Lingkar Dalam Fadia Arafiq Kembali Dipanggil KPK, Mantan Ajudan dan Orang Kepercayaan Mulai Disidik

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Siti Hanikatun, jabatan terakhir Kepala Bagian Perekonomian dan pernah menjadi ajudan pribadi Fadia Arafiq saat masih aktif menjabat bupati bersama Aji  Setiawan yang merupakan ajudan pengganti kembali dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (12/5/26). Foto : Istimewa

Siti Hanikatun, jabatan terakhir Kepala Bagian Perekonomian dan pernah menjadi ajudan pribadi Fadia Arafiq saat masih aktif menjabat bupati bersama Aji Setiawan yang merupakan ajudan pengganti kembali dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (12/5/26). Foto : Istimewa

JAKARTA, KANALPLUS.ID – Penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, terus bergerak masuk ke lingkaran terdalam kekuasaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Setelah sebelumnya sejumlah pejabat dan ASN diperiksa, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dua sosok yang dikenal dekat dengan Fadia.

Keduanya adalah Siti Hanikatun dan Aji Setiawan yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan agenda pemeriksaan tersebut. Menurutnya, kedua nama itu dipanggil dalam rangka pendalaman perkara dugaan korupsi proyek pengadaan jasa outsourcing dan proyek lain di lingkungan Pemkab Pekalongan.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami perkara yang sedang ditangani penyidik,” kata Budi.

Nama Siti Hanikatun bukan sosok baru dalam pusaran kasus ini. ASN yang kini menjabat Kepala Bagian Perekonomian itu diketahui pernah menjadi ajudan pribadi Fadia Arafiq saat masih aktif menjabat bupati. Sementara Aji Setiawan juga dikenal sebagai ajudan yang berada dekat dengan aktivitas harian kepala daerah tersebut.

Baca Juga :  Muhammadiyah Gandeng Korporasi Kesehatan Jepang, Fokus Perkuat Layanan Cuci Darah hingga Perawatan Lansia

Kedekatan dua nama itu dengan Fadia membuat langkah KPK kali ini dinilai menjadi sinyal bahwa penyidik mulai menelusuri lebih dalam jaringan orang-orang kepercayaan di sekitar mantan bupati tersebut.

Sebelumnya, Siti Hanikatun juga telah menjalani pemeriksaan pada 17 April 2026 di Mapolres Pekalongan. Tak hanya diperiksa, rumah miliknya bahkan sempat digeledah penyidik KPK. Dalam rangkaian pemeriksaan yang sama, KPK turut memeriksa Robby Darussalam.

Dalam proses penyidikan yang berjalan, Siti Hanikatun dan Robby disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan dugaan pengumpulan dana yang kini menjadi bagian penting dalam perkara korupsi tersebut.

Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Semarang pada awal Maret lalu. Dari hasil pengembangan, penyidik menemukan dugaan praktik korupsi dalam proyek pengadaan jasa outsourcing dan sejumlah proyek lain di lingkungan Pemkab Pekalongan selama periode 2023 hingga 2026.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Dalam pengusutan tersebut, perhatian penyidik tertuju pada dominasi PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) dalam proyek outsourcing di Pemkab Pekalongan. Perusahaan itu disebut memiliki keterkaitan erat dengan keluarga Fadia Arafiq.

KPK mengungkap, perusahaan tersebut didirikan oleh pihak keluarga, termasuk suami Fadia yang merupakan anggota DPR RI serta anaknya yang saat ini menjabat anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Sepanjang proyek berjalan, PT RNB disebut menerima transaksi mencapai sekitar Rp46 miliar. Dari angka itu, sekitar Rp22 miliar digunakan untuk pembayaran gaji tenaga outsourcing.

Sementara sisanya, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp19 miliar, diduga mengalir dan dinikmati oleh keluarga serta orang-orang dekat Fadia Arafiq.

Hingga kini, KPK masih terus menelusuri aliran dana, pembagian keuntungan, hingga dugaan keterlibatan sejumlah pihak lain dalam perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang berada di lingkar dalam kekuasaan Fadia pun diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Haedar Nashir Soroti Media Sosial: Dulu Berita Dikurasi, Kini Semua Orang Bisa Merasa Paling Benar
Muktamar XVI Dibuka di Unimus, Tapak Suci Susun Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia
Bukan Diserbu Impor, Kemenperin Sebut Turunnya Order Ekspor Jadi Pemicu Ancaman PHK 1.500 Buruh Garmen Jateng

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB