Mulai Tahun Ajaran Baru, Siswa SD dan SMP di Pantura Akan Belajar Inflasi hingga Cara Lindungi Data Pribadi

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 09:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Mulai tahun ajaran 2026/2027, siswa SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan bakal diajari soal inflasi, perlindungan konsumen dan keamanan transaksi digital selain mata pelajaran resmi, Senin (22/6/26). Foto : Istimewa

Mulai tahun ajaran 2026/2027, siswa SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan bakal diajari soal inflasi, perlindungan konsumen dan keamanan transaksi digital selain mata pelajaran resmi, Senin (22/6/26). Foto : Istimewa

TEGAL, KANALPLUS.ID – Mulai tahun ajaran 2026/2027, siswa SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan tidak hanya belajar mata pelajaran umum di kelas. Mereka juga akan mulai dikenalkan pada isu-isu yang selama ini identik dengan dunia orang dewasa, seperti inflasi, perlindungan konsumen, keamanan transaksi digital, hingga pentingnya menjaga dan mencintai Rupiah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi ekonomi dan keuangan sejak usia sekolah. Sebagai persiapan, Bank Indonesia Tegal melatih 400 guru SD dan SMP dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang agar mampu mengintegrasikan materi tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran.

Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama Bank Indonesia Tegal dengan pemerintah daerah di tujuh kabupaten dan kota se-eks Karesidenan Pekalongan yang telah dibangun sejak 2025.

Baca Juga :  Upaya Penyelesaian Kasus Dugaan Bullying di Pemalang Gagal, Orang Tua Murid Pilih Lanjut Proses Hukum

Melalui skema tersebut, materi Peduli Inflasi, Perlindungan Konsumen, serta Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah akan diperkenalkan kepada peserta didik melalui pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menilai sekolah menjadi tempat yang strategis untuk menanamkan pemahaman ekonomi sejak dini. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti berbelanja secara bijak, memahami keamanan transaksi, hingga menjaga kerahasiaan data pribadi perlu dikenalkan sejak usia sekolah.

“Guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan dan karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Masuknya materi ekonomi ke ruang kelas dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam aktivitas masyarakat. Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan transaksi non-tunai, belanja daring, hingga penggunaan berbagai aplikasi digital.

Baca Juga :  Festival Bubur Suro Kota Pekalongan Jadi Panggung Ekonomi Syariah, Puluhan UMKM Ramaikan Syafaat 2026

Karena itu, pemahaman mengenai hak konsumen, keamanan transaksi, serta cara mengelola perilaku konsumsi menjadi bekal yang dianggap penting untuk dimiliki sejak dini.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan pemahaman mengenai fungsi dan peran Rupiah, termasuk pentingnya menjaga uang sebagai simbol kedaulatan negara.

Bank Indonesia berharap pendekatan melalui sekolah dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke lingkungan keluarga. Dengan demikian, pengetahuan yang diterima siswa di kelas dapat ikut memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi, berbelanja, dan menggunakan layanan keuangan secara lebih bijak.

Ke depan, para guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan menjadi penggerak utama dalam mengenalkan literasi ekonomi kepada generasi muda, sehingga pemahaman tentang inflasi, perlindungan konsumen, dan penggunaan uang secara bertanggung jawab tidak lagi menjadi isu yang asing bagi pelajar.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT KAI dan dan Pemda Batang Bersihkan Jalan Pattimura, 73 Kios Tempati Aset Perusahaan Direlokasi
16 Ribu Lansia Naik Kereta dari Pekalongan, Isyarat Moda Publik Kian Diminati Usia Senja
Tertib Lapor Investasi, BPI Jadi Perusahaan PMA Terbaik di Batang
KEK Industropolis Batang Raih Predikat Tertinggi Industri Hijau, Investasi Tembus Rp23 Triliun
IJTI Minta Presiden Hindari Pelabelan ‘Londo Ireng’ untuk Jurnalis, Ingatkan Dampaknya bagi Kebebasan Pers
Generasi Z Ubah Peta Persaingan Kampus, UHAMKA Bagikan Strategi Branding Digital ke Universitas Darunnajah
Wisatawan Asing Makin Gemar Naik Kereta ke Pekalongan, Semester I 2026 Tembus 4.758 Penumpang
Sedekah Laut Roban Barat Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir, BPI Perkuat Kolaborasi dengan Nelayan Batang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:29 WIB

PT KAI dan dan Pemda Batang Bersihkan Jalan Pattimura, 73 Kios Tempati Aset Perusahaan Direlokasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:05 WIB

16 Ribu Lansia Naik Kereta dari Pekalongan, Isyarat Moda Publik Kian Diminati Usia Senja

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:48 WIB

Tertib Lapor Investasi, BPI Jadi Perusahaan PMA Terbaik di Batang

Senin, 27 Juli 2026 - 15:08 WIB

KEK Industropolis Batang Raih Predikat Tertinggi Industri Hijau, Investasi Tembus Rp23 Triliun

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:15 WIB

IJTI Minta Presiden Hindari Pelabelan ‘Londo Ireng’ untuk Jurnalis, Ingatkan Dampaknya bagi Kebebasan Pers

Berita Terbaru