KANAL PEKALONGAN — Halaman Masjid Al-Hikmah di Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, setiap malam dimanfaatkan sebagai tempat latihan Marching Band (MB) Djuanda.
Kelompok drumband yang beranggotakan remaja dan pemuda tersebut telah berjalan selama sekitar empat tahun. Selain menjadi tempat berlatih musik, kegiatan itu menjadi wadah bagi anak muda di Kecamatan Karangdadap untuk menyalurkan minat dan bakat mereka.
Direktur MB Djuanda, Syifa’ Ma’ruf, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikembangkan sebagai ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan minat melalui kegiatan yang positif.
Menurutnya, potensi seni yang dimiliki anak muda perlu diarahkan agar dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi mereka dan lingkungan sekitar.
“Potensi dan seni anak muda harus diarahkan supaya terarah, sehingga menjadi manifestasi generasi di masa depan. Masjid juga harus menjadi pusat peradaban dan pengelolaan generasi dimulai dari komunitas yang berkolaborasi lewat hobi,” kata Syifa’ Ma’ruf, Jumat (14/8/2026) malam.
Ia mengatakan penggunaan halaman masjid sebagai tempat latihan juga menunjukkan bahwa masjid dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, termasuk kegiatan yang melibatkan generasi muda.
“Harapan kami, dari halaman Masjid Al-Hikmah ini, para generasi islami pembangun negeri bisa terealisasi,” ujarnya.
Selama empat tahun berjalan, MB Djuanda mengalami perkembangan dari sisi jumlah anggota maupun kegiatan. Anggotanya tidak hanya berasal dari Desa Pangkah, tetapi juga dari sejumlah desa lain di Kecamatan Karangdadap.
Latihan dilakukan secara rutin setiap malam di halaman Masjid Al-Hikmah. Dalam latihan tersebut, para anggota tidak hanya mempelajari teknik memainkan alat musik, tetapi juga berlatih menjaga kekompakan dan disiplin dalam kelompok.
Aktivitas yang rutin dilakukan membuat keberadaan MB Djuanda semakin dikenal masyarakat. Kelompok tersebut kemudian mulai mendapat undangan untuk tampil dalam berbagai kegiatan.
Penampilannya tidak hanya berlangsung di wilayah Kecamatan Karangdadap, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah di Karesidenan Pekalongan.
Syifa’ mengatakan perkembangan tersebut tidak lepas dari konsistensi anggota mengikuti latihan dan dukungan masyarakat sekitar.
Menurutnya, kegiatan seperti MB Djuanda dapat menjadi salah satu pilihan bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif.
“Dengan kegiatan yang terus berjalan, Masjid Al-Hikmah kini tidak hanya digunakan untuk aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan berlatih bagi komunitas anak muda di Desa Pangkah dan sekitarnya,” tutupnya.
Penulis : Tim MB Juanda
Editor : Achmad Udin












