Kepala Disdikpora Pemalang Buka Suara Usai Diperiksa KPK 12 Jam, Dicecar Soal Program Dinas

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Disparpora, Supa'at melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Mapolres Pemalang, Rabu (29/7/26).

Kepala Disparpora, Supa'at melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Mapolres Pemalang, Rabu (29/7/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pemalang, Supaat, akhirnya buka suara usai menjalani pemeriksaan maraton oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Pemalang. Ia mengaku diperiksa sekitar 12 jam dan mendapat sejumlah pertanyaan terkait tugas pokok serta kegiatan di dinas yang dipimpinnya.

Supaat merupakan salah satu pejabat Pemerintah Kabupaten Pemalang yang dipanggil penyidik KPK setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Berbeda dengan tujuh pejabat lain yang diberangkatkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Supaat diperkenankan meninggalkan Mapolres Pemalang usai pemeriksaan.

Saat ditemui wartawan, Supaat mengatakan pemeriksaan lebih banyak berisi pendalaman mengenai identitas dan ruang lingkup pekerjaannya sebagai Kepala Disdikpora.

Baca Juga :  Tiga Hari Dicari, Bocah Tenggelam di Sungai Comal Ditemukan Mengapung Tersangkut Rumpun Bambu

“Seputar identitas, kemudian tugas pokok,” kata Supaat.

Ia membenarkan penyidik juga menanyakan berbagai kegiatan yang berada di bawah tanggung jawab Disdikpora.

“Ya tentu saja yang berhubungan dengan tugas pokok. Misalnya kegiatan-kegiatan yang sudah dikerjakan,” ujarnya.

Namun, saat didesak apakah pertanyaan tersebut berkaitan dengan proyek tertentu atau dugaan jual beli jabatan, Supaat tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia juga enggan memerinci jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Ya seputar itu saja,” katanya singkat.

Supaat menyebut pemeriksaan dimulai sekitar Selasa malam dan baru selesai pada Rabu siang. Meski menjalani pemeriksaan dalam waktu cukup lama, ia tidak termasuk rombongan pejabat yang dibawa KPK ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga :  Sudah Lewati Enam Negara, Pesepeda Keliling Asia Asal Iran Ini Justru Jatuh Hati pada Keramahan Warga Indonesia

Sementara itu, KPK sebelumnya mengungkap telah mengamankan 21 orang dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Pemalang. Lembaga antirasuah menduga perkara tersebut berkaitan dengan penerimaan uang oleh Bupati Pemalang dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang serta dugaan praktik jual beli jabatan.

Sejumlah pejabat lain, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Camat Pemalang, serta istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie, telah diberangkatkan ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga Rabu siang, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan dan belum mengumumkan penetapan tersangka maupun konstruksi perkara secara lengkap.

Penulis : Achamd Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru