impor, Kemenperin Sebut Turunnya Order Ekspor Jadi Pemicu Ancaman PHK 1.500 Buruh Garmen Jateng

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan bagian belakang Po Bus Tunas Muda yang terbakar di KM 350 Tol Semarang - Batang, Minggu (13/9/26) pagi. Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Batang

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

Lansia yang bekerja sebagai petani di Batang dilaporkan tewas tertemper kereta api saat berjalan di rel Desa Ponowareng, Sabtu (12/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Minggu, 13 Sep 2026 - 06:49 WIB