Lingkar Dalam Fadia Arafiq Kembali Dipanggil KPK, Mantan Ajudan dan Orang Kepercayaan Mulai Disidik

Selasa, 12 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siti Hanikatun, jabatan terakhir Kepala Bagian Perekonomian dan pernah menjadi ajudan pribadi Fadia Arafiq saat masih aktif menjabat bupati bersama Aji  Setiawan yang merupakan ajudan pengganti kembali dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (12/5/26). Foto : Istimewa

Siti Hanikatun, jabatan terakhir Kepala Bagian Perekonomian dan pernah menjadi ajudan pribadi Fadia Arafiq saat masih aktif menjabat bupati bersama Aji Setiawan yang merupakan ajudan pengganti kembali dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (12/5/26). Foto : Istimewa

JAKARTA, KANALPLUS.ID – Penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, terus bergerak masuk ke lingkaran terdalam kekuasaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Setelah sebelumnya sejumlah pejabat dan ASN diperiksa, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dua sosok yang dikenal dekat dengan Fadia.

Keduanya adalah Siti Hanikatun dan Aji Setiawan yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan agenda pemeriksaan tersebut. Menurutnya, kedua nama itu dipanggil dalam rangka pendalaman perkara dugaan korupsi proyek pengadaan jasa outsourcing dan proyek lain di lingkungan Pemkab Pekalongan.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami perkara yang sedang ditangani penyidik,” kata Budi.

Nama Siti Hanikatun bukan sosok baru dalam pusaran kasus ini. ASN yang kini menjabat Kepala Bagian Perekonomian itu diketahui pernah menjadi ajudan pribadi Fadia Arafiq saat masih aktif menjabat bupati. Sementara Aji Setiawan juga dikenal sebagai ajudan yang berada dekat dengan aktivitas harian kepala daerah tersebut.

Baca Juga :  SILPA Batang Tembus Rp196 Miliar, Pemkab Sebut Dana Guru dan Efisiensi Belanja Jadi Penyebab Utama

Kedekatan dua nama itu dengan Fadia membuat langkah KPK kali ini dinilai menjadi sinyal bahwa penyidik mulai menelusuri lebih dalam jaringan orang-orang kepercayaan di sekitar mantan bupati tersebut.

Sebelumnya, Siti Hanikatun juga telah menjalani pemeriksaan pada 17 April 2026 di Mapolres Pekalongan. Tak hanya diperiksa, rumah miliknya bahkan sempat digeledah penyidik KPK. Dalam rangkaian pemeriksaan yang sama, KPK turut memeriksa Robby Darussalam.

Dalam proses penyidikan yang berjalan, Siti Hanikatun dan Robby disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan dugaan pengumpulan dana yang kini menjadi bagian penting dalam perkara korupsi tersebut.

Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Semarang pada awal Maret lalu. Dari hasil pengembangan, penyidik menemukan dugaan praktik korupsi dalam proyek pengadaan jasa outsourcing dan sejumlah proyek lain di lingkungan Pemkab Pekalongan selama periode 2023 hingga 2026.

Baca Juga :  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Dalam pengusutan tersebut, perhatian penyidik tertuju pada dominasi PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) dalam proyek outsourcing di Pemkab Pekalongan. Perusahaan itu disebut memiliki keterkaitan erat dengan keluarga Fadia Arafiq.

KPK mengungkap, perusahaan tersebut didirikan oleh pihak keluarga, termasuk suami Fadia yang merupakan anggota DPR RI serta anaknya yang saat ini menjabat anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Sepanjang proyek berjalan, PT RNB disebut menerima transaksi mencapai sekitar Rp46 miliar. Dari angka itu, sekitar Rp22 miliar digunakan untuk pembayaran gaji tenaga outsourcing.

Sementara sisanya, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp19 miliar, diduga mengalir dan dinikmati oleh keluarga serta orang-orang dekat Fadia Arafiq.

Hingga kini, KPK masih terus menelusuri aliran dana, pembagian keuntungan, hingga dugaan keterlibatan sejumlah pihak lain dalam perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang berada di lingkar dalam kekuasaan Fadia pun diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Presiden Dijadwalkan Hadiri Akad KPR Massal 62 Ribu Rumah Subsidi dari Batang, Ojol hingga ART Jadi Penerima
Tak Lagi Bergantung pada Ijazah, Kemendikdasmen Siapkan Pengakuan Kompetensi Lewat Microcredentials
Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi hingga 2029, Target Pangkas Kesenjangan Mutu Pendidikan
Muhammadiyah Gandeng Korporasi Kesehatan Jepang, Fokus Perkuat Layanan Cuci Darah hingga Perawatan Lansia
Dari Sekolah, Rumah Sakit hingga PSEL, Ini Fokus Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Sumatera
Wakatobi Disiapkan Jadi Pusat Riset Maritim, ITBM Didorong Bertransformasi Menjadi Universitas
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Pemilahan dari Rumah Dinilai Jadi Kunci Kurangi Beban TPA
Mengejutkan Burung Langka Raja Udang Kalung Biru Masih Bertahan di Hutan Tombo Batang, Jadi Penanda Ekosistem Belum Rusak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31

Presiden Dijadwalkan Hadiri Akad KPR Massal 62 Ribu Rumah Subsidi dari Batang, Ojol hingga ART Jadi Penerima

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:51

Tak Lagi Bergantung pada Ijazah, Kemendikdasmen Siapkan Pengakuan Kompetensi Lewat Microcredentials

Senin, 20 Juli 2026 - 10:57

Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi hingga 2029, Target Pangkas Kesenjangan Mutu Pendidikan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:39

Muhammadiyah Gandeng Korporasi Kesehatan Jepang, Fokus Perkuat Layanan Cuci Darah hingga Perawatan Lansia

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:09

Dari Sekolah, Rumah Sakit hingga PSEL, Ini Fokus Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Sumatera

Berita Terbaru