KANAL KOTA – Polisi turun tangan menyelidiki video aksi teatrikal dalam Simbangkulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan yang viral di media sosial dan disebut-sebut menyerupai ritual satanik.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto mengatakan hingga kini belum ada laporan resmi dari masyarakat terkait aksi tersebut.
Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan setelah memperoleh informasi mengenai video dan rangkaian kegiatan tersebut.
“Untuk sementara ini laporan itu belum ada. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan terkait dengan rangkaian kegiatan itu,” kata Setiyanto kepada kanalplus.id, Senin (14/9/2026).
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah aksi yang ditampilkan dalam karnaval tersebut mengandung unsur pidana atau tidak.
“Apakah nanti masuk dari unsur pidana atau bukan, tentunya kami yang penting awal kita memperoleh informasi atau data dari para saksi,” ujarnya.
Polisi juga telah meminta keterangan dari pihak panitia selaku penyelenggara.
“Untuk para panitia kemarin sudah dilakukan pemeriksaan,” terang Setiyanto.
Meski pemeriksaan awal telah dilakukan, penyidik masih akan mengembangkan penyelidikan lebih lanjut.
“Namun, untuk mengembangkan daripada kegiatan tersebut, tentunya akan lebih dikembangkan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, panitia dan tim kreatif telah menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang muncul.
Tim kreatif juga mengklaim tidak mengetahui bahwa referensi kostum dan penampilan yang mereka gunakan dapat dikaitkan dengan simbol atau ritual satanik.
Mereka menyebut kostum diperoleh dengan cara menyewa dari Malang dan koreografi dibuat berdasarkan referensi berbagai pertunjukan yang mereka lihat melalui YouTube.
Terkait adegan penyembelihan kambing, tim kreatif menyatakan hal tersebut direncanakan sebagai kegiatan rahatan setelah acara dan membantah adanya maksud ritual.
Penulis : Achamd Udin
Editor : MAD












