YOGYAKARTA, KANALPLUS.ID – Muhammadiyah mulai mengelola transaksi kurban bernilai ratusan juta rupiah melalui sistem digital terintegrasi pada Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini sebagai langkah transformasi layanan ke masyarakat berbasis teknologi yang dikembangkan melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah).
Melalui layanan “QurbanMu” yang tersedia di aplikasi ponsel MASA, masyarakat kini dapat menunaikan ibadah kurban dengan proses yang lebih mudah, transparan, dan nyaman. Seluruh tahapan, mulai dari pemilihan hewan kurban, pembayaran digital, hingga pengelolaan dan distribusi, terintegrasi dalam satu ekosistem yang didukung jaringan Muhammadiyah dan Lazismu di berbagai daerah.
Transformasi digital ini dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat Indonesia. Selain mempermudah pekurban, sistem tersebut juga memperkuat tata kelola kurban yang lebih akuntabel dan terukur.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Dadang Kahmad, menegaskan bahwa berkurban melalui aplikasi MASA dan Lazismu merupakan pilihan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya.
LabMu sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan seluruh proses berjalan secara terintegrasi. Sementara Lazismu bertanggung jawab memastikan pengelolaan dan distribusi kurban dilakukan sesuai prinsip syariah, amanah, profesional, dan memberikan manfaat sosial yang luas.
Muhammadiyah mencatat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat. Model layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan kemudahan beribadah tanpa mengurangi nilai spiritual maupun sosial yang terkandung dalam ibadah kurban.
Ketua Lazismu, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan implementasi digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang dinilai semakin memudahkan masyarakat menyalurkan kurbannya.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 sapi, 30 kambing, dan 22 domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para mudhohi (pekurban) untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan jemari di gawainya.”
“Terima kasih atas kepercayaan para mudhohi (pekurban) kepada kami. Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat, dan kurban tersalurkan dengan amanah kepada yang membutuhkan. Semoga ke depan jumlah penghimpunan kurban dapat terus meningkat dan memberi dampak seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta daerah rawan maupun terdampak bencana,” ujarnya.
Kolaborasi LabMu dan Lazismu ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Muhammadiyah dalam membangun ekosistem layanan umat berbasis teknologi. Ke depan, pengembangan layanan digital tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pengelolaan kurban, tetapi juga berbagai program sosial, filantropi, dan pemberdayaan ekonomi umat secara lebih terintegrasi.
Dengan pengelolaan transaksi kurban yang telah mencapai ratusan juta rupiah, Muhammadiyah optimistis transformasi digital akan semakin memperluas jangkauan manfaat kurban sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana keumatan yang transparan dan profesional.
Penulis : Sindung
Editor : Sindung Perkasa









