DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penutupan tumpukan sampah di TPA Degayu Kota Pekalongan dengan geomembran baru mencapai 47 persen dengan target 90 persen sampai tahun ini, Sabtu (5/9/26). Foto Ilustrasi AI

Penutupan tumpukan sampah di TPA Degayu Kota Pekalongan dengan geomembran baru mencapai 47 persen dengan target 90 persen sampai tahun ini, Sabtu (5/9/26). Foto Ilustrasi AI

KANAL KOTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu, menyusul maraknya kebakaran di sejumlah daerah.

Kepala DLH Joko Purnomo mengatakan salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menutup zona pasif atau area timbunan sampah yang sudah tidak digunakan dengan material kedap seperti geomembran.

Menurut Joko, hingga saat ini penutupan zona pasif di TPA Degayu telah mencapai sekitar 47 persen dari total luasan yang ditargetkan. Penutupan dilakukan secara bertahap sejak Juni hingga Juli 2026.

“Untuk zona yang pasif diharapkan ditutup dengan tanah, terpal atau geomembran. Alhamdulillah anggaran tahun 2026 ini kita sudah bisa menutup kurang lebih 47 persen,” kata Joko kepada kanalplus.id, Sabtu (5/9/2026).

Ia menargetkan penutupan tersebut dapat mencapai 90 persen hingga akhir Desember 2026. Jika target tersebut terpenuhi, sanksi administratif terhadap pengelolaan TPA Degayu diharapkan dapat dicabut.

Joko menjelaskan, penutupan timbunan sampah tidak hanya untuk mengurangi risiko kebakaran. Langkah tersebut juga berkaitan dengan pengendalian gas metana, bau, mikroplastik, serta potensi penyebaran bibit penyakit dari area timbunan sampah.

“Yang memudahkan TPA terbakar itu gas metana. Sehingga penutupan itu diharapkan bisa 90 persen untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Di sisi lain, DLH Kota Pekalongan juga telah memiliki fasilitas untuk memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah.

Baca Juga :  Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Soto, 50 Kios Pasar Modern BSB Semarang Ikut Terbakar

Menurut Joko, gas metana di TPA Degayu ditangkap melalui instalasi gasifikasi dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Saat ini, sedikitnya dua warung di sekitar TPA telah difasilitasi untuk menggunakan gas metana tersebut sebagai bahan bakar kompor.

Untuk mengantisipasi kebakaran, DLH Kota Pekalongan juga mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), termasuk memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) serta membangun koordinasi dengan sejumlah instansi.

“Sudah ada surat edaran dari kementerian, langkah-langkah yang harus dilakukan. Salah satunya tersedianya APAR, juga koordinasi dengan BPBD, Satpol PP, P2KP,” terang Joko.

DLH juga telah menyiapkan sejumlah alat pompa air atau alkon yang dapat digunakan untuk melakukan pemadaman apabila muncul titik api di kawasan TPA.

Joko mengatakan penanganan cepat diperlukan agar api yang muncul tidak berkembang menjadi kebakaran besar.

Selain faktor kondisi sampah dan gas metana, DLH juga mewaspadai potensi kebakaran akibat aktivitas manusia. Salah satunya puntung rokok.

“Biasanya salah satunya puntung rokok yang menjadi penyebab,” ucapnya.

Karena itu, DLH menerapkan larangan merokok di atas timbunan sampah. Larangan tersebut berlaku bagi pemulung maupun operator yang bekerja di area tersebut.

“Di sana SOP kita, di timbunan sampah di atas tidak boleh pemulung maupun operator kita merokok,” tegasnya.

Joko menilai kondisi cuaca panas dan kering saat ini belum sampai menjadi faktor yang memicu munculnya titik api di TPA Degayu.

Baca Juga :  Festival Bubur Suro Kota Pekalongan Jadi Panggung Ekonomi Syariah, Puluhan UMKM Ramaikan Syafaat 2026

“Kalau panas terik, kondisi belum sampai menimbulkan titik api,” sebutnya.

Sementara itu, aktivitas di TPA Degayu hingga kini masih berjalan normal. Pemerintah Kota Pekalongan belum dapat sepenuhnya mengandalkan TPA baru karena berdasarkan kajian, belum ditemukan lokasi yang dinilai layak untuk pembangunan TPA baru di wilayah tersebut.

Karena itu, TPA Degayu masih menjadi tempat pembuangan akhir sampah Kota Pekalongan.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui keberadaan TPS 3R. Dengan semakin banyaknya TPS 3R, sampah yang masuk ke TPA diharapkan hanya berupa residu.

TPA Degayu masih menjadi alternatif. Diharapkan dengan banyaknya TPS 3R, yang dibuang di TPA hanya residu saja,” papar Joko.

Untuk rencana perluasan area TPA, DLH masih menghadapi persoalan teknis dan biaya. Salah satu area di sisi selatan masih berupa lahan berair sehingga membutuhkan pembangunan talud dan pengurukan.

Selain itu, konstruksi harus dibuat kedap untuk mencegah air lindi merembes ke tanah dan mencemari lingkungan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan anggaran untuk pengembangan area baru menjadi cukup besar.

Dengan berbagai langkah tersebut, DLH Kota Pekalongan berharap risiko kebakaran di TPA Degayu dapat ditekan sekaligus memperbaiki pengelolaan kawasan TPA yang masih menjadi tumpuan pengelolaan sampah Kota Pekalongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi
Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos
TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda
Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai
Lazismu Pekalongan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha untuk 16 Pelaku UMKM
KAI Buka Suara soal Ramai Palang Pintu Tak Menutup Saat KA Melintas di Kota Pekalongan
Petugas Diduga Tertidur, Palang Perlintasan di Kota Pekalongan Tetap Terbuka Saat Kereta Melintas Bikin Geger Warga
Tiga Hari Menginap di Rutan, Begini Kondisi Empat Tersangka Dugaan Korupsi PDAM Kota Pekalongan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:55 WIB

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WIB

DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

Jumat, 4 September 2026 - 10:29 WIB

Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos

Jumat, 4 September 2026 - 09:53 WIB

TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda

Rabu, 2 September 2026 - 11:01 WIB

Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai

Berita Terbaru